Review Lenovo Yoga Tab: Produktif Tanpa Harus Buka Laptop

pada dalam 3 jam - by
Advertising
Advertising

Uzone.id -Ketika Lenovo masuk ke ranah tablet Android, mereka bukan sekadar ‘coba-coba’. Pabrikan ini membawa DNA yang selama ini mereka bangun di industri laptop, lalu meramunya ke dalam perangkat yang lebih ringkas dan fleksibel, salah satunya lewat Lenovo Yoga Tab.

Tablet ini bukan sekadar perangkat buat nonton atau browsing. Bukan juga cuma untuk menikmati hiburan saja, tapi Lenovo Yoga Tab menawarkan pengalaman kerja yang lebih serius berkat fitur-fitur AI yang terintegrasi langsung ke sistem dan ditopang oleh spesifikasi mentereng di kelasnya.

Beberapa hari saya mencoba langsung Lenovo Yoga Tab. Kesan pertamanya adalah, Lenovo Yoga Tab merupakan perangkat yang memang disiapkan buat pengguna yang ingin tetap produktif tanpa harus selalu membuka laptop.



Desain tipis, ukuran layarnya pas banget




Mari bahas soal desainnya dulu. Lenovo Yoga Tab ini tipis, solid, dan enak buat ditenteng ke mana-mana. Bodinya terbuat dari metal unibody yang terasa solid, plus ketebalannya cuma 6,2 mm dengan bobot hanya 458 gram saja. Bawa tablet ini di tas, dipakai sambil berdiri, dibawa berpindah tempat, aman aja kok.

Ukuran tablet ini juga terasa pas, makanya boleh dibilang Lenovo Yoga Tab emang enak buat dibawa bepergian maupun kerja mobile. Layarnya tidak sekecil tablet 8 inci yang terasa nanggung, ukurannya pun tak terlampau besar seperti tablet 14 inci.





Layar Lenovo Yoga Tab seluas 11,1 inci yang terasa cukup lega buat membuka dokumen, mengetik, membaca referensi, sampai membagi layar untuk multitasking ringan.

Panelnya menggunakan Lenovo PureSight Pro dengan resolusi 3.2K,refreshratehingga 144Hz, kecerahan puncak 800 nits, cakupan warna 98 persen DCI-P3, serta dukungan Dolby Vision. Menggunakan tablet ini, kualitas visual yang disuguhkannya memang jempolan.





Layar Lenovo Yoga Tab terasa tajam dan responsif. Perpindahan antar aplikasi juga terlihat mulus berkatrefreshratetinggi. Buat mengetik artikel pendek, membuka bahan tulisan, mengecek email, sampai melihat preview gambar, layarnya terasa nyaman.

Menariknya, dalam paket pembelian, pengguna sudah mendapatkan Lenovo Tab Pen Pro dan Lenovo 2-in-1 Keyboard Pack.

Jadi, buat kalian yang senangnya gambar sketsa atau memilih menulis di atas layar alih-alih mengetik, tinggal manfaatkan stylus saja. Lenovo Tab Pen Pro sendiri mendukung 8.192 tingkat tekanan, adahapticfeedback,tilt detection, palm rejection, serta ujung pena seukuran 1,4 mm. Hadir juga fitur TurboTouch untuk membuat respons goresan terasa satset atau lebih rendah latensinya.





Sementara, keyboard case Lenovo Yoga Tab bisa terhubung langsung ke tablet lewat Pogo Pin. Jadi, nggak usah lagi pairing Bluetooth atau mengecek baterai keyboard, karena keyboard langsung aktif dan siap dipakai mengetik.





Sensasi mengetiknya mirip laptop, meski mungil. Keyboard-nya punya key travel 1,3 mm, lengkap dengan trackpad multi-gesture. Memang tidak selapang keyboard laptop 14 inci, tapi sudah enak buat dipakai mengetik kerjaan, apalagi review yang lumayan panjang.



Fitur AI ‘rasa’ laptop





Bagian yang paling ditekankan Lenovo dari Yoga Tab adalah fitur AI. Tablet ini ditenagai Snapdragon 8 Gen 3 dengan kemampuan NPU hingga 20 TOPS. Disandingkan dengan RAM 12 GB dan ruang penyimpanan 256 GB, serta untuk terhubung ke internet sudah mendukung WiFi 7 juga.

Salah satu fitur AI yang menurut kami menarik adalah Lenovo Smart AI Input. Fitur ini terintegrasi dengan model Google Gemini dan bisa digunakan untuk membantu menulis teks, merapikan ide, mencari informasi, sampai menerjemahkan bahasa.

Terasa familiar? Ya, rasanya fitur ini seperti versi lebih sederhana dari fitur Copilot di laptop-laptop Windows. Cara memanggilnya juga sederhana, bisa lewat Smart Key di keyboard atau dengan mengetik ‘&&’.





Fitur ini cukup terasa gunanya buat pekerjaan harian, terutama saya yang bekerja di bidang jurnalistik. Misalnya, saat harus merapikan poin wawancara atau doorstop sampai mencari angle menarik dari bahan yang panjang.

Ada juga Lenovo AI Live Transcript yang bisa mengubah percakapan menjadi catatan tertulis secara real-time. Fitur ini didukung teknologispeech-to-textdari Microsoft dan bisa membantu membuat rangkuman poin penting secara otomatis.





Hasil transkripnya memang harus dicek ulang, tapi fitur ini amat membantu saat hraus mengikuti sesi online atau video conference berbahasa asing. Oh ya, AI Live Transcript juga mendukung banyak bahasa, termasuk Indonesia.

Kemudian Lenovo Smart Capture. Dengan bantuan Lenovo Tab Pen Pro, cukup lingkari objek tertentu pada gambar, lalu AI akan mengenali dan memisahkan objek tersebut dari latar belakang. Fitur ini akan berguna saat kalian ingin menempelkan elemen visual tertentu ke bahan presentasi atau konten infografis untuk medsos.





Ada lagi Sketch-to-Image di Lenovo NotePad, yang memungkinkan coretan sederhana diubah menjadi gambar digital dengan beberapa pilihan gaya, seperti watercolor, kartun 3D, atau sketsa profesional.

Lenovo juga membekali Yoga Tab dengan AI SuperRes berbasis Google AI. Fitur ini dapat meningkatkan kualitas foto hingga resolusi 4K hanya dengan menekan lama gambar di Lenovo NotePad.


Di Lenovo Yoga Tab juga ada aplikasi Notepad dengan sejumlah fitur AI yang bisa dimanfaatkan, seperti AI Continue Writing, AI Rewrite, dan AI Summary.

Sesuai fungsinya, Continue Writing akan melanjutkan tulisan yang dibuat sebelumnya, di mana ada beberapa gaya tulisan yang bisa diterapkan, dari Normal, Formal Professional, Casual, Polite, dan Funny. Pun demikian dengan AI Rewrite yang merombak lagi tulisan yang dibuat, meski maksimal tulisan yang bisa diolah kembali adalah 5.000 kata. Sementara AI Summary akan membuatkan pointer kesimpulan yang sesuai dengan tulisan yang dibuat.



Tes performa Lenovo Yoga Tab





Secara performa, Lenovo Yoga Tab memang terbilang kelas high-end. Prosesor Snapdragon 8 Gen 3 yang digunakan memang bukan prosesor baru, tapi tenaga yang diberikannya masih sangat relevan untuk produktivitas, multitasking, editing ringan, bahkan sampai gaming.

Dari pengujian AnTuTu Benchmark versi 11.1.4, Lenovo Yoga Tab mencatat skor total 2.417.593 poin, membuktikan kalau performa tablet ini masih sangat kuat untuk membuka banyak aplikasi bahkan game dengan grafis yang tinggi, seperti Where Winds Meet hingga GTA: San Andreas.





Di Geekbench 6, Lenovo Yoga Tab mencatat skor 1.473 untuk single-core dan 4.364 untuk multi-core. Sementara untuk pengujian GPU OpenCL, skornya berada di angka 11.098.

Kami juga menjalankan 3DMark Wild Life Stress Test untuk melihat stabilitas performa saat perangkat diberi beban grafis dalam waktu lebih lama. Hasilnya, Lenovo Yoga Tab meraih best loop score 15.390, lowest loop score 12.779, dengan stabilitas 83 persen.





Selama pengujian ini, frame rate bergerak di rentang 46 FPS sampai 112 FPS. Suhu perangkat naik dari 35 derajat Celsius ke 45 derajat Celsius, sementara baterai turun dari 71 persen ke 61 persen.





Artinya, performanya memang sempat turun setelah beberapa putaran, tapi masih berada di level yang cukup stabil. Untuk bermain game, hasil ini terasa masuk akal. Tablet tetap kencang, hanya saja bodi mulai terasa hangat saat dipaksa menjalankan beban grafis berat dalam waktu lama.

Di PCMark Work 3.1 Performance, Lenovo Yoga Tab mencetak skor 23.295 poin. Pengujian ini lebih menggambarkan pemakaian harian seperti browsing, mengetik, mengolah foto ringan, sampai manipulasi data. Skor tersebut sejalan dengan pengalaman kami selama memakai tablet ini untuk kerja harian.





Untuk menguji kemampuan AI, kami gunakan Geekbench AI. Pada tes AI dengan CPU, Lenovo Yoga Tab mencatat skor 2.548 untuk single precision, 2.986 untuk half precision, dan 4.088 untuk quantized.

Sedangkan saat menggunakan backend GPU, skornya berada di 1.967 untuk single precision, 2.985 untuk half precision, dan 2.342 untuk quantized. Skor paling tinggi terlihat ketika pengujian berjalan lewat backend QNN (Qualcomm Neural Network). Di sini, Lenovo Yoga Tab mencatat 21.595 untuk half precision dan 57.279 untuk quantized.

Dalam praktiknya, hal ini terasa pada fitur seperti transkrip, pencarian pintar, pemrosesan gambar, sampai fitur AI di aplikasi bawaan Lenovo. Memang tidak semua proses AI berjalan lokal sepenuhnya, tapi tablet ini punya fondasi hardware yang cukup kuat untuk menjalankan fitur-fitur AI modern.

Untuk menopang seluruh aktivitas tersebut, Lenovo Yoga Tab dibekali baterai 8.860 mAh. Dalam pemakaian selama sekitar seminggu, daya tahannya tergolong memuaskan.





Saat dipakai bermain Where Winds Meet selama kurang lebih dua jam, baterainya berkurang sekitar 25 persen. Untuk game dengan grafis berat, angka ini masih tergolong wajar, apalagi kualitas grafis yang kami set juga tinggi.

Daya tahan baterainya juga terasa lebih impresif saat dipakai bekerja. Dalam skenario multi-window, misalnya membuka Google Chrome sambil mengetik di Google Docs, atau Gmail bersamaan dengan Google Docs, baterainya terasa sangat irit.

Dalam satu jam pemakaian kerja seperti itu, baterai biasanya turun sekitar 10 sampai 13 persen. Sesekali kami juga membuka tiga aplikasi sekaligus, dengan aplikasi ketiga berjalan dalam mode pop-out. Hasilnya, tablet ini tetap responsif dan baterainya tidak terasa cepat habis.

Untuk charging, Lenovo Yoga Tab mendukung fast charging. Namun perlu dicatat, adapter charger yang tersedia di dalam boks adalah 45W. Jadi meski baterainya besar, pengisian dayanya tidak terasa secepat smartphone flagship sekarang.





Fitur lainnya, tablet ini juga punya empat speaker dengan konfigurasi 2x bass dan 2x tweeter, Dolby Atmos, kamera depan 13MP, serta kamera belakang 13MP dengan autofokus dan kamera sekunder 2 MP.





Untuk OS-nya sendiri, Lenovo Yoga Tab masih berjalan di Android 15 dan mendapatkan jaminan update OS sebanyak tiga kali atau hingga Android 18, serta pembaruan keamanan selama empat tahun ke depan.



Kesimpulan





Lenovo Yoga Tab terasa sebagai tablet Android yang serius untuk produktivitas, bukan sekadar perangkat hiburan. Layarnya tajam dan mulus, bodinya tipis, performa Snapdragon 8 Gen 3 masih sangat kencang, serta paket keyboard dan stylus bawaan membuatnya lebih siap dipakai kerja sejak keluar dari boks.

Baterainya juga jadi salah satu nilaiplus, karena cukup awet untuk multitasking, mengetik, browsing, sampai sesekali bermain game berat.

Dengan harga Rp10.999.000, Lenovo Yoga Tab memang bukan tablet murah, tapi cukup masuk akal buat pengguna yang butuh perangkat ringkas rasa laptop untuk kerja mobile, mencatat, meeting, mengolah ide, dan membuat konten ringan.