Telkom 'AI-kan' Danantara Demi Tingkatkan Produktivitas Bisnis

Uzone.id— Telkom Indonesiasemakin serius menjadikan AI sebagai salah satu senjata andalan mereka.Terbaru, Telkom menyatakan komitmennya untuk menyediakan solusi ArtificialIntelligence (AI) yang nantinya akan digunakan di Badan Pengelola InvestasiDaya Anagata Nusantara (Danantara Indonesia).
Hal ini disampaikan oleh Direktur IT Digital Telkom FaizalRochmad Djoemadi pada Kamis, (15/08). Ia mengatakan Telkom siap mendukungprogram-program Danantara Indonesia, mulai dari digital connectivity, platformhingga services dengan sokongan AI.
“Kita harus punya piloting untuk marketacceleration.Untukpilotingkita akan menjadithe only AI solution for Danantara,”katanya kepada awak media.
Faisal menambahkan bahwa saat ini, terdapat 12 sektorvertikal dan 1 sektor horizontal di Danantara dengan lebih dari 1046 perusahaandi dalamnya. Dengan cakupan tersebut, ia menyebut bahwa Danantara disebutsebagai Indonesia dalam skala yang lebih kecil.
“Danantara itu Indonesia kecil, mungkin it will be easier togo beyond Danantara. Makanya kenapa untuk AI solution kita, AI BigBox inipiloting pertama kita adalah meng-AI-kan Danantara,” tambahnya.
Salah satu yang menjadi contoh pengaplikasian AI SolutionTelkom atau ‘AI BigBox’ dalam Danantara adalah dengan membantu peran manusia didalam perusahaan. Menurutnya, perusahaan yang tidak menggunakan AI membuatproduktivitas rendah. Sementara yang menggunakan AI, produktivitas merekamenjadi meningkat.
Fiaisal mengibaratkan AI sebagai pendamping manusia. Jika tidak menggunakan AI sebagaipendamping, maka mereka akan tertinggal dari yang lain. Mencontoh MicrosoftCopilot, menurut Faisal Copilot disini adalah AI dan pilotnya tetapmanusia.
“AI itu sebagai pendamping dia. Nah pilot yang tidakmenggunakan co-pilot, pasti tidak lebih produktif daripada pilot yangmenggunakan co-pilot. Sama halnya dengan Danantara,oncekitamenggunakan AI sebagai pendampingheadcountdi Danantara, maka hasilnyaakan lebih produktif,” ujarnya.
Mengenai kemungkinan nantinya akan menggantikan peranmanusia di Danantara, Faisal menjelaskan bahwa hal tersebut ‘mungkin saja’terjadi, namun hal ini tidak akan menyebabkan pemangkasan di perusahaan.
Contohnya, di Danantara ketika terdapat karyawan tetap yang pensiun,kebanyakan dari perusahaan Danantara tidak digantikan 100 persen oleh karyawanlain.
“Jadi misalkan pensiun 100 (orang) mungkin cuma digantikan15 karyawan tetap. Bukan PHK, karyawan pensiun tidak diganti 100 persen olehnewcomers.Nah yang 80 persen diganti apa? ya diganti AI,” tuturnya.
Faisal kembali menegaskan bahwa AI ini tidak akanmenyebabkan PHK melainkan mengganti karyawan yang memang sudah waktunyapensiun.
“Bukan mengurangi karyawan, tidak ada. Hanya saja yangpensiun tidak digantikan 100 persen. Kira-kira seperti itu,” tambahnya.