Terbongkar Alasan Deepfake Gampang Diakses, Ternyata Semurah Ini

pada 8 bulan lalu - by
Advertising
Advertising

Uzone.id— Konten-kontendeepfake semakin hari semakin mudah ditemukan. Saking maraknya, Komdigi sempatmenghimbau berbagai platform untuk segera menyediakan solusi untuk membedakanmana konten-konten buatan deepfake AI dan mana konten yang asli.

Ternyata, maraknya konten palsu alias deepfake ini didukungoleh kampanye atau iklan di darkweb yang menawarkan layanan deepfake video danaudio real-time dengan harga yang super murah.

Tim Riset dan Analisis Global Kaspersky atau GReAT menemukankalau iklan deepfake di darkweb kini dibanderol dengan harga 400 kali lebihmurah dari awal-awal kehadiran teknologi ini.




Sekarang, harga dari layanan deepfake ini dilaporkan hanyadijual mulai dari USD50 untuk video palsu dan USD30 untuk pesan suara palsu.Ini baru harga dasar karena biaya akan terus meningkat berdasarkan kompleksitasdan durasi konten. 

Temuan ini diperoleh setelah menganalisis beberapa platformberbahasa Rusia dan Inggris.

Sebelumnya, Kaspersky sudah pernah mengidentifikasi layananpembuatan deepfake di platform darkweb dengan biaya berkisar antara USD300hingga USD20 ribu per menit.

Nah, dengan harga yang jauh lebih murah, layanan yangtersedia saat ini memungkinkan pelaku kejahatan siber untuk menghasilkan kontenaudio dan video palsu secara real-time.

Iklan-iklan layanan yang berseliweran ini menampilkanbeberapa layanan konten deep fake, termasuk pertukaran wajah secara real-timeselama panggilan video di platform konferensi video atau aplikasi pesan instan,penggantian wajah untuk verifikasi, dan penggantian umpan kamera di perangkat.

Beberapa penawaran bahkan mengklaim dapat menyinkronkanekspresi wajah dengan teks dalam bahasa asing, serta menyediakan alat kloningsuara dengan kemampuan menyesuaikan nada dan emosi.




Namun, Kaspersky menekankan bahwa sebagian besar iklan inikemungkinan hanyalah penipuan untuk menipu calon pembeli. Meski begitu, trenmeningkatnya permintaan layanan deepfake menunjukkan aktor berbahaya terusbereksperimen dengan AI untuk mendukung operasi mereka.

“Kita tidak hanya melihat iklan yang menawarkan‘deepfake-as-a-service’, tetapi juga permintaan yang jelas akan alat-alat ini.Aktor berbahaya secara aktif bereksperimen dengan AI dan mengintegrasikannya kedalam operasi mereka,” ujar Dmitry Galov, Kepala Tim Riset dan Analisis GlobalKaspersky.

Untuk menghadapi ancaman ini, Kaspersky pun menyarankanperusahaan memastikan sistem keamanan siber yang efektif, melatih para karyawanmengenali ciri-ciri deepfake, serta meningkatkan literasi digital. Denganbegitu, organisasi dapat lebih siap melawan risiko manipulasi AI yang semakincanggih.