Review Vivo V27 5G: Suksesor Istimewa, Terasa Mewahnya

28 April 2023 - by

Uzone.id - Ponsel kelas menengah menengah Vivo biasanya identik dengan desain yang cantik dan hasil kamera depan yang emang bikin para penggemar swafoto tergoda (terutama ibu-ibu). Soal dapur pacunya sih, biasanya ya menengah banget, rasanya kurang lebih sama dengan ponsel menengah lainnya deh.

Tapi beda dengan Vivo V27 5G yang telah melenggang resmi di Indonesia. Vivo gak cuma kasih upgrade signifikan pada desain dan sistem kameranya doang, sampai spek untuk menunjang kinerja pun tak luput dari perhatian pabrikan asal China ini.

Advertising
Advertising

Peningkatannya signifikan dibanding Vivo V25, jauh banget. Kami telah menggunakan Vivo V27 5G selama kurang lebih 2 minggu. Berikut impresi lengkap kami dalam review Vivo V27 5G, tentu ulasan ini bisa jadi panduan bagi kalian sebelum membeli smartphone terbaru Vivo tersebut.

Terlalu mewah di kelasnya

Desain Vivo V25 yang terlalu biasa ‘ditendang’ jauh-jauh oleh Vivo, digantikan oleh desain kece Vivo V27 5G yang gak sesuai dengan harganya. Dari luar, smartphone ini bak ponsel Rp10 jutaan ke atas karena punya layar yang luas dengan lengkungan di tepiannya.

Memang sekarang ada beberapa ponsel di rentang harga serupa yang mengusung desain premium tersebut, tapi entah kenapa Vivo V27 5G terasa lebih spesial. Bukan saja karena layarnya yang kelihatan mewah dan bezel-less, tapi karena desain keseluruhannya yang terlalu mewah buat ponsel Rp5 jutaan.

 

Baca Juga :

Review Razer Kishi V2: Ponsel Android Seakan Jadi Nintendo Switch
 

 

Vivo V27 5G mengusung bodi belakang kaca dengan tepian yang melengkung juga. Bagian depan dan penampang belakang yang melengkung itu bertemu pada bagian bingkai di tengahnya, memberikan kesan yang slim dan ringkas.

Iya sih frame-nya sendiri terbuat dari material plastik, gak mungkin juga dari aluminium alloy, memangnya Vivo berani ambil ‘margin keuntungan’ yang tipis? 

Kesan yang wah ditambah lagi dengan desain bagian belakang yang beda banget kalau dibandingin dengan Vivo V25. Kalau dulu, Vivo cenderung mengusung desain yang ngikutin arus, sekarang mereka berhasil bikin trendsetter sendiri.

Desain Vivo V27 5G berhasil bikin kami terpukau, baik dari warnanya, bentuk bingkai kameranya, sampai feel saat menggunakannya. Ada dua warna dari smartphone ini yang tersedia di Indonesia, Flowing Gold dan Noble Black.

Warna Flowing Gold yang kami review memiliki tekstur halus dan anti jejak sidik jari berkat lapisan Fluorite AG Glass. Dengan lapisan tersebut, warna Vivo V27 5G juga bisa berubah-ubah, tergantung pantulan cahaya yang mengenai bodinya.

Kadang berwarna silver, bisa juga kelihatan merah muda, terlihat berwarna biru dan oranye, dan warna-warna lainnya. Vivo pun turut membubuhi detail kecil berupa partikel kristal yang bikin tampilannya makin mewah.

Yang menarik, bagian bingkai kameranya. Umum rasanya kalau bingkai kamera dibuat dengan tone warna atau material yang berbeda seperti kaca. Tapi kekurangannya, bingkai jadi gampang kotor akibat sidik jari yang menempel.

Tapi beda dengan modul kamera Vivo V27 5G. Kameranya dibuat senada dengan bodi belakang, sehingga memiliki efek gradasi warna dan pantulan cahaya yang sama.

Enak digenggam walau kegedean

Warna Flowing Gold dan Noble Black punya ketebalan yang berbeda. Unit Vivo V27 5G yang kami review berwarna Flowing Gold, punya ketebalan 7,4mm atau 0,04mm lebih tebal dari varian berwarna Noble Black.

Kendati begitu, bobotnya tetap sama 180 gram. Dengan ukuran layar yang memanjang, tepatnya 6,78 inci, Vivo V27 5G tergolong ponsel yang ringkas dan nyaman digenggam.

Belum lagi fakta di atas kertas kalau ternyata Vivo V27 5G lebih tinggi dan tipis dari Vivo V25. Ponsel ini lebih panjang 5mm dan lebih ramping 0,4mm dari seri terdahulu, memperlihatkan kalau Vivo memang memberikan banyak upgrade pada desain smartphone menengah terbarunya.

Dengan sisi melengkung di depan dan belakang serta profil bodi yang ramping, Vivo V27 5G terasa nyaman digenggam atau dikantongi ke dalam kantong celana. Kebetulan, kami malas menggunakan softcase bawaan yang disediakan Vivo dalam paket pembelian.

 

Baca Juga :

Review Nothing Ear (2): Audio Istimewa, Desainnya Terlalu Biasa
 

 

Hanya saja, seperti ponsel dengan layar besar pada umumnya, menjangkau sudut bagian atas layar sangat menyulitkan kalau menggenggamnya dengan satu tangan saja. Pasnya sih pakai ponsel ini dengan dua tangan saja biar aman.

Cuma satu kekurangan yang kami rasakan saat menggunakan Vivo V27 5G, gak ada IP rating, seminimal anti percikan air pun tak diterapkan oleh Vivo. Begitu juga dengan proteksi pada layar depan. 

Layar melengkung yang bezel-less

Kalau seri sebelumnya membawa layar datar dengan dagu yang tebal, Vivo V27 5G berbeda 180 derajat, melengkung dan bezel-less pula. Bukan sekadar gegayaan, pancaran warna yang disodorkan panel OLED seluas 6,78 inci ini beneran berkualitas tinggi.

Layarnya sendiri mengusung resolusi Full HD+ dengan aspek rasio sinematik 20:9. Refresh rate layarnya sudah 120Hz, dan telah mengantongi dukungan HDR10+. Fitur-fitur ini menjamin konten visual apapun yang ditampilkan pada layar Vivo V27 5G bakalan berkualitas tinggi, untuk di kelasnya pastinya.

Pakai smartphone ini buat ngegame, scrolling medsos, streaming film, chatting, terutama di luar ruangan, nyaman-nyaman saja. Fitur auto brightness-nya juga pintar, gercep buat menyesuaikan intensitas cahaya layar sesuai kondisi lingkungan sekitar.

Refresh rate smartphone ini juga smooth banget. Ada tiga pilihan kecepatan refresh yang bisa kalian jajal, 60Hz, 90Hz, dan 120Hz. Buat kami sih mending mentok di 120Hz saja biar lebih mantap rasanya.

Fitur lainnya, Vivo V27 5G sudah mendukung sensor sidik jari optik di bawah layarnya. Responsif banget, tapi kurangnya posisi sensor sidik jari terlalu rendah, jadi agak kagok buat nempelin jempol ke bagian pengenalan sidik jari.

Nikmatnya performa MediaTek Dimensity 7200

Vivo V27 5G jadi yang pertama di Indonesia dengan MediaTek Dimensity 7200, chipset kelas menengah ke atas yang dibuat dengan fabrikasi 4nm TSMC . Prosesor ini mengusung dua kluster CPY, terdiri dari 2-core Cortex-A715 dengan kecepatan 2,8 GHz dan 6-core Cortex-A510 dengan kecepatan 2 GHz.

Dengan efficiency core yang lebih banyak, Dimensity 7200 menyuguhkan kinerja yang optimal tanpa membebani daya tahan baterai lebih besar. Rasanya, gak ada prosesor kelas menengah dengan prime core yang punya clock-speed setinggi Dimensity 7200, bahkan Snapdragon 782G sekalipun yang diusung oleh iQOO Z7 5G.

Unit Vivo V27 5G yang kami uji memiliki RAM 8 GB dengan penyimpanan internal 256 GB. Kapasitas RAM-nya bisa ditambah oleh fitur Dynamic RAM sampai 8 GB, sehingga total memorinya mencapai 16 GB.

Sejumlah pengujian benchmark kami lakukan, salah satunya dengan AnTuTu Benchmark versi 9. Benar saja, skor AnTuTu Benchmark dari Vivo V27 5G jauh lebih tinggi daripada kompetitor lain dengan rentang harga serupa.

 

Baca Juga :

Review Xiaomi 12T: Dikirain Perfect, Ehh Banyak Downgrade
 

 

Skornya mencapai 635 ribu poin, jauh meninggalkan Samsung Galaxy A54 5G (Exynos 1380) dengan skor 510 ribuan poin, Oppo Reno8 T (Snapdragon 695) 406 ribuan poin, atau bahkan iQOO Z7 5G (Snapdragon 782G) yang membukukan skor 591 ribuan poin.

Kalau dibandingin sama Vivo V25, jauh banget bedanya. Vivo V25 yang ditopang Dimensity 900 dari MediaTek cuma mendapatkan skor 460 ribuan poin (dikutip dari situs Kimovil). Terlihat powerful kan Vivo V27 5G ini?

Pengujian gak cukup itu saja. Kami turut menggunakan simulasi PCMark buat mengetahui stabilisasi performa keseluruhan smartphone ini. Smartphone ini mencatatkan skor 12.147 poin dengan performa yang cukup naik turun.

Tapi itu bagus, karena sistem FunTouch OS 13 berbasis Android 13 dan juga Dimensity 7200, berhasil mengoptimalkan kinerja keseluruhan buat tugas yang berat saja. Sementara untuk pekerjaan yang ringan, kinerjanya pun terbilang dibatasi buat menghemat daya baterai.

Hal ini terbukti dengan screen on-time baterainya yang mencapai 17 jam 56 menit berdasarkan pengujian PCMark. Kemampuan baterainya sangatlah impresif, mengingat kapasitasnya cuma 4.600 mAh saja.

Bagaimana dengan kemampuan gaming-nya? Ajib juga, jangan salah. Main game AAA di Android macam PUBG Mobile, Call of Duty Mobile, Ragnarok Origin, sampai Genshin Impact, dilibas semuanya tanpa ngelag sama sekali.

Genshin Impact memang agak jadi catatan, lantaran ponsel ini akan sedikit kewalahan dalam memproses grafis tinggi dari game besutan miHoYo tersebut saat kami bermain di atas 30 menit. Rasa hangat pada bodinya pun terasa mengganggu, wajar juga karena bodi belakangnya terbuat dari kaca.

Tapi sisanya, amat sentosa di 60 FPS. Cukup disayangkan refresh rate tinggi gak relate dengan FPS yang tinggi juga. Semua game mentok di 60 FPS saja.

Pengujian lainnya, kami gunakan aplikasi 3DMark. Aplikasi ini mencatat stabilisasi nyaris sempurna dari MediaTek Dimensity 7200. Stabilisasinya mencapai 99,4 persen setelah diuji tanpa henti selama 20 menit.

Rata-rata frame rate-nya mencapai 17 FPS sampai 31 FPS dengan skor tertinggi 4.205 poin dan skor terendahnya 4.178 poin.

Kembali ke pembahasan baterai, Vivo V27 5G didukung oleh fast charging 66W. Dari pengujian kami secara langsung dan mencatat durasi ngecas dengan BatteryLog, butuh waktu kurang dari 60 menit saja untuk mengisi baterai dari 5 persen sampai full charge.

Kamera high-res depan dan belakang

Pakem Vivo V Series yang kuat di sektor kamera tetap dipertahankan pada Vivo V27 5G. Baik kamera belakang dan depannya punya resolusi tinggi, dan gak gimmick pula hasilnya.

Ada tiga kamera di bagian belakang, konfigurasinya 50 MP dengan sensor premium Sony IMX766 dan sudah didukung OIS (optical image stabilization), kamera ultrawide 8 MP dengan sensor OmniVision OV08D1, dan kamera makro 2 MP dengan sensor OmniVision OV02B1.

Dari ketiga kamera ini, cuma satu yang hasilnya edan, yakni kamera utama. Memang secara resolusi turun dari 64 MP pada Vivo V25 ke 50 MP. Tapi perlu diingat, sensor yang digunakannya punya kualitas yang berbeda jauh.

Detailnya benar-benar bagus. Gambar dengan resolusi 12 MP ini menyuguhkan detail yang tajam dengan kualitas warna yang natural dengan saturasi yang tak berlebihan. Rentang dinamisnya juga pas, hasilnya gak akan mengecewakan buat kalian yang suka foto HDR.

Memotret dengan ‘melawan’ sinar matahari juga bukan hal yang sulit buat sistem kamera Vivo V27 5G. Langit biru, awan, dan objek yang ditangkap oleh kamera tetap disajikan dengan warna yang cukup sesuai aslinya.

Mengapa cukup? Karena sistem AI (artificial intelligence) dari Vivo sedikit memoles warna foto agar terlihat lebih tajam, tapi sekali lagi tak dibuat berlebihan.

 

Baca Juga :

Review Luna Fantasia Mobile: Berhasil Bikin Nostalgia
 

 

Soal kamera ultrawide, sebenarnya berfungsi dengan baik. Hasil fotonya pun ya lumayan oke, gak jelek dan gak terlalu bagus juga. 

Semuanya pas, baik dalam hal detail dan warnanya. Cuma kalau ngomongin rentang dinamis, khususnya saat memotret pemandangan di luar ruangan, kontras warnanya agak pucat, beda jauh dengan kamera utama.

Dan lagi, kamera ultrawide ini mengusung lensa fixed focus. Memang ada kamera makro, tapi ya fixed focus juga. Berharap apa pada kamera dengan fokus yang tidak bisa diatur oleh kita? Hasilnya pun kurang memuaskan, mudah goyang dan banyak noise yang bikin foto berkurang kualitasnya.

Nah ini nih, kamera selfie 50 MP yang jadi keunggulan utama dari Vivo V27 5G. Saking bagusnya kualitas kamera ini, bukan cuma penyuka selfie saja yang bisa tergoda, orang yang biasanya jarang banget swafoto pun bisa-bisa sering foto-foto pakai kamera ini.

Hasilnya punya detail yang luas biasa, warnanya pun natural. Stigma AI selfie Vivo yang biasanya lebay dalam memproses wajah pengguna, sama sekali gak berlaku di Vivo V27 5G.

Berbicara soal video, kalian dapat merekam video 4K pada 30 FPS atau 1080p di 60 FPS. Stabilisasi OIS tetap aktif walau kalian merekam di resolusi tertinggi sekalipun. Sementara kamera depan, mentok di 1080p pada 30 FPS saja.

Hasil foto Vivo V27 5G:

Kesimpulan

Orang Indonesia biasanya masih melihat harga sebagai faktor utama saat membeli smartphone idaman, selain spesifikasi dari perangkat tersebut. Dari review yang kami lakukan, Vivo V27 5G adalah smartphone yang pas buat kalian yang butuh ponsel nyaris sempurna dengan harga yang terbilang masih ‘kaki lima’.

Jarang-jarang Vivo ngeluarin ponsel kelas menengah yang worth it seperti ini. Seringnya pabrikan asal China tersebut menghadirkan smartphone flagship dengan harga tinggi atau ponsel kelas menengah spesifikasi pas-pasan yang agak overprice.

Tapi tidak dengan Vivo V27 5G. Smartphone ini dijual dengan harga Rp5,9 jutaan, yang berarti sama seperti Vivo V25 saat pertama kali diluncurkan di Indonesia. 

Kendati harganya masih sama, Vivo memberikan banyak sekali upgrade yang bikin Vivo V25 seri sebelumnya terasa “ini ponsel kok mahal banget ya?”. Desain jadi hal yang paling kentara. Layar dan bodi melengkung di tepiannya, dimensi yang lebih ringkas, dan build quality yang lebih oke dari sebelumnya.

Dapur pacunya juga kompeten di kelasnya. Dimensity 7200 adalah SoC (system on chip) yang spesial dari MediaTek, menyuguhkan kinerja tinggi tanpa mengorbankan daya baterai yang berlebihan.

Sistem kameranya juga unggul, terutama kamera utama dan selfienya. Kemampuan pencitraan sistem kamera ini begitu baik, memberikan hasil gambar yang natural dengan detail yang lebih tajam.

Memang ada beberapa kekurangan, tapi tak sebanding dengan kelebihan yang ditawarkan Vivo V27 5G. Ponsel ini tak ada IP rating, belum jelas proteksi layarnya, speaker yang masih mono, dan punya dua kamera belakang yang ‘agak dipaksakan’ kehadirannya.

Tapi pada akhirnya, Vivo V27 5G adalah ponsel kelas menengah rasa premium yang layak buat diperhitungkan sebagai ponsel idaman kalian selanjutnya.