Sri Mulyani Ditunjuk Masuk Dewan Pengurus Gates Foundation

Uzone.id— Nama Sri Mulyani Indrawati kembali mendapat sorotan global. Mantan Menteri Keuangan Indonesia ini resmi ditunjuk sebagai anggotagoverning boardatau dewan pengurus Gates Foundation, yayasan filantropi milik Bill Gates, yang dibentuk sejak 2022.
Penunjukan ini bukan sekadar simbolis, tetapi menempatkan Sri Mulyani di lingkar pengambil keputusan tertinggi salah satu lembaga filantropi paling berpengaruh di dunia.
Sri Mulyani dinilai bukan hanya ekonom kelas dunia, tapi juga figur kebijakan publik yang selama dua dekade terakhir membentuk arah pengelolaan fiskal, reformasi birokrasi, dan stabilitas ekonomi nasional.
Kini, pengalamannya itu akan dibawa ke panggung global, ikut menentukan bagaimana dana filantropi raksasa dikelola dan ke mana arah kebijakan pembangunan diarahkan.
CEO Gates Foundation, Mark Suzman, menilai pengalaman Sri Mulyani sangat relevan dengan misi yayasan.
“Sri Mulyani membawa pengalaman mendalam dalam membentuk hasil ekonomi yang adil – keahlian yang sangat penting untuk mencapai tujuan jangka panjang yayasan,” kata Suzman di dalam blog resmi Gates Foundation.
Ia melanjutkan, “kepemimpinannya akan membantu memastikan bahwa sumber daya kami digunakan untuk memperluas kesempatan, mendorong pertumbuhan ekonomi inklusif, dan memperbaiki kehidupan komunitas di seluruh dunia.”
Sri Mulyani menyebut momentum ini sebagai tantangan sekaligus kesempatan besar.
“Dengan waktu 20 tahun untuk menciptakan dampak sebesar mungkin bagi mereka yang paling membutuhkan, saya merasa terhormat bisa bergabung dengan Dewan Gates Foundation,” ujarnya.
Ia menyambung, “kolaborasi saya dengan yayasan ini sebenarnya sudah dimulai hampir satu dekade lalu, lewat kerja sama dalam mengeksplorasi bagaimana teknologi baru bisa memperluas kesempatan dan mendorong pembangunan yang inklusif dan berkelanjutan.”
Di dalam dewan, Sri Mulyani akan bergabung dengan tokoh-tokoh global lain seperti Strive Masiyiwa (pengusaha Afrika), Helene Gayle (pakar kesehatan global), hingga Ashish Dhawan (filantropis India).
Bersamaan dengan penunjukan Sri Mulyani, Gates Foundation juga mengumumkan restrukturisasi penting: pembentukan divisi baru Africa and India Offices (AIO). Divisi ini bertujuan memperkuat suara regional dan negara dalam menentukan strategi, prioritas, dan pelaksanaan program.
Divisi AIO dipimpin Ankur Vora, yang sebelumnya menjabat Chief Strategy Officer. Kantor regional yayasan kini aktif di lima negara Afrika (Ethiopia, Kenya, Nigeria, Senegal, Afrika Selatan) dan India, yang sejak lama menjadi fokus program pembangunan kesehatan, nutrisi, pendidikan, dan pertanian.
Selain itu, Gates Foundation menunjuk Hari Menon sebagai Presiden divisi Global Growth and Opportunity (GGO). Divisi ini menangani isu pertanian, sistem keuangan inklusif, infrastruktur digital publik, sanitasi, fortifikasi pangan, dan pendidikan global — sektor-sektor yang sangat relevan bagi negara berkembang.
Menon mengatakan fokus ke depan akan berada pada solusi berskala besar yang berdampak nyata.
“Pekerjaan GGO mencakup sektor-sektor yang bisa memberi kontribusi besar pada pertumbuhan ekonomi inklusif dan pengembangan sumber daya manusia dalam 20 tahun ke depan,” ujarnya. “Terutama di Asia Selatan dan Afrika Sub-Sahara.”
Penunjukan Sri Mulyani datang di saat krusial bagi Gates Foundation. Tahun lalu, Bill Gates mengumumkan keputusan besar: yayasan akan menghabiskan seluruh endowmen atau dana dalam 20 tahun ke depan dan menutup operasionalnya pada 2045.
Fokusnya mengerucut pada tiga tujuan utama: menekan kematian ibu dan bayi yang bisa dicegah, memastikan generasi berikutnya terbebas dari penyakit menular mematikan, serta mengangkat jutaan orang keluar dari kemiskinan.
Ia menambahkan bahwa pengalamannya di bidang keuangan global, kebijakan ekonomi, dan tata kelola yang baik akan ia bawa untuk mendukung misi tersebut.