Volkswagen Kena Krisis Lagi, Tutup 4 Pabrik dan PHK 100 Ribu Karyawan

pada dalam 3 jam - by
Advertising
Advertising

Uzone.id— Produsen mobilmewah asal Jerman, Volkswagen, dikabarkan akan melakukan restrukturisasiterbesar sepanjang sejarah perusahaan berdiri. Volkswagen disebut sedang dalampertimbangan untuk menutup 4 pabrik di Jerman dan memangkas 100 ribu orangkaryawan.

Mengutip laporanReuters, Sabtu, (27/06), rencana tersebutsudah disampaikan kepada anggota dewan pengawas Volkswagen dan akan dibahasdalam rapat perusahaan pada 9 Juli mendatang.

Jika langkah ini benar-benar diambil, pabrik Volkswagen yangakan dikorbankan antara lain Hanover, Zwickau, Emden, serta fasilitas Audi diNeckarsulm.

Setidaknya sebanyak 45 ribu lapangan akan terdampak daripenutupan ini, angka ini ditambah dengan 50 ribu karyawan yang akan terdampakakibat rencana PHK massal yang sebelumnya sudah masuk dalam jadwal perusahaan.

Secara total, jumlah karyawan yang terdampak bisa mencapai100 ribu orang.




Gak cuma jadi restrukturisasi terbesar perusahaan, jikabenar-benar terwujud, ini juga akan menjadi restrukturisasi terbesar dalamsejarah industri otomotif dunia, bahkan melampaui pemangkasan General Motorsyang sempat krisis finansial 2009 dan memangkas 74 ribu karyawan.

Tak hanya menutup pabrik, Volkswagen juga dikabarkan akanmemangkas investasi sekitar 15 persen dalam lima tahun ke depan. Perusahaanjuga disebut tengah mempertimbangkan restrukturisasi besar-besaran denganmemisahkan merek utama Volkswagen dan divisi suku cadangnya menjadi entitasyang berbeda.

Salah satu pemegang saham Volkswagen menyebut kalau biayahingga penjualan jadi salah satu masalah yang dihadapi perusahaan. 

“Biaya tinggi itu hanyalah gejala, bukan penyebabnya. ​Halitu tidak mengatasi akar masalahnya, yaitu penjualan yang lesu," kata IngoSpeich dari Deka, pemegang saham Volkswagen, dikutip dari sumber yang sama.

Volkswagen saat ini memang sedang menghadapi tekanan dariberbagai arah. Perusahaan juga semakin sulit bersaing dengan produsen mobilasal China yang agresif menawarkan kendaraan listrik dengan harga lebihkompetitif.

Dalam beberapa tahun terakhir, pangsa pasar produsen mobilnon-China di Negeri Tirai Bambu terus menyusut. Data AlixPartners menunjukkanpangsa pasar mereka turun dari 57 persen pada 2020 menjadi hanya 32 persen pada2025.




Padahal, Volkswagen selama bertahun-tahun menjadi produsenmobil nomor satu di China tapi kini sudah mulai disalip BYD pada 2024 dan turunlagi ke posisi ketiga pada 2025.

Meski begitu, Volkswagen belum mengkonfirmasi kabartersebut. Juru bicara perusahaan hanya mengatakan bahwa seluruh grup Volkswagenmemang perlu menjalani perubahan besar agar tetap kompetitif.

"Seluruh grup, termasuk merek dan anak perusahaannya,harus menjalani perubahan yang menyeluruh," kata juru bicara Volkswagen.