Startup China Dapat Akses 2.300 GPU Nvidia ‘Terlarang’ Lewat Indosat

Uzone.id— Startup asal Chinaberhasil mendapatkan chip Blackwell terbaru milik Nvidia di tengah laranganDonald Trump untuk menjual chip Nvidia ke negara tersebut.
Sebagai informasi saja, Donald Trump telah melarang tegasNvidia untuk menjual chip Blackwell tersebut ke China. Alasannya masih sama,yaitu kekhawatiran terhadap keamanan nasional.
Dalam investigasi terbaru Wall Street Journal, sebuahstartup asal Shanghai, INF Tech berhasil mengakses 2.300 GPU AI Nvidia yangterlarang tersebut melalui perantara dari Indosat yang berbasis di Jakarta.
Langkah ini mungkin terlihat ilegal, tetapi para pengacaramengatakan bahwa cara ini sepenuhnya legal dan tidak melanggar hukum.
Dalam laporan yang dikutip dari Tom’s Hardware, Senin,(17/11), jalur ini dimulai di California, di mana Nvidia menjual chipterbarunya kepada Aivres, salah satu mitranya yang memproduksi server AI.
Aivres sendiri merupakan perusahaan domestik AS, namunbeberapa pihak mengklaim bahwa sebagian saham Aivres dimiliki oleh Inspur,perusahaan teknologi China yang masuk daftar hitam pemerintah AS.
Meski begitu, karena Aivres adalah perusahaan berbasis AS,mereka pun bebas dan tidak terikat oleh pembatasan ekspor yang diberlakukan keperusahaan asing selama mereka mematuhi aturan ekspor AS.
Lalu, perusahaan telekomunikasi Indonesia, Indosat OoredooHutchison terlibat dimana mereka membeli 32 rak server Nvidia GB200 dari Aivresdengan kesepakatan senilai sekitar USD100 juta.
Setiap rak-nya ini berisi 72 chip Blackwell dengan totalmencapai 2.304 GPU. Jumlah tersebut masih relatif kecil jika dibandingkandengan pusat data raksasa yang dibangun oleh raksasa AI seperti OpenAI danxAI.
Menurut laporanThe Wall Street Journal, sumbermenyebut bahwa Aivres terlebih dahulu mencarikan klien untuk Indosat melaluiINF Tech yang didirikan oleh Qi Yuan, warga negara Amerika kelahiran Tiongkokyang juga memimpin institut AI di Universitas Fudan.
Bahkan disebutkan bahwa pihak universitas turut hadir dalamnegosiasi antara INF Tech dan Indosat, meskipun INF Tech yang menandatanganikontrak. Setelah kontrak diteken, Indosat melanjutkan pembelian tersebut,dengan server-servernya telah terpasang di fasilitas mereka di Jakarta padaOktober 2025.
Kesepakatan ini dinilai sah dan legal karena baik ituIndosat Ooredoo, INF Tech, dan bahkan Universitas Fudan tidak termasuk dalamDaftar Entitas AS. INF Tech bahkan menegaskan bahwa mereka tidak melakukanpenelitian dengan aplikasi militer dan mematuhi kendali ekspor AS.
Namun, hal ini tentu menimbulkan pertanyaan, terutama dikalangan mereka yang menentang perusahaan China mendapatkan akses ke perangkatkeras Amerika.