Satu Tahun XLSmart, Apa yang Sudah Berubah?

pada 1 bulan lalu - by
Advertising
Advertising

Uzone.id— Setahun sejak merger XL Axiata dan Smartfren resmi melahirkan XLSmart pada April 2025, satu hal yang jelas: ini bukan sekadar konsolidasi, tapi upaya membangun kekuatan baru di industri telekomunikasi Indonesia.

Nilai gabungan XL Axiata dan Smartfren ini tembus Rp104 triliun, dengan proyeksi pendapatan proforma sekitar Rp45,8 triliun dan basis pelanggan awal mencapai 94,5 juta pengguna.

Nah, setelah satu tahun berjalan, apa saja yang benar-benar berubah? Ini dia beberapa sorotan penting yang bisa dibilang jadi fondasi awal XLSmart.

Ekspansi 5G semakin terlihat nyata

Dari awal, pemerintah sudah memberi mandat yang cukup ambisius ke XLSmart. Bukan cuma menyatukan bisnis, tapi juga meningkatkan kualitas layanan nasional.

Beberapa targetnya termasuk peningkatan kecepatan download hingga 16 persen dan pembangunan ribuan BTS baru, termasuk di wilayah terpencil.





Dari laporan keuangan Q4 2025 yang dibagikan perusahaan, tercatat ada 4.864 menara BTS 5G sepanjang 2025.

Melalui layanan XL Ultra 5G+, perusahaan ini menargetkan pengalaman jaringan yang merata di area terlayani. Hingga kini, puluhan kota sudah masuk dalam cakupan, dengan target ekspansi lebih luas dalam waktu dekat.

“Saat ini kami sudah menggelar 5Gblanket coveragedi 33 kota Indonesia. 18 persen ada di area Jawa Barat. Di Bali ada tiga kota yang sudah 5G,” tutur Group Head Network Operation XLSmart Agus Rohma kepada media beberapa waktu lalu.

XLSmart berencana terus melanjutkan pemerataan jaringan 5G ke 88 kota lain di Indonesia.

Kinerja keuangan langsungngegas

Sepanjang 2025, XLSmart mencatat pendapatan sekitar Rp42,5 triliun, tumbuh 23 persen YoY. EBITDA juga naik 13 persen, sementara laba bersih melonjak hingga 63 persen.

Yang menarik, lebih dari 90 persen pendapatan sekarang datang dari layanan data dan digital, bukan lagi voice atau SMS.

Mengutip berbagai sumber, sinergi merger juga mulai terasa. XLSmart mencatat dalam tahun pertama, perusahaan berhasil merealisasikan sinergi sekitar USD250 juta.




Ini datang dari efisiensi operasional, integrasi jaringan, sampai penyederhanaan produk.
Efeknya? Margin lebih sehat dan ruang investasi jadi lebih besar ke depan.

Struktur direksi baru

Merger biasanya diikuti perubahan besar di level manajemen. Struktur direksi baru dibentuk sejak hari efektif merger, dengan kombinasi eksekutif dari dua entitas sebelumnya.

Berikut daftar direksi XLSmart:

  • Presiden Direktur & CEO:Rajeev Sethi
  • Direktur:Antony Susilo
  • Direktur:David Arcelus Oses
  • Direktur:Andrijanto Muljono
  • Direktur:Feiruz Ikhwan Bin Abdul Malek
  • Direktur:Shurish Subbramaniam
  • Direktur:Yessie Dianty Yosetya
  • Direktur:Merza Fachys
  • Direktur:Jeremiah Ratadhi Setiadharma
  • Direktur:Sanjay Kumar Gordhan A Vaghasia


AXIS dan Smartfren tetap hidup

Salah satu keputusan menarik dari merger ini adalah XLSmart tidak melebur semua brand menjadi satu. Brand seperti AXIS dan Smartfren tetap dipertahankan.

Strateginya jelas dan nyaris tidak ada perubahan signifikan. Layanan XL menjadi segmen utama, lalu AXIS ditujukan ke pelanggan anak muda, sedangkan Smartfren biasanya dipakai oleh paradata-heavy user.

Dengan pendekatan multi-brand ini, XLSmart bisa menjangkau pasar lebih luas tanpa harus mengorbankan identitas masing-masing.

First Media masuk XL Satu

Masuknya First Media ke dalam layanan XL Satu menjadi salah satu perubahan yang paling terasa setelah merger XLSmart. Brand internet rumahan ini kini resmi “berpindah baju” dengan membawa konsep baru yang menggabungkan konektivitas rumah dan seluler dalam satu layanan.

Lewat semangat transformasi ini, XLSmart ingin menghadirkan pengalaman internet yang lebih kencang, stabil, dan praktis buat kebutuhan sehari-hari.

Dari sisi teknologi, XL Satu tetap mengandalkan jaringan fiber optik dengan kecepatan yang diklaim bisa tembus hingga 1 Gbps. Tapi yang jadi pembeda ada di fitur konvergensinya.

Lewat fitur “Kuota HP Sekeluarga”, pelanggan bisa berbagi kuota mobile hingga lima orang dalam satu paket. Artinya, koneksi nggak cuma optimal di rumah, tapi juga tetap nyambung saat pengguna beraktivitas di luar.

Tak hanya menyasar pengguna rumahan, XLSmart juga ikut menggarap segmen bisnis lewat XL Satu Biz. Layanan ini dirancang untuk pelaku UKM seperti kafe, kantor kecil, atau restoran, dengan kecepatan internet hingga 100 Mbps.

Dengan integrasi ini, XLSmart dipercaya semakin serius di ranah fixed broadband sekaligus memperkuat strategi konvergensi. Buat pengguna, opsinya menjadi lebih sederhana: satu layanan untuk kebutuhan internet rumah dan mobile dalam satu paket yang terintegrasi.

Happy first anniversary, XLSmart!