Tes Baterai Si Tipis iPhone Air: Kecil, tapi Cukup 9-to-5

Uzone.id-iPhone Air ibarat ‘anomali’ di industrismartphone. Bagaimana tidak, iPhone Air dirancang begitu tipis, bahkan jadi salah satu ponsel tertipis yang pernah dibuat Apple. Dan, iPhone Air juga ditopang oleh baterai yang jauh lebih kecil dibandingsmartphoneAndroid saat ini, hanya 3.149 mAh saja.
Alhasil, banyak orang yang skeptis (termasuk kami) tentang seberapa tahan baterai iPhone Air untuk menemani penggunanya sehari-hari. Kami memang nggak mau berspekulasi dan enggan juga kasih tanggapan macam-macam kalau memang belum mencobanya langsung.
Beruntung, timUzone.idakhirnya menggunakan iPhone Air yang sudah dinanti sejak lama. Dan salah satu fokus kami saat membuka kemasan, menyalakannya, dan login akun Apple adalah, “wajib banget ngetes ketahanan baterainya nih.”
Spesifikasi iPhone Air
Sebelum masuk ke bahasan utamanya, mari bahas sedikit spesifikasi utama iPhone Air ini. Soal desain, memangno debat, iPhone Air jadismartphonepaling ringan dan tipis yang pernah kami coba, bahkan lebih ramping dari Samsung Galaxy S25 Edge sekalipun.
iPhone Air punya dimensi ketebalan 5,6 mm dengan bobot cuma 165 gram. Bahkan lebih kuat dari iPhone 17 Pro dan 17 Pro Max, iPhone Air juga jadi satu-satunya model iPhone terbaru yang masih menggunakan titanium, dipadukan dengan sudut bodi yang lebih membulat, sehingga memberikan ilusi bodi yang sangat tipis.
Di depan, iPhone Air punya panel LTPO Super Retina XDR OLED seluas 6,5 inci yang sudah dukung ProMotion 120Hz.
Ya, layarnya memang dibuat setara dengan iPhone 17 Pro dan 17 Pro Max,plusdengan resolusi yang dibuat tinggi juga, mencapai 1.260 x 2.736 piksel. Layarnya juga sudah dukung HDR10 dan Dolby Vision, fungsi True Tone juga hadir.
iPhone Air ditenagai Apple A19 Pro yang mengusung konfigurasi CPU 6-core dengan 2xperformance-corepada kecepatan 4,26 GHz dan 4xefficiency-corepada kecepatan 2,6 GHz. Bedanya dengan versi Pro, GPU-nya hanya 5-core saja.
Sayang, beda dengan Samsung Galaxy S25 Egde yang punyavapor chamber, iPhone Air belum memiliki sistem pendingin di dalam bodinya.
Seperti yang sudah kami bilang di awal, baterai ponsel ini hanya 3.149 mAh yang jauh di bawah rata-ratasmartphonesekarang dengan kapasitas di atas 5.000 mAh. iPhone Air juga hanya mendukung pengecasan 20W saja, itupun pengisian dayanya tidak lebih dari 18W.
Dan di sektor kamera, iPhone Air hanya bawa satu kamera utama 48 MP dengan kemampuan rekam video yang terbatas di 4K 60 FPS. Sementara di depan, ponsel ini punya kamera depan 18 MP dengan sensor unik yang memudahkan pengambilan foto horizontal.
Tes baterai iPhone Air
Untuk menguji iPhone Air, kami benar-benar menggunakan ponsel ini sebagaidaily driver, yang berarti penggunaannya pun lumayan berat, dari rutin buka WhatsApp, Instagram, Facebook, Twitter, hingga YouTube, sering buka Notes, mengakses email, termasuk juga main game.
Sekali lagi, kapasitas 3.149 mAh yang diusung iPhone Air memang terlihat ‘mini’ jika dibandingkan dengan standar ponsel Android terbaru yang rata-rata sudah 5.000 mAh. Bisa dibilang, satu-satunya yang diandalkan untuk ketahanan baterai ini adalah optimalisasi software Apple yang harusnya bisa menutupi kekurangan kapasitas tersebut.
Ada dua metrik hasil yang kami jadikan patokan. Pertama, Screen Active Time atauscreen on time(SoT), yang berarti durasi total layar iPhone menyala saat digunakan, mulai dari chatting, scrolling media sosial, hingga nonton video.
Kedua adalah Screen Idle, yaitu durasi ponsel dalam mode standby, dimana iPhone tetap menerima notifikasi dan melakukan sinkronisasi di latar belakang.
Dari pengujian kami, iPhone Air mendapatkan rata-rata waktu aktif di rentang 3,5 hingga 4,5 jam. Waktu ini terbilang sangat standar, tapi lumayan impresif untuksmartphonedengan kapasitas setengah lebih kecil dari rata-ratasmartphonesekarang.
Khusus untuk gaming, main game seberat Assassin's Creed Mirage pada grafis tertinggi (High) selama 30 menit, baterainya bisa berkurang 8-10 persen. Ini hasil yang impresif, mengingat game yang kami mainkan merupakan game AAA hasilportingdari konsol, dan memang eksklusif untuk iPhone generasi terbaru.
Jika dikalkulasi, maka satu jam bermain game seberat ini ‘hanya’ menghabiskan sekitar 16-20 persen baterai saja. Jadi secara teori, ini berarti iPhone Air bisa bertahan hingga 5 jam penuh hingga baterainya benar-benar habis.
Kalau melihat waktu hidup totalnya, dari baterai 100 persen hingga menjelang habis (di kisaran 4-10 persen), iPhone Air memberikan total waktu penggunaan hingga lebih dari 12 jam. Itu artinya, iPhone Air memangsmartphoneyng pas untuk skenario9-to-5atau baterai yang bisa menemani pengguna dari pagi hingga jam pulang kantor.
iPhone Air sesungguhnya menawarkan kemampuan baterai yang impresif untuk kapasitasnya yang super kecil, terutama buat kami seorangpower useryang sebelumnya menggunakan iPhone 16 Pro Max.
Hanya ada satu kompromi selama kami menggunakannya, yakni tidak sering-sering main game di iPhone Air. Performanya memang begitu kencang, namun sering main game, maka mengorbankan banyak jatah waktu aktif yang sudah terbatas.
Dan masalahnya, baterai kecil ini harusnya diimbangi dengan pengisian daya yang cepat, sayang Apple justru melakukan sebaliknya. iPhone Air lebih ke ‘main aman’, karena hanya mendukung input daya 20W.
Hasilnya, 40 menit pengisian mampu mengembalikan daya ke 73 persen. Untuk mencapai 80 persen, butuh waktu 50 menit. Sementara untuk pengisian penuh 100 persen, harus menunggu sekitar 90 menit. Angka ini jelas tertinggal jauh dari standar Android.