Viral Gerakan QuitGPT: Pengguna Ajak Boikot ChatGPT, Ini Alasannya

pada 4 bulan lalu - by
Advertising
Advertising

Uzone.id— Sebuah gerakan dimedia sosial ‘QuitGPT’ banyak menyita perhatian bahkan bisa jadi ancaman seriusbuat induk ChatGPT, OpenAI. Pasalnya, gerakan tersebut mengajak penggunaberhenti dan membatalkan langganan di chatbot AI tersebut.

Per hari Rabu, (11/02), ajakan boikot ChatGPT ini sudahmelibatkan sekitar 700 ribu orang yang kebanyakan berasal dari Amerika Serikat.

“700 ribu lebih (pengguna) telah mengambil aksi sebagaibagian dari boikot,” tulis situs QuitGPT.






Kampanye serupa juga dilakukan di platform lain sepertiInstagram, terpantau followers dari akun resmi @quitgpt terus mengalamikenaikan semenjak 30 Januari 2026 lalu. Bahkan, salah satu postingannya sudahdilihat lebih dari 30 juta kali dengan like mencapai 1,6 juta kali.


Foto: Situs Quitgpt.org



Bukan tanpa alasan, ternyata gerakan ini digaungkan sebagaibentuk protes warga AS pada tindakan presiden OpenAI, Greg Brockman yangmenjadi penyumbang terbesar untuk kampanye MAGA milik Donald Trump. 

Brockman diketahui menyumbang kurang lebih USD25 juta untukagenda kampanye tersebut begitupun dengan OpenAI yang disebut telahberkolaborasi dengan ICE (U.S. Immigration and Customs Enforcement) untukmenggunakan alat screening resume yang didukung oleh ChatGPT-4.






Seperti yang sudah diketahui, ICE telah menjadi titik panaspolitik di Amerika Serikat dalam beberapa pekan terakhir sejak agen-agen merekamenembak mati dua orang di Minneapolis pada bulan Januari.

Hanya dalam beberapa minggu terakhir, pengguna ChatGPT telahmembanjiri Reddit dengan cerita mereka tentang berhenti menggunakan chatbottersebut. Banyak yang menyesalkan kinerja GPT-5.2 yang tak sesuai keinginanmereka dan banyak juga yang melakukan boikot sebagai bentuk solidaritas.

Hingga saat ini, pihak OpenAI dan ChatGPT belum memberikantanggapan apapun terkait gerakan ini maupun terkait pengguna mereka yang secaramassal berhenti berlangganan di platform mereka.