Anggaran AI Karyawan Apple Dipangkas, dari Rp5,4 Juta Jadi Rp3,6 Juta
Apple memangkas anggaran AI harian karyawan demi efisiensi di bawah CEO John Ternus, memicu kekhawatiran PHK meskipun pengeluaran R&D perusahaan meningkat.

CEO Apple, John Ternus
Highlight Artikel
- Apple memangkas batas anggaran penggunaan AI harian untuk sejumlah karyawannya sebagai langkah efisiensi.
- Batas anggaran harian untuk engineer dipangkas dari USD300 menjadi USD200, dengan potensi pemotongan lebih lanjut.
- Kebijakan ini merupakan bagian dari upaya efisiensi yang dipimpin oleh CEO Apple yang baru, John Ternus.
- Langkah efisiensi ini menimbulkan kekhawatiran di kalangan karyawan Apple terkait potensi PHK, meskipun pengeluaran riset dan pengembangan perusahaan meningkat.
Uzone.id - Apple juga lakukan langkah efisiensi in this economy. Buktinya, raksasa teknologi asal Cupertino itu mulai memangkas batas anggaran penggunaan AI untuk sejumlah karyawannya. Kabarnya, Apple menurunkan batas ongkos AI harian sejumlah engineer dari USD300 atau Rp5,4 jutaan menjadi USD200 atau Rp3,6 jutaan.
Dilaporkan Bloomberg, pemotongan anggaran AI ini diterapkan Apple sejak Oktober. Kebijakan ini menjadi bagian dari upaya efisiensi di bawah CEO Apple yang baru, John Ternus.
Malah, seperti dikutip dari 9to5Mac pada Jumat (6/11), Apple disebut berencana melakukan pemotongan anggaran AI lebih lanjut untuk beberapa tim engineering. Batas pengeluaran untuk AI mereka berpotensi turun lagi menjadi USD100 atau Rp1,8 jutaan per hari.
Sementara itu, banyak tim di luar engineering yang dibatasi ongkos AI-nya menjadi USD100 per hari. Apple bahkan disebut tengah mempertimbangkan untuk menurunkannya lagi sampai USD25 atau Rp451 ribuan bagi tim tertentu.
Adapun, bagi karyawan yang membutuhkan anggaran lebih besar untuk menyelesaikan pekerjaan masih bisa meminta pengecualian kepada jajaran pimpinan senior.
Karyawan Apple sendiri memiliki akses ke berbagai platform AI, termasuk Claude, ChatGPT, dan Gemini. Para engineer Apple memang mendapatkan anggaran yang lebih besar karena penggunaan AI untuk coding bisa menghabiskan banyak token.
Selain dipotong biaya per harinya, beberapa tim juga diarahkan menggunakan model AI yang lebih murah atau yang bisa berjalan langsung di perangkat untuk menekan pengeluaran.
Pemangkasan anggaran ini berlangsung di tengah rencana Ternus untuk merampingkan organisasi Apple. Ia disebut ingin mengurangi lapisan hierarki perusahaan agar pekerjaan bisa diselesaikan dengan lebih sedikit orang.
Apple juga dilaporkan menggunakan jasa konsultan produktivitas eksternal di sejumlah divisi. Langkah tersebut, bersama pemotongan biaya AI, memunculkan kekhawatiran karyawan terhadap kemungkinan layoff.
Meski begitu, belum jelas seberapa besar penghematan yang bisa didapat Apple. Sejumlah karyawan mengatakan kepada Bloomberg bahwa hanya sedikit pekerja yang selama ini menghabiskan seluruh anggaran USD300 per hari.
Di sisi lain, pengeluaran riset dan pengembangan Apple justru meningkat. Sepanjang tahun fiskal 2026, biayanya naik 32 persen menjadi USD45,8 miliar atau setara Rp826,4 triliun, yang didorong kebutuhan infrastruktur dan juga AI.
FAQ Artikel
Mengapa Apple memangkas anggaran penggunaan AI untuk karyawannya?
Apple memangkas anggaran penggunaan AI sebagai bagian dari upaya efisiensi yang lebih luas di bawah kepemimpinan CEO baru John Ternus, guna merampingkan organisasi perusahaan.
Berapa batas anggaran AI harian yang baru untuk engineer Apple?
Batas anggaran harian untuk engineer Apple diturunkan dari USD300 menjadi USD200. Ada rencana untuk menurunkannya lebih lanjut menjadi USD100, sementara tim non-engineering bahkan bisa turun hingga USD25.
Apakah ada pengecualian bagi karyawan yang membutuhkan anggaran AI lebih besar?
Ya, karyawan yang membutuhkan anggaran lebih besar untuk menyelesaikan pekerjaan masih bisa meminta pengecualian kepada jajaran pimpinan senior.
Apakah langkah efisiensi ini menimbulkan kekhawatiran di kalangan karyawan Apple?
Ya, langkah efisiensi ini, termasuk pemotongan biaya AI dan penggunaan konsultan produktivitas eksternal, memunculkan kekhawatiran di kalangan karyawan Apple terhadap kemungkinan PHK atau layoff.
Muhammad Faisal Hadi Putra
Jurnalis

