Tren Live Commerce: Lowongan ‘Host Live’ Tembus 10 Ribu di Indonesia

Uzone.id— Layanan livestreaming di e-commerce atau yang sering disebut live commerce terus mengalamipeningkatan setiap tahunnya. TikTok Shop by Tokopedia menyebut bahwa hinggasaat ini, hampir 77 persen pengguna e-commerce melakukan transaksi melaluifitur live shopping di e-commerce.
Menjadi fitur favorit untuk bertransaksi, fitur liveshopping di TikTok Shop sendiri turut menguntungkan para penjual UMKM maupunaffiliate yang menjual produk melalui cara ini.
Dalam temuan terbaru TikTok Shop, transaksi parapenjual di TikTok Shop meningkat hingga 30 kali lipat berkat adanya livestreaming ini. Tak hanya itu, fitur yang berkaitan dengan video, seperti shortvideo juga menyumbang kenaikan transaksi hingga 31 persen.
“Jadi dampak dari konten itu sangat penting. Mau itu shortvideo ataupun live streaming. Karena guna masing-masing konten itu berbeda.Live streaming itu engagement, real time, bisa berinteraksi langsung denganpara pelanggan lebih dekat,” kata Senior Director of E-Commerce Tokopedia danTikTok Shop Indonesia, Stephanie Susilo dalam acara Media Workshop Live TikTok,Senin, (20/10).
Stephanie juga mengungkap temuan lain dimana profesi yangberkaitan dengan live commerce terus mengalami peningkatan, salah satunyaadalah pekerjaan host untuk live streaming.
Berdasarkan data kanal rekrutmen nasional sepertiSIAPkerja-Karirhub Kemnaker dan berbagai platform daring lainnya, permintaanterhadap profesi LIVE Host kini menempati posisi teratas di antara pekerjaanyang paling dibutuhkan di Indonesia.
“Sepanjang Januari-Agustus 2025, tercatat lebih dari 786ribu lowongan dari 89.853 perusahaan. Profesi host live streaming menjadi salahsatu pekerjaan dengan lowongan terbanyak, mencapai 10.190 lowongan pekerjaan,”katanya.
Melihat minat yang terus meningkat, TikTok Shop by Tokopediapun menyediakan berbagai program dan bekerja sama dengan berbagai kementerian.Salah satunya adalah dengan program Creators Lab untuk memberikan pelatihanterkait ekosistem kreator digital, lalu program Emak-Emak Melek Teknologi(Emak-Emak Matic) agar menjadi affiliate content creator yang profesional,berkualitas, dan berdaya saing tinggi.
Tokopedia dan TikTok Shop mendukung program Juragan UMKMdengan mengintegrasikan Creators Lab untuk mengedukasi kreator, baik affiliatemaupun penjual tentang pemanfaatan konten video pendek dan live streaming.
Ada juga program KALCER (Kemenperin Angkat Lokal CepatTerkenal) untuk memberikan pelatihan bagi pelaku usaha agar dapat meningkatkanpenjualan dan pendapatan mereka di platform digital.
Stephanie menjelaskan bahwa program pelatihan sertakerjasama ini menjadi cara perusahaan untuk mendukung jutaan penjual termasukpelaku UMKM yang berkontribusi lebih dari 60 persen terhadap PDB nasional.