Satelit Nusantara Lima Bawa Internet 160 Gbps, Intip Spesifikasinya

Uzone.id—Satelit NusantaraLima yang dimiliki oleh PSN (Pasifik Satelit Nusantara) sudah resmi mengangkasapada Jumat, (12/09) pukul 08.30 WIB, setelah mengalami beberapa kali penundaanakibat cuaca dan teknis.
Satelit ini meluncur menggunakan roket Falcon 9 dariperusahaan Elon Musk, SpaceX menuju ke orbit 113° Bujur Timur.
Misi utama dari satelit ini sendiri adalah ‘membawa terangke ujung negeri’ dengan menghadirkan akses internet yang lebih cepat, luas danmerata.
Katanya, ini jadi salah satu satelit dengan kapasitas palingbesar saat ini di Asia Tenggara. Nah, untuk mengetahui lebih lanjut soalkecanggihannya, berikut spesifikasi, kecepatan hingga cakupan internet dariSatelit Nusantara Lima.
Spesifikasi Satelit Nusantara Lima:
- Nama Satelit: NusantaraLima
- Platform: Boeing 702 MP
- Roket: Falcon 9 SpaceX
- Bobot: 7.800 kg
- Masa pakai: 15 tahun
- Slot orbit: 113° Bujur Timur
- Kapasitas Transponder: 101 Ka-Band Spot Beams
- Kapasitas bandwidth: 160 Gbps
Satelit Nusantara Lima (N5) sendiri sudah dibekali denganteknologi Very High Throughput Satellite (VHTS). Tak hanya itu, dengan dukunganteknologi ini, Satelit Nusantara Lima turut diklaim menjadi satelit terkuatmilik Indonesia di kawasan Asia.
Dengan jumlah bandwidth 160 Gbps dan Kapasitas Transponder101 Ka-Band Spot Beams, Nusantara Lima menjadi satelit komunikasi terbesar diAsia Tenggara.
Untuk menunjang pengoperasiannya, Satelit N5 memilikibeberapa stasiun darat yang terletak di 7 wilayah, yaitu Cikarang, Banjarmasin,Aceh, Bengkulu, Gresik, Kupang dan Tarakan.
Dengan kapasitas tersebut, Satelit Nusantara Lima rencananyaakan mendukung akses internet broadband dan layanan komunikasi esensial dikawasan Tertinggal, Terdepan, dan Terluar (3T), termasuk wilayah IndonesiaTimur.
“Dari Banda Aceh sampai Papua, dari kota besar hingga pulaukecil, sinyal ini akan berusaha hadir,” kata PSN.
Wilayah cakupan Satelit Nusantara Lima
Nah, soal wilayah cakupannya, Satelit Nusantara Lima initidak hanya digunakan di Indonesia namun juga akan mencakup wilayah di AsiaTenggara, termasuk Malaysia dan Filipina.
Melansir dari Bisnis Indonesia, PSN akan mengalokasikanpemanfaatan kapasitas sebesar 14 Gbps ke wilayah Filipina, 8 Gbps di Malaysia,dan sebagian besar akan digunakan di dalam negeri untuk berbagai kepentingankomersial, mulai dari telekomunikasi, perbankan, hingga kebutuhan surveiseismologi.