Tol Jakarta–Bandung Baru Siap Dipakai Gratis Saat Lebaran 2026

Uzone.id– Perjalanan dari Jakarta ke Bandung dalam waktu dekat tidak lagi harus identik dengan macet panjang dan drama di Tol Cipularang. Jalan Tol Jakarta-Cikampek II Selatan (Japek II Selatan) yang digadang-gadang sebagai “jalur baru” Jakarta-Bandung kini makin mendekati tahap operasional penuh, dan kabar baiknya, masyarakat bisa mencicipinya secara gratis saat Lebaran 2026.
Tol yang membelah koridor selatan Jawa Barat ini bukan sekadar proyek infrastruktur biasa. Dengan panjang total sekitar 62 kilometer, Japek II Selatan dirancang sebagai jalur alternatif untuk mengurai kepadatan Tol Jakarta-Cikampek eksisting yang selama ini menjadi urat nadi pergerakan kendaraan menuju Bandung dan sekitarnya.
Lebih dari itu, kehadiran tol ini berpotensi mengubah cara orang memandang jarak Jakarta–Bandung. Jika seluruh ruas beroperasi penuh, perjalanan antardua kota ini diproyeksikan bisa ditempuh sekitar 45 menit saja dengan kecepatan rata-rata 80 km/jam.
Artinya, Bandung bisa terasa “lebih dekat” dari sebelumnya.
Secara geografis, Tol Japek II Selatan menghubungkan Tol Lingkar Luar Jakarta di Jati Asih, Bekasi, hingga Tol Purbaleunyi di Sadang, Purwakarta.
Jalur ini melewati kawasan yang selama ini belum tersentuh langsung akses tol utama, sekaligus membuka konektivitas baru bagi wilayah industri, permukiman, hingga destinasi wisata di Jawa Barat bagian selatan.
Berdasarkan data Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) Kementerian PUPR, progres pembangunan proyek strategis nasional ini menunjukkan perkembangan signifikan.
Beberapa paket konstruksi sudah memasuki tahap akhir, terutama ruas Bojongmangu–Sadang yang progresnya telah menembus angka 90 persen. Sementara itu, ruas lain masih dalam percepatan pembebasan lahan dan penyelesaian konstruksi.
Tol ini dirancang memiliki tujuh gerbang tol: GT Jati Asih, GT Bantar Gebang, GT Setu, GT Sukaragam, GT Taman Mekar, GT Kutanegara, dan GT Sadang.
Dengan desain seperti itu, Japek II Selatan tak hanya melayani arus mudik, tapi juga diharapkan menjadi tulang punggung baru pergerakan logistik dari dan menuju kawasan industri di Bekasi, Karawang, hingga Purwakarta.
Gratis saat Lebaran
Kabar yang paling menarik tentu datang dari rencana fungsionalisasi tol ini saat Lebaran 2026. PT Jasa Marga Tbk memastikan ruas Japek II Selatan kembali dibuka secara fungsional dan gratis, dengan panjang yang lebih jauh dibanding tahun sebelumnya.
Jika pada Lebaran 2025 tol ini hanya dibuka dari GT Sadang hingga GT Bojongmangu sepanjang 31,25 km, tahun ini ruas fungsional diperpanjang dari GT Sadang hingga GT Setu di Bekasi, dengan total sekitar 54,75 km.
Direktur Utama Jasa Marga Rivan Achmad Purwantono menjelaskan bahwa pembukaan fungsional ini memang dirancang sebagai solusi saat puncak arus mudik dan balik.
"Sebenarnya nggak ada yang berubah ya. Fungsional (saat Lebaran) sekarang malah akan ditambah, jadi fungsional masih ada. Yang kita rencanakan adalah Japek II Selatan," kata Rivan, dikutip dari beberapa sumber.
Dengan diperpanjangnya ruas hingga Setu, pengendara kini tak lagi harus melewati kawasan industri seperti tahun lalu, yang sempat menjadi catatan tersendiri bagi pemudik.
"Kalau dulu kan harus melewati kawasan industri, sekarang (jalan tolnya) sudah sampai Setu. Ya walaupun fungsional Setu dan kemudian juga akan kita rencanakan untuk dilengkapi lampu dan sebagainya. Lampu permanen ya, supaya masyarakat yang melewati juga nggak merasa gelap," ujar Rivan.
Salah satu tujuan utama pembangunan Japek II Selatan adalah mengurangi kepadatan di titik-titik rawan seperti KM 66 Tol Jakarta-Cikampek eksisting, terutama saat musim mudik dan balik. Dengan adanya jalur alternatif di selatan, beban lalu lintas di jalur utama diharapkan bisa terdistribusi lebih merata.
Tak hanya berdampak jangka pendek untuk Lebaran, tol ini juga diproyeksikan menjadi fondasi penting bagi sistem transportasi Jawa Barat ke depan.
Dengan total investasi mencapai Rp14,69 triliun dan masa konsesi 35 tahun, Japek II Selatan diharapkan mampu menurunkan biaya logistik dan meningkatkan efisiensi distribusi barang, terutama bagi kawasan industri yang selama ini bergantung pada Tol Jakarta–Cikampek eksisting.
BPJT sendiri menilai peran tol ini sangat strategis dalam pengembangan wilayah.
"Jalan Tol Jakarta-Cikampek II Selatan dibangun sebagai jalur alternatif menuju dan dari Jawa Barat hingga seterusnya, sekaligus untuk mendukung konektivitas antarwilayah. Saat ini, beberapa seksi telah memasuki tahap konstruksi dan telah difungsikan secara terbatas pada Lebaran 2025. Kehadiran tol ini diharapkan memperlancar mobilitas sekaligus mendorong pengembangan kawasan industri, permukiman, dan pariwisata di sepanjang koridornya," tulis BPJT.
Di luar momentum Lebaran, Tol Japek II Selatan berpotensi mengubah lanskap ekonomi dan mobilitas di selatan Jawa Barat. Akses yang lebih cepat dan langsung akan membuka peluang tumbuhnya kawasan baru, mulai dari industri, perumahan, hingga pariwisata.
Bagi warga Jakarta dan sekitarnya, tol ini juga bisa menjadi “jalur favorit baru” menuju Bandung dan daerah-daerah di sekitarnya, tanpa harus bertumpu sepenuhnya pada Cipularang yang selama ini kerap jadi momok kemacetan.