Spotify Akhirnya Rilis Audio Lossless

Uzone.id— Sudahditunggu-tunggu pecinta musik semenjak bertahun-tahun lalu, Spotify akhirnyamenghadirkan dukungan audiolosslessuntuk pengguna premium.
Pengumuman yang dibagikan Kamis, (11/09) ini disambutpositif oleh para pengguna yang sudah diiming-imingi fitur ini semenjak 2021lalu. Pada saat itu, Spotify sudah memperkenalkan fitur yang diklaim bisamembuat kualitas audio musik menjadi lebih tinggi, bahkan sama seperti rekamanaslinya.
Sayangnya, Spotify harus menunda perilisannya karenaterhalang beberapa hal, termasuk masalah lisensi. Hingga pada akhirnya, DanielEk akhirnya berani merilisnya saat ini.
“Penantian akhirnya berakhir, kami sangat antusiasmengumumkan bahwa fitur lossless tersedia di langganan Premium,” kata GustavGyllenhammar, VP Subscriptions Spotify.
Gustav menambah bahwa perusahaan membutuhkan waktu lamauntuk merilis fitur ini karena memprioritaskan kualitas hingga kemudahaanpenggunaan.
“Dengan Lossless, pengguna premium akan mendapatkanpengalaman mendengarkan musik yang lebih baik,” tambahnya.
Fitur Spotify lossless sendiri disebut sebagai bagian darikomitmen untuk terus meningkatkan Spotify Premium agar penggemar dapatmenemukan dan menikmati musik yang mereka cintai.
“Bersama dengan fitur-fitur populer seperti DJ, Jam, AIPlaylist, Mix baru, dan daylist, serta playlist yang dikurasi oleh timeditorial musik global terkemuka kami, layanan langganan streaming audio palingpopuler di dunia ini terus menjadi lebih baik,” tambahnya.
Untuk mengaktifkan fitur ini, pengguna perlu membuka ikonprofil di bagian kanan atas, lalu buka Settings dan Privacy, lalu buka ke MediaQuality. Lalu pilih dimana kalian bisa mengaktifkan audio tanpa kompresi,antara Wi-Fi, seluler dan unduhan.
Lossless akan diluncurkan secara bertahap ke lebih dari 50pasar hingga Oktober 2025 nanti.
Pelanggan Premium di Australia, Austria, Republik Ceko,Denmark, Jerman, Jepang, Selandia Baru, Belanda, Portugal, Swedia, AmerikaSerikat, dan Inggris Raya telah mulai mendapatkan akses. Sayangnya, belum adakabar apakah Indonesia akan mendapat fitur ini atau tidak.