Tafisa Games 2016, Mengenal Olahraga Skateboarding
pada 10 tahun lalu - byJuara.net

Berbeda dengan SEA Games, Asian Games, dan Olimpiade, Tafisa Games hanya akan mempertandingkan olahraga-olahraga tradisional, rekreasi, dan ekshibisi.
"Di Tafisa, tidak ada istilah juara umum," ucap Ketua Penyelenggara Tafisa World Games 2016, Hayono Isman, saat berkunjung ke Kantor TabloidBOLA, 6 September lalu.
"Memang ada kompetisi, tetapi targetnya adalah juara bersama. Menurut saya, inilah indahnya olahraga masyarakat," katanya lagi.
Selain olahraga tradisional egrang dan layang-layang, cabang olahraga ekstrem balap sepeda BMX, jetski,skateboarding, danwall climbingjuga akan dipertandingkan.
Kali ini,JUARAakan membahas mengenai olahraga ekstremskateboardingalias papan luncur.
Skateboardingpertama kali ditemukan oleh seorang tentara perempuan Amerika Serikat (AS), Betty Magnuson, yang melihat sejumlah anak-anak Prancis di area Montmartre, Paris, tengah bermain dengan papan luncur pada 1944.
Namun, olahraga ini justru muncul dan berkembang dari AS. Pada awalnya,skateboarddiciptakan sebagai solusi parasurferalias peseluncur dalam menghadapi ombak yang "datar".
Saat ini,skateboardingsudah diakui sebagai olahraga profesional, bukan hanya semata rekreasional. Bahkan, panitia penyelenggara Olimpiade Tokyo 2020 telah mengonfirmasiskateboardingsebagai salah satu olahraga yang akan dipertandingkan.
Secara umum, ada dua nomor pertandingan atau perlombaan padaskateboardingyaknitime trialdanbest trick.
Pada nomortime trial, paraskateboarderatauskater(sebutan para penggiatskateboarding) beradu kecepatan dari garis start sampai ke garis finis.
Selama melintasi trek, paraskaterakan menghadapi sejumlah rintangan yang bisa mereka lewati dengan melakukan trik-trik sederhana.
Biasanya nomor ini dipertandingkan di trekramp(trek berbentuk huruf U) dan trekbowlyang mirip kolam besar dan berkelok-kelok.
Di Indonesia, olahragaskateboardingsudah cukup dikenal masyarakat luas, terutama di kalangan anak-anak sekolah.
Beberapa komunitasskateboardingdi Jakarta bahkan memiliki basis berlatih tersendiri, di antaranya di Senayan, Cilandak, dan Kemang.