Serunya Menginap di Hotel Kapsul Bobobox, Bandung

Siang itu matahari memancarkan sinar sangat terik, jalanan Kota Bandung agak padat merayap, terlebih di depan Stasiun Bandung. Perjalanan yang harusnya bisa ditempuh dalam tiga menit molor lantaran para pengemudi tak ingin mengalah, macet pun tak terhindari.
Kendaraan yangkumparanTRAVELtumpangi akhirnya menepi di sebuah hotel di Jalan Pasir Kaliki. Ya, atas undangan dari Bobobox, kami diberi kesempatan untuk bermalam di hotel kapsul tersebut.
Untungnya saat memasuki hotel kami disapa dengan sangat ramah oleh para petugas. Hembusan AC yang dingin pun menyertai langkah kaki menujufront desk.
Pertama-tama,kumparanTRAVELharus mengunduh aplikasi hotel. Aplikasi itu digunakan untuk akses masuk ke kamar, mengontrol cahaya kamar, hinggacheck out. Kesanhigh techlangsung terlintas dibenak kami.
Setelah itu, dengan senyum ramah petugas meminta kami untuk menukarkan alas kaki dengan sandal khusus dari hotel. Sandal ini wajib digunakan selama berada di penginapan.
Tak lama kami pun diantar masuk ke dalam. Ketika membuka pintu, terlihat deretanpodberwarna putih. Beberapapodmemiliki jendela berwarna-warni tanda ada tamu di dalamnya.
Tertera pada aplikasi,kumparanTRAVELmendapat pod nomor 33, yang berarti mempunyai tempat tidurskyatau di atas.
Tepat di depan pintupod, kami menunjukanbarcodedi aplikasi pada sebuah kamera. Tak sampai hitungan dua detik, terdengar suara tanda pintupodberhasil dibuka.
Saat masuk ke dalam, langsung terfikir jika penampakan kamar mirip seperti hotel di Singapura yang sama-sama 'bermain dengan lampu'. Sebab, saat itu kamar seolah berwarna biru, efek dari cahaya lampu yang di-setting.
Di dalampoddisediakan dua buah air mineral ukuran sedang, handuk, sikat dan pasta gigi ukuran kecil, semua tersusun rapi di atas meja kecil berwarna cokelat. Tapi tidak hanya itu,podjuga memberikan fasilitas sebuah kursi kecil, tempat sampah, cermin, dan gantungan baju yang ada di balik pintu.
Sementara di bagian kanan kaca sudah 'berdiri' kasur. Uniknya, kasur ini posisinya lebih tinggi dari kasur hotel pada umumnya. Alhasil, untuk menjajal empuknya kasur,kumparanTRAVELberpijak pada kursi kayu untuk bisa naik ke atasnya.
Dengan dibalut seprei berwarna putih, kasur ini dilengkapi dengan satu buah bantal empuk dan selimut. Kasur dengan ukurankingitu sebenarnya cukup untuk dua orang dewasa, namun karenakumparanTRAVELsendiri, maka bisa leluasa bergerak bebas.
Sayangnya, kekurangan dari tempat tidur adalah jarak antara kepala ketika sedang duduk ke atap kamar, lumayan dekat. Bagi yang memiliki tubuh tinggi harus berhati-hati, khawatir terpentok.
Pada salah satu sisi kasur tersedia sebuah tablet untuk mengatur lampu kamar dan pintu, dua buahspeaker, dan juga steker.
Yang menarik, kami bisa mengatur warna lampu, baik dari aplikasi di ponsel atau dari tablet yang sudah disediakan. Pada tiga sisi kamar terlihat ada lampu yang memanjang.
Lampu-lampu tersebut bisa diubah warnanya menjadi merah, kuning, hijau, ungu, biru, putih, dan sebagainnya. Dan setiap warnanya mampu menyulap kamarpodmenjadiInstagramable.
Poddi Bobobox sendiri memiliki ukuran 8 meter, tetapi dibagi dua untuk kamarskydanearth. Jadi, masing-masing kamar berukuran 4 meter dan keduapodtersebut sebenarnya berdampingan. Alhasil, apa pun yang kamar sebelah lakukan terdengar di telinga kami.
Belum lagi di luar ruangan, jika ada yang berbicara sedikit keras pun akan terdengar. Hal ini cukup mengganggu, terlebih saat ingin benar-benar istirahat.
Tapi walau begitu, tidur di hotel kapsul khususnya di Bobobox sangat nyaman. Apa lagi dilayanani dengan petugas yang ramah, semakin membuat betah dan nilai plusnya harga yang dipatok pun sangat murah, tak sampai Rp 230 ribu.
Sudah siap untuk mencoba?