Satelit Nusantara Lima Tiba di Orbit, Mulai Beroperasi April 2026

Uzone.id— Satelit NusantaraLima (SNL) yang meluncur pada September 2025 lalu akhirnya telah tiba di orbitdan tak lama lagi akan beroperasi. Pada Kamis, (29/01) lalu, satelit inidikabarkan sudah mencapai orbit geostasioner pada 113° Bujur Timur, tepatberada di atas Pulau Kalimantan, dengan ketinggian sekitar 35.786 kilometer diatas permukaan bumi.
Pencapaian ini disampaikan oleh Direktur Utama PSN, AdiRahman Adiwoso dalam keterangan resminya. Ia menyebut bahwa ini merupakanmilestone penting dalam penguatan infrastruktur satelit nasional dan mewujudkankedaulatan antariksa Indonesia.
“Kami bersyukur SNL telah berhasil tiba di orbit 113° BujurTimur sesuai dengan rencana. Keberhasilan proses EOR menegaskan kesiapanteknologi satelit ini untuk memasuki tahapan berikutnya. SNL merupakan bagiandari komitmen PSN dalam menghadirkan konektivitas berkapasitas besar dan andaluntuk Indonesia,” katanya.
Melalui pencapaian ini, PSN menargetkan Nusantara Lima bisaberoperasi penuh pada April 2026 nanti.
“SNL ditargetkan beroperasi penuh pada April 2026 dandiharapkan dapat memperkuat ekosistem konektivitas nasional, khususnya dalammendukung kebutuhan komunikasi data berkapasitas besar serta percepatantransformasi digital di kawasan Asia Tenggara,” kata Project Director SNLsekaligus Direktur Teknologi PSN, Satrio Adiwicaksono.
Pasca mencapai orbit, satelit akan segera melakukan fasepengujian atau testing untuk memverifikasi kesehatan dan performa satelit pascapeluncuran dan integrasi dengan jaringan ruas/stasiun bumi.
“Proses ini akan berlangsung sekitar 90 hari, sebelumdilanjutkan dengan tahapan spacecraft handover, yaitu serah terima operasionalsatelit dari Boeing kepada SNL,” tambahnya.
Pihak PSN sendiri telah menyiapkan tujuh Stasiun Bumi yangtersebar di berbagai wilayah Indonesia, yaitu Aceh, Bengkulu, Banjarmasin,Cikarang, Gresik, Kupang, dan Tarakan.
Ke-7 stasiun ini memiliki peran penting untuk memastikanbahwa nantinya satelit bisa beroperasi secara optimal.
Satelit Nusantara Lima (N5) sendiri diklaim menjadi satelitdengan kapasitas terbesar di Asia dan sudah dibekali dengan teknologi Very HighThroughput Satellite (VHTS).
Satelit ini disebut memiliki kapasitas total 160 Gbps(terbesar di Asia) dan diklaim canggih. Tak hanya itu, satelit ini juga sudahdilengkapi dengan digital processor sehingga bisa mengatur kapasitas sesuaidengan kebutuhan di seluruh cakupan wilayah.
Soal wilayah cakupannya, Satelit Nusantara Lima ini tidakhanya digunakan di Indonesia namun juga akan mencakup wilayah di Asia Tenggara,termasuk Malaysia dan Filipina.
PSN disebut akan mengalokasikan pemanfaatan kapasitassebesar 14 Gbps ke wilayah Filipina, 8 Gbps di Malaysia, dan sebagian besarakan digunakan di dalam negeri untuk berbagai kepentingan komersial, mulai daritelekomunikasi, perbankan, hingga kebutuhan survei seismologi.