Sering Lihat Komentar Judol? Ternyata Akunnya Punya Ciri yang Sama

Uzone.id— Kementerian Komunikasi danDigital saat ini memfokuskan perhatian mereka pada maraknya spam komentar dimedia sosial yang berisi promosi judi online. Komentar tersebut seringkalimenyasar akun-akun denganengagementtinggi, termasuk akunpemerintah.
Pakarkeamanan siber sekaligus chairman CISSReC, Pratama Persadha mengatakan bahwaspam komentar judi online yang ada di Instagram, Facebook, X, hingga TikTokmemiliki pola yang sama.
“Polanyaseragam, foto profil wanita, tautan ke situs judul, dan dikirim secara massalke unggahan yang sedang ramai. Hal ini bukan hanya merupakan sekadar gangguan,melainkan pola serangan yang memanfaatkan celah moderasi platform,” kataPratama.
Iajuga menilai bahwa maraknya spam komentar ini menjadi salah satu pertanda kalauupaya pemerintah dalam memberantas judi online mulai memberikan tekananterhadap para pelaku.
"Ketikaakses menuju situs utama semakin banyak diputus dan ruang promosi resmi semakinterbatas, mereka mencari jalur alternatif melalui media sosial. Artinya,strategi penindakan mulai mempersulit operasional mereka sehingga metodepromosi pun terus berubah untuk menghindari pengawasan," tambahnya.
Bagaimana modus spam komentarini bekerja?
Pratama menjelaskan modusyang digunakan para penjahat siber ini memiliki namacomment spam farming.Dalampraktiknya, pelaku memanfaatkan bot atau jaringan akun palsu yang dikendalikansecara terpusat untuk menyebarkan ribuan komentar secara otomatis ke berbagaiunggahan yang memiliki interaksi tinggi.
Komentar yang dipublikasikansering kali berisi tautan menuju domain sementara, kode promosi, akun aplikasimessaging, atau petunjuk tertentu yang kemudian mengarahkan calon korbanmenuju platform perjudian.
Cerdasnya, mereka terusmengganti domain tersebut untuk menghindari pemblokiran dari platform. Bahkan,sebagian pelaku memanfaatkan akun dengan identitas yang tampak meyakinkan agarkomentar tidak langsung dikenali sebagai promosi ilegal.
Hal ini menunjukkan kalaujaringan judi online telah menerapkan teknik yang lazim digunakan dalamkejahatan siber modern, yaitu otomatisasi, penyamaran identitas, sertapergantian infrastruktur digital secara cepat.
Kini, targetnya pun bukanhanya orang yang memang mencari situs judi online, melainkan seluruh penggunamedia sosial yang kebetulan melihat unggahan tersebut.
"Semakinluas jangkauan komentar spam itu, semakin besar peluang ada pengguna yangmengeklik tautannya. Ini strategi yang mengandalkan volume," ujarnya.
Melihatmodus yang semakin cerdas dan lihai ini, Pratama menilai pemerintah saat inimengambil langkah melalui Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) denganmenerbitkan berbagai aturan serta mendorong platform memperketat moderasikonten.
Namunmenurutnya, efektivitas penanganan tetap bergantung pada keseriusan platformmedia sosial.
"Regulasi sudah ada,Komdigi sudah mendorong. Tapi kalau platformnya tidak menjalankan denganserius, mau bagaimana lagi.Mereka yang memegang kendali penuh atas sistem moderasimereka," kata Dr. Pratama Persadha.
Ia menilai platformsebenarnya memiliki teknologi yang mampu mendeteksi ribuan komentar identikyang dikirim dalam waktu singkat, mengenali akun yang dibuat secara massal,hingga mengidentifikasi jaringan akun yang saling berkoordinasi.
Oleh karena itu, langkah yangbisa dilakukan platform antara lain memperkuat deteksi otomatis terhadap polatautan berulang, mempercepat proses takedown akun Judi online, dan menyediakankanal pelaporan yang lebih responsif.
Pratama juga meminta platformuntuk memberikan notifikasi yang jelas pada pengguna ketika akun yang merekalaporkan sudah ditindak. Hal ini penting untuk membangun kepercayaan terhadapsistem moderasi.
Demi menghindarispamfarmingini, para pemilik akun besar seperti selebgram, influencer, brand,maupun akun-akun dengan follower besar diminta untuk mengaktifkan fitur blokirdan filter kata akun akun masing-masing.
“Pemilik akun bisa memblokirakun spam satu per satu, atau mengatur kata kunci seperti "judol","slot", "maxwin", "gacor", "scatter"agar komentar yang mengandung kata tersebut otomatis disembunyikan. Ini carapaling cepat dan tidak perlu menunggu platform bergerak,” sarannya.
Ia juga menghimbau masyarakatagar tidak mengklik tautan yang dibagikan di kolom komentar, tidak membalasakun spam, serta segera melaporkannya menggunakan fitur yang tersedia diplatform.
Pasalnya, membalas komentarspam justru bisa meningkatkan interaksi sehingga algoritma media sosialberpotensi menampilkan komentar tersebut kepada lebih banyak pengguna.
Dengan kata lain, semakinsedikit interaksi yang diterima akun spam dan semakin cepat laporan dikirimkan,semakin besar peluang promosi judi online dihentikan sebelum menjangkau lebihbanyak korban.