Terungkap, Lumpuhnya Cloudflare Bikin Perusahaan Rugi Rp1 Kuadriliun

pada 7 bulan lalu - by
Advertising
Advertising

Uzone.id— Masih ingatkejadian error serempak yang dialami X, ChatGPT, Snapchat, Zoom, Spotify, AWS,dan ratusan situs lainnya di seluruh dunia? Insiden yang terjadi pada 18November 2025 ini disebut-sebut jadi ‘kiamat internet kecil’ karena efeknyayang gak main-main.

The Guardian menyebut kalau skala Cloudflare saat ini cukupbesar secara global dimana mereka melayani 20 persen situs web di seluruhdunia, termasuk ratusan situs di Indonesia. Makanya, error-nya Cloudflare inimenimbulkan efek nyata, bahkan bikin aktivitas pengguna terganggu.

Baru-baru ini, Tom’s Guide memperkirakan kalau errorCloudflare ini menyebabkan kerugian finansial yang tidak sedikit bagi paraclient yang menggunakan layanan mereka.




Menurut layanan pemeliharaan situs web bernamaSupportMy.website, kerugian yang disebabkan oleh Cloudflare ini mencapai USD5miliar hingga USD15 miliar untuk setiap jam gangguan. 

Nah, jika dihitung semenjak angguan pertama kali terjadi,itu berarti kerugian maksimum yang diperkirakan mencapai sekitar USD60 miliaratau sekitar Rp1 kuadriliun (Rp1.000.295.999.999.999).

Kerugian ini tentu adalah jumlah yang sangat besar, apalagihal ini menimpa 35 persen perusahaan Fortune 500 yang bergantung pada layananCloudflare. Meskipun hanya berlangsung beberapa jam, gangguan tersebut telahmenyebabkan banyak kerugian.

"Dari reputasi hingga keuntungan bersih, Cloudflareadalah salah satu sistem yang seringkali tidak disadari oleh banyak bisnisbahwa mereka menggunakannya. Tapi ketika sistem ini down, dampaknya langsungterasa sekali" kata Jason Long, pendiri SupportMy.website.




Saat ini, perusahaan ini menghasilkan lebih dari USD500 juta(£440 juta) per kuartal dari hampir 300 ribu pelanggan yang beroperasi di 125negara, termasuk Indonesia.

Soal penyebab gangguannya, pihak Cloudflare sudahmenyampaikan perminta maafannya dan menyebut kalau gangguan ini tidak adakaitannya sama sekali dengan serangan siber. Setelah ditelusuri lebih dalam,gangguan ini disebabkan oleh masalah teknis internal.

“Hal ini dipicu karena adanya perubahan izin pada salah satusistem basis data kami, yang menyebabkan basis data menghasilkan entri ganda kedalam "feature file" yang digunakan oleh sistem Manajemen Bot kami,”tulis pihak Cloudflare dalam blog resminya, dikutip Rabu, (19/11).

Gara-gara entry ganda ini, file ini pun menjadi dua kalilipat ukurannya. Lalu, karena diatur secara otomatis, file-file ini membengkakitu dikirim ke semua server di jaringan Cloudflare.

Masalahnya, software yang bertugas mengarahkan lalu lintasinternet di server-server itu punya batas ukuran file yang bisa dibaca. Nah,karena ukuran file baru ini lebih besar dari batas tersebut, pada akhirnya halini menyebabkan gangguan pada server dan merembet ke situs yang menggunakanCloudflare.