SpaceX ‘Bersih-Bersih’ di Myanmar, 2.500 Perangkat Starlink Diblokir

pada 8 bulan lalu - by
Advertising
Advertising

Uzone.id— Setelah dapatteguran dari Senator Amerika Serikat, Elon Musk akhirnya mulai melakukan sidakpengguna Starlink di Asia Tenggara, khususnya di Myanmar.

Pada Rabu, (22/10), induk Starlink, SpaceX dilaporkan telahmenonaktifkan lebih dari 2.500 perangkat Starlink di Myanmar.Perangkat-perangkat ini diketahui digunakan oleh sindikat penipuan siberinternasional yang beroperasi di wilayah tanpa hukum.

Pemblokiran perangkat ini dilakukan di tengah sulitnyaotoritas berwajib Myanmar untuk membasmi pusat penipuan online di negaratersebut. Pasalnya, jaringan penipuan ini terus berkembang di sepanjangperbatasan Myanmar dan Thailand.




Tindakan ini dilakukan setelah SpaceX berupaya dalammengidentifikasi pelanggaran di semua pasar di mana Starlink beroperasi.

"Di Myanmar, misalnya, SpaceX secara proaktifmengidentifikasi dan menonaktifkan lebih dari 2.500 paket Starlink di sekitarlokasi yang diduga sebagai 'pusat penipuan',” kata Lauren Dreyer, WakilPresiden Operasi Bisnis Starlink SpaceX, dalam cuitannya di X.

Tak hanya di Myanmar saja, Lauren juga akan melakukan halyang sama di negara-negara lainnya–dan kemungkinan di Indonesia juga untukmelakukan identifikasi pelanggaran yang berkaitan dengan perangkat mereka.




“Pada kesempatan yang jarang terjadi ketika kamimengidentifikasi pelanggaran, kami mengambil tindakan yang sesuai, termasukbekerja sama dengan lembaga penegak hukum di seluruh dunia,” tambahnya.

Pernyataan ini keluar setelah adanya penemuan 30 setpenerima dan aksesori Starlink di salah satu kompleks penipuan.

Menurut laporan terbaru dari Australian Strategic PolicyInstitute, terdapat sekitar 30 kompleks luas di sepanjang perbatasanMyanmar-Thailand yang didedikasikan untuk melakukan penipuan, termasuk wargaAmerika, hingga miliaran dolar setiap tahun.

Tindak penonaktifan ini muncul setelah pada Juli 2025 lalu,Senator Amerika Serikat, Maggie Hassan mendesak Elon Musk untuk menghentikanlayanan internet Starlink di beberapa wilayah Asia Tenggara seperti Thailand,Kamboja hingga Laos karena kasus penipuan online yang menggunakan jaringaninternet mereka.

Menurut Jaringan Penegakan Kejahatan Keuangan DepartemenKeuangan AS, jaringan penipuan ini secara kolektif telah merugikan wargaAmerika hingga miliaran dolar.

“Sindikat-sindikat semacam itu tampaknya terus menggunakanStarlink meskipun ada aturan layanan yang mengizinkan SpaceX untuk menghentikanakses karena aktivitas penipuan," tulis Hassan dalam suratnya kepada Musk,dikutip dari Reuters.

Hassan menambahkan bahwa SpaceX memiliki tanggung jawabbesar untuk mencegah para kriminal ini menggunakan layanan tersebut menargetkanwarga Amerika.