Spesifikasi Vivo Vision yang Baru Dirilis, Secanggih Apa Sih?

pada 9 bulan lalu - by
Advertising
Advertising

Dongguan, Uzone.id --Vivo akhirnya mendebutkan perangkat Mixed Reality pertama mereka Vivo Vision Discovery Edition pada hari ini, Kamis, 21 Agustus 2025 di Dongguan, Chang’an Sports Center.

Peluncurannya ini bertepatan dengan perayaan 30th Anniversary Vivo sebagai perusahaan teknologi ternama asal China. Ini menjadi tonggak baru bagi Vivo di usia ke 3 dekade mereka, sekaligus menjadi pesaing baru untuk Apple dan Meta di pasar perangkat Mixed Reality.

Vivo Vision diklaim membawa berbagai keunggulan, salah satunya adalah dengan menghadirkan perangkat yang super ringan dan body yang compact.





Hong Yi, General Manager of Vivo Smart Device Products mengatakan bahwa Vivo Vision menjadi salah satu perangkat computing yang paling ringan saat ini.

“Beratnya hanya 398 gram, hampir seberat AirPods Max milik Apple,” katanya dalam acara Vivo Product Launch di Dongguan, China, Kamis, (21/08).

Dengan bobot tersebut, Vivo mengklaim bahwa headset-nya 26 persen lebih kecil dari rata-rata perangkat serupa di industri saat ini.





Soal desainnya, Vivo Vision ini memiliki kemiripan yang luar biasa dengan Vision Pro Apple. Demi mendapat bobot yang diinginkan, Vivo kemudian merancang perangkat ini dengan bingkai logam serta material ringan seperti plastik, kaca, dan bahkan kain.

Selain bobotnya yang ringan, Vivo Vision ini juga memiliki ukuran body yang kecil dengan tinggi 83 mm dan ketebalan 40 mm.





Tidak hanya ringan dan compact, Vivo Vision didesain berdasarkan berbagai proses dan penelitian termasuk agar lebih nyaman digunakan saat penggunaan yang lama, selain itu desainnya yang ergonomis juga bisa menyesuaikan berbagai ukuran dan bentuk kepala pengguna.





Vivo juga telah mengintegrasikan kamera di kedua layarnya dan terlihat pada lensa depan perangkat, mahkota digitalnya memungkinkan untuk menggeser dan menyesuaikan opasitas layar.

Nah, soal layar, Vivo Vision ini menggunakan layar Micro-OLED dengan dual resolution hingga 8K. Tak hanya itu, demi tampilan yang lebih hidup, layarnya juga sudah didukung 94 percent DCI-P3 wide color gamut dengan akurasi warna yang diklaim tinggi.





Vivo Vision juga mengakomodasi koreksi penglihatan dari minus rendah (110°) sampai tinggi (1000°), jadi orang dengan berbagai kondisi mata (misalnya rabun jauh) bisa tetap menggunakan dengan nyaman tanpa memakai kacamata di dalamnya.

Desainnya juga menawarkan empat ukuran segel ringan dan delapan pilihan bantalan busa untuk memastikan kesesuaian optimal dan kenyamanan tahan lama, bahkan saat digunakan dalam waktu lama atau saat bergerak aktif sehingga tidak menekan wajah dan kepala.


Headset ini memiliki kendali 3D menggunakan gerakan tangan dan jari, mirip dengan Apple Vision Pro.

Perangkat bisa digunakan untuk berbagai aktivitas termasuk gaming dan menonton film, Vivo mengklaim layarnya dapat muncul sebesar lebar 120 kaki. Perangkat didukung oleh platform Snapdragon XR2+ Gen 2 milik Qualcomm.

Nah, saatnya membahas soal harga nih. Sayangnya, Vivo belum memberikan harga untuk perangkat debutan mereka ini. Tapi, Vivo sendiri sudah mulai membuka pre-order untuk offline exploration di 10 kota di China.

Karena penjualannya saja belum diumumkan, kehadirannya di berbagai negara pun belum ada hilalnya nih, Uzoners. Jadi, belum dipastikan kapan akan hadir ke Indonesia.