Wacana Influencer Wajib Punya Sertifikasi, Ini Kata YouTube Indonesia

pada 8 bulan lalu - by
Advertising
Advertising

Uzone.id— Indonesiadilaporkan sedang mempertimbangkan kemungkinan penerapan sertifikasi untukinfluencer-influencer di Indonesia. Pengkajian ini melihat adanya penerapanserupa di China dan Singapura.

Meski baru jadi pembahasan internal dan belum tentu akanditerapkan di Indonesia, namun hal ini menjadi sorotan di kalangan contentcreator termasuk pemilik platform.

YouTube sebagai salah satu rumah bagi jutaan influencer dancontent creator pun ikut memberikan tanggapannya terkait aturan ini.




Veronica Utami, Country Director Google Indonesia mengatakanbahwa lisensi atau sertifikasi kreator merupakan hal yang positif dan memilikidampak yang baik.

“Saya rasa itu adalah hal yang baik ya, artinya profesicontent creator ini dianggap sesuatu yang serius. Saya juga percaya,anyform of upskilling is going to be positive,karena berarti kita memastikanbahwa siapapun yang menjadi content creator tahu cara dan trik-triknya sepertiapa,” ujar Veronica dalam acara Press Briefing YouTube Festival, Rabu, (05/11).


Feliciana Wienathan selaku Communications Manager GoogleIndonesia melanjutkan bahwa YouTube sangat menghargai peningakatan kapasitasuntuk individu, apalagi di kalangan kreator-kreator yang sering membagikaninformasi serta edukasi terkait suatu topik.

“Apalagi yang memiliki tanggung jawab untuk menyebarinformasi memberi edukasi di YouTube, itu sangat-sangat dihargai dan kitasangat mengapresiasi,” ujarnya.

Terkait wacana soal penerapan lisensi atau sertifikasi bagiinfluencer termasuk content creator, Veronica menambahkan bahwa ini menjadi PRyang perlu digali dan dijajaki lebih dalam lagi.

“Tentu bagaimana ini dilakukan, siapa yang melakukan danbagaimana keterlibatan platform itu adalah PR yang perlu kita jajakibersama-sama dengan otoritas yang akan mengeluarkannya,” jelas Veronica.

Ia melanjutkan bahwa saat ini platform juga membutuhkandiskusi bersama-sama, khususnya bersama Komdigi.




“Kita sih selalu bekerja sama dengan Komdigi,” ujarVeronica.

Lebih jauh, Felicia menjelaskan bahwa YouTube saat ini sudahmemiliki program standarisasi bernama YouTube Partner Program, dimana dengansertifikasi yang didapat dari program ini bisa digunakan oleh para kreatoruntuk membuka peluang lain di YouTube.

Sebelumnya, pemerintah China sudah menerapkan UU yangmewajibkan konten kreator atau influencer memiliki sertifikasi di bidangnyaketika membuat konten yang cukup indepth dan sensitif.

Sertifikasi ini diwajibkan untuk konten kreator yangmembahas topik-topik seperti kedokteran, hukum, pendidikan, atau keuangan.

Administrasi Dunia Maya Tiongkok (Cyberspace Administrationof China/CAC) menyatakan bahwa aturan ini bertujuan untuk memerangidisinformasi serta melindungi publik dari nasihat yang keliru atau berpotensiberbahaya.