WhatsApp Hapus 6,8 Juta Akun Penipuan, Markasnya di Asia Tenggara
.jpg)
Uzone.id — Aplikasi perpesananWhatsApp mengklaim telah menghapus 6,8 juta akun penipuan (scam) yangmenargetkan banyak pengguna di seluruh dunia–termasuk Indonesia.
Jika kalian sering mendapat panggilan scam atau pesanspamming dari nomor yang tidak dikenal, kemungkinan akun-akun tersebut masukdalam 6,8 juta akun ini.
Menurut keterangan Meta, angka tersebut merupakan hasilsidak perusahaan pada paruh pertama tahun ini.
Akun-akun penipuan ini ternyata berkaitan erat dengan parapenjahat terorganisir di Asia Tenggara. Mereka sering kali menggunakan metodekerja paksa dalam menjalankan penipuan tersebut.
Meta menemukan bahwa pusat-pusat penipuan yang merugikanpengguna hingga miliaran dolar ini beroperasi di negara-negara Asia Tenggaraseperti Myanmar, Kamboja, dan Thailand. Pusat-pusat ini juga diketahui merekrutorang-orang yang kemudian dipaksa untuk melakukan penipuan.
Modusnya, mereka akan menambahkan akun pengguna ke obrolangrup yang mempromosikan investasi dan lowongan kerja palsu, atau skema penipuanmengatasnamakan brand atau pihak tertentu lainnya.
WhatsApp bahkan bekerja sama dengan Meta dan OpenAI untukmembongkar kelompok penipuan Kamboja yang menawarkan uang tunai untukmemberikan like di unggahan media sosial.
Para penipu ini menggunakan ChatGPT untuk membuat instruksiyang ditujukan untuk calon korbannya. Biasanya, pelaku akan menghubungi targetpotensial dengan pesan teks sebelum memindahkan percakapan ke media sosial atauaplikasi pesan pribadi, kata Meta.
"Ada yang menarik dan menjadi tanda bahaya bagi semuaorang: Kamu harus membayar di muka untuk mendapatkan keuntungan ataupenghasilan yang dijanjikan,” kata Meta dikutip dari BBC, Rabu, (06/08).
Hingga saat ini, pihak berwenang di 3 negara tersebut telahmendesak orang-orang untuk waspada terhadap potensi penipuan yang merekaterima. Data ini disampaikan bersamaan dengan Meta yang meluncurkan fitur-fituranti penipuan di WhatsApp, Rabu, (06/08).
Meta menyebut bahwa pihaknya secara proaktif mendeteksi danmenghapus akun sebelum pusat-pusat jaringan penipuan bisamengoperasionalkannya.