icon-category Film

Anak Perempuan Bruce Lee Ikut Garap Serial Warrior

  • 15 Jun 2017 WIB
  • Bagikan :

    Sejak kecil, Shannon Lee terbiasa hidup di antara dua kota, Los Angeles dan Hong Kong, sebelum tinggal di LA pada 1974. Sekitar 14 tahun kemudian, Shannon pindah ke New Orleans untuk kuliah di Tulane University.

    Dia meraih gelar B.F.A di bidang vocal performance, dan tampil di beberapa pertunjukan musikal, opera dan paduan suara.

    Pada 1993, Shannon kembali ke Los Angeles untuk mengejar karier di bidang akting. Beberapa karyanya termasuk 'Dragon: The Bruce Lee Story', 'WMAC Masters', 'High Voltage', 'Martial Law', 'Blade and Enter the Eagles. '

    Shannon juga ikut menulis dan bernyanyi di album The Mechanical Forces of Love bersama band rock Medicine. Dia juga menjalankan tur konser di Hong Kong, China dan Amerika Serikat bersama penyanyi Sam Hui.

     

     

    Saat ini, Shannon turun gunung untuk menggarap serial 'Warrior' yang akan diproduksi selama 10 episode di Cape Town, Afrika Selatan. Tayangan ini terinspirasi oleh ide Bruce Lee dan merupakan hasil karya eksekutif produser Jonathan Tropper (pembuat “Banshee” di CINEMAX) di bawah Tropper Ink Productions. 

    Justin Lin dan Danielle Woodrow menjadi eksekutif produser mewakili Perfect Storm Entertainment, dan Shannon Lee sebagai eksekutif produser untuk Bruce Lee Entertainment.

    'Warrior' mengangkat kejahatan nyata penuh aksi, dengan setting pada masa Perang Tong yang brutal di Chinatown San Francisco pada paruh kedua abad ke-19. 

    Serial ini berkisah tentang Ah Sahm, seorang ahli bela diri penuh sensasi, yang berimigrasi dari China ke San Francisco dalam kondisi misterius. Ia kemudian menjadi pekerja kasar untuk salah satu tong paling berkuasa di Chinatown – sebuah keluarga kriminal terorganisir asal China.

    "Sebagai sebuah pertunjukan yang dengan bangga mendapat izin Bruce Lee, hal ini menjadi perhatian kami untuk menghadirkan bukan sekedar aksi bela diri meledak-ledak – namun kami juga – menghadirkan drama migrasi yang punya kekuatan dan kompleks, relevan dengan masa kini karena kejadiannya di tahun 1870-an,” kata Jonathan Tropper dalam keterangan yang diterima kumparan (kumparan.com) dari HBO Asia.

     

    “Saya selalu mengagumi Bruce Lee atas upayanya membuka pintu bagi orang Asia dalam industri hiburan dan lainnya,” tulis Lin. 

    “Sehingga saya tergelitik ketika Danielle (Woodrow) bercerita tentang legenda urban tentang gagasannya yang belum pernah diproduksi untuk sebuah tayangan TV dan mengusulkan untuk menghidupkannya. Lalu, ketika Shannon membagi tulisan ayahnya dengan kami – kaya dengan filosofi unik Lee tentang kehidupan, dan melalui sudut pandang yang jarang digambarkan di layar – Danielle dan saya tahu bahwa Perfect Storm harus berhasil."

    Jadwal tayang 'Warrior' belum diumumkan, namun produksi serial tersebut diprediksi akan selesai tahun depan.

    Bantu kami agar dapat mengenal kalian lebih baik dengan mengisi survei di sini