icon-category Lifestyle

Anak Susah Bangun Sahur, Jangan Abai terhadap Pengaruh Gadget

  • 01 Jun 2018 WIB
Bagikan :

Tantangan terbesar bagi orang tua dalam mengajari anak menjalani ibadah puasa terkadang bukan soal menahan lapar dan dahaga, melainkan ketika memangunkan anak untuk makan sahur dini hari.

Meski sudah dipasangi alarm, dipanggil berkali-kali, diguncang-guncang, hingga diangkat paksa ke meja makan, si kecil tetap sulit membuka mata.

Hati-hati, kebiasaan menggunakan gadget sebelum tidur ternyata salah satu biang keladi mengapa anak tidur larut malam dan berujung sulit dibangunkan untuk sahur.

Penelitian yang dimuat di situs web Perpustakaan Kedokteran Institut Kesehatan Nasional AS Maret lalu menyebut, eksposur cahaya terhadap anak menjelang waktu tidur berpengaruh dalam menekan produksi hormon melatonin yang berfungsi memicu kantuk. Menurunnya produksi melatonin berimbas pada terganggunya siklus sirkadian yang merupakan penentu jam biologis tubuh termasuk jam tidur. 

Anak yang terekspos cahaya terang selama satu jam sebelum jam 8 malam—umumnya waktu tidur anak—akan mengalami penurunan produksi melatonin dalam waktu 10 menit (sejak terpapar cahaya) dan berlanjut hingga satu jam setelah sumber cahaya dimatikan. 

Anak Susah Bangun Sahur, Jangan Abai terhadap Pengaruh Gadget (Depositphotos)

“Hal ini tanpa diragukan, tidak hanya akan menurunkan kualitas tidur anak tetapi juga menyebabkan masalah serius dalam jangka waktu panjang,” ungkap tim peneliti yang dipimpin Lameese D. Akacem, Kepala Departemen Fisiologi Integratif Universitas Colorado Boulder, Colorado, AS.

Yang perlu diingat, eksposur cahaya yang paling berpengaruh dalam penurunan produksi melatonin adalah cahaya biru yang sumbernya tidak hanya cahaya lampu, tetapi juga perangkat gawai seperti ponsel, tablet, komputer, dan televisi. 

Dalam kondisi normal, kelenjar pineal, salah satu organ sebesar biji kacang yang terdapat di dalam otak, mulai melepas hormon melatonin beberapa jam sebelum jam tidur. Hormon melatonin berfungsi menurunkan tingkat kesadaran dan membuat tidur lebih nyenyak.

Namun begitu mata terkena cahaya biru, seketika itu pula kelenjar pineal berhenti melepas melatonin. Pengaruh cahaya biru terhadap penurunan kualitas dan kuantitas tidur sebenarnya tidak hanya terjadi pada anak-anak tetapi juga pada remaja dan dewasa. Masalahnya, pada anak dan remaja efeknya lebih terasa.

(riz / gur)

Biar gak ketinggalan informasi menarik lainnya, ikuti kami di channel Google News dan Whatsapp berikut ini.

Bantu kami agar dapat mengenal kalian lebih baik dengan mengisi survei di sini