Tensi Makin Panas, Mantan Karyawan Google Kirim Data Rahasia ke Iran

Uzone.id—Tensiantara Amerika Serikat dan Iran semakin memanas! Di tengah keinginan kuat ASuntuk membombardir Iran oleh pesawat tempur mereka, muncul kehebohan lain yangberpotensi membuat tensi keduanya semakin bergejolak.
Baru-baru ini, dua mantan teknisi Google dengankewarganegaraan Iran kepergok mencuri data rahasia Google untuk dikirimkan keberbagai lokasi termasuk ke negaranya sendiri.
Dua insinyur Google dan salah satu suami tersebut saat inisudah didakwa di Amerika Serikat atas dugaan pencurian rahasia dagang milikGoogle dan perusahaan teknologi lainnya.
Mereka didakwa atas dugaan pencurian rahasia dagang terkaitprosesor Tensor milik Google untuk ponsel Pixel, termasuk informasi keamananprosesor dan kriptografi dan mengekstraksi ratusan berkas penting lainnya.
Tak hanya itu, ketiganya juga didakwa atas 14 tuduhan laintermasuk kejahatan konspirasi, pencurian rahasia dagang, dan penghancuranbukti.
Oknum-oknum tersebut adalah Samaneh Ghandali berusia 41tahun dan merupakan seorang insinyur hardware di Google dan saudaranya SoroorGhandali yang pernah menjadi karyawan magang di Google.
Tindakan mereka kemudian dibantu oleh suami dari Samanehyaitu Mohammad Javad Khosravi 40 tahun yang merupakan seorang insinyur diperusahaan teknologi lain.
Karena perbuatannya tersebut, mereka kemungkinan dijatuhihukuman penjara minimal 20 tahun oleh pengadilan federal San Jose.
Saat mengetahui tindakan tersebut, Google langsungmelaporkan masalah ini ke FBI dan melakukan pelacakan pada mantan karyawannyatersebut.
"Kami telah memperkuat pengamanan untuk melindungiinformasi rahasia kami dan segera memberitahukan pihak berwenang setelahmenemukan insiden ini," kata José Castañeda, juru bicara Google dalamsebuah pernyataan, dikutip dari Bloomberg.
Ia menambahkan bahwa dakwaan yang dilayangkan ke 3 WN Irantersebut merupakan langkah penting dan pertanggungjawaban perusahaan, Googlepun akan terus bekerja untuk memastikan rahasia dagang mereka tetap aman.