Turut Hadirkan Program MBG, Grab-OVO Andalkan Teknologi Real-Time

Uzone.id— Grab dan OVO turutmenghadirkan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) sebagai bentuk kontribusisektor swasta dalam mendukung program strategis nasional yang saat iniberlangsung.
Program ini sepenuhnya didanai dari dana CSR Grab-OVO dandukungan mitra swasta non-profit dan hadir sebagai pelengkap programpemerintah, dengan fokus pada keamanan pangan, tata kelola yang akuntabel,serta dampak sosial dan ekonomi berkelanjutan.
Sebagai bagian dari pelaksanaan program ini, Grab dan OVOjuga menghadirkan Command Center MBG, yaitu pusat pemantauan berbasis teknologiyang berfungsi untuk memastikan keamanan pangan dan konsistensi standaroperasional.
Dibandingkan dengan pengawasan manual, Command Center bisamembantu program MBG Swasta menerapkan standar keamanan makanan yang lebihkonsisten dan transparan serta tentunya terarah.
Tirza Munusamy, Chief of Public Affairs, Grab Indonesiamengatakan kalau keamanan pangan bukan sekedar standar melainkan soal tanggungjawab terhadap masa depan anak-anak di Indonesia.
“Sebagai inisiatif CSR yang dijalankan oleh sektor swasta,tanggung jawab kami bukan hanya memastikan makanan tersalurkan, tetapi jugamemastikan prosesnya aman, transparan, dan dapat dipertanggungjawabkan,” kataTirza dalam keterangannya.
Ia melanjutkan, “Melalui pemanfaatan teknologi, kami inginmemastikan setiap makanan yang sampai ke tangan siswa aman, terjagakualitasnya, dan benar-benar memberi dampak nyata bagi tumbuh kembang mereka.”
Grab menjelaskan bahwa saat ini proses MBG Swastaterdokumentasi secara digital, mulai dari deklarasi kesiapan mitra UMKM,konfirmasi pengiriman, hingga umpan balik dari sekolah.
Sistem ini sekaligus memudahkan evaluasi dan perbaikanberkelanjutan melalui pendampingan serta edukasi kepada mitra UMKM yang bekerjasama dengan Grab dan OVO.
Rizal Sutono, Ketua Umum Yayasan Inklusi Pelita Bangsa(YIPB) yang menjadi salah satu mitra Grab-OVO dalam program MBG Swasta, menilaipendekatan ini sebagai praktik baik pengelolaan program sosial berbasiskolaborasi. Menurutnya, pemanfaatan teknologi membuat inisiatif sektor swastabisa berjalan lebih terukur dan konsisten, terutama dalam menjaga keamananpangan bagi anak-anak.
Sejak diluncurkan pada September 2024, program MBG Swastatelah menjangkau 30+ sekolah (termasuk sekolah khusus) dengan lebih dari 4.500penerima manfaat murid dan guru, serta melibatkan lebih dari 20 mitra UMKM dankantin sekolah di 11 kota/kabupaten.
Kedepannya, Grab, OVO, dan Yayasan Inklusi Pelita Bangsaberkomitmen untuk terus menyempurnakan pendekatan berbasis teknologi ini agarkualitas dan keamanan pangan dapat terjaga secara konsisten.
Grab dan Ovo menyelenggarakan program MBG Swasta denganberkolaborasi dengan lintas organisasi dan pemangku kepentingan, termasuk PPMuhammadiyah, Gerakan Keluarga Maslahat Nahdlatul Ulama (GKMNU), YayasanInklusi Pelita Bangsa (YIPB), Yayasan Benih Baik, Baja Perkasa Sentosa (ArthaGraha Peduli Group), Yayasan Astra, GK Foundation, serta mitra lainnya.
Selain itu, MBG Swasta juga melibatkan UMKM lokal sebagaimitra utama dalam rantai pasok. Melalui pendampingan berbasis teknologi yangdihadirkan oleh Grab, UMKM didorong untuk menerapkan standar kebersihan danoperasional yang lebih baik, sekaligus memperkuat kapasitas usaha mereka secaraberkelanjutan.