
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengapresiasi partisipasi warga yang turut mengkritisi jumlah berbagai anggaran di RAPBD DKI 2018 yang dirasa tidak masuk akal.
Beberapa di antaranya adalah anggaran kunjungan kerja dewan Rp108 miliar, rehabilitasi kolam air mancur Gedung DPRD DKI Rp620 juta, hingga anggaran untuk membasmi hama di gedung komplek Balai Kota dan rumah dinas gubernur dan wakil gubernur DKI sebesar Rp280 juta.
"Saya ingin ucapkan terima kasih kepada seluruh warga jakarta yang ikut meneliti satu per satu item-item di rancangan anggaran karena rancangan anggaran adalah untuk kita semua," kata Anies di Balai Kota DKI Jakarta, Senin (27/11) pagi.
Bekas Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI yang dicopot Presiden Joko Widodo pun mengaku bersyukur atas peran aktif warga tersebut.
"Yang tahun-tahun sebelumnya, kita enggak perhatikan. Terlewat. Tahun ini diperhatikan, dilihat detail dan saya merasa bersyukur sekali bahwa saya dibantu dalam menjalankan amanat ini," kata Anies.
"Dan dalam perjalanan enam minggu ini, ada ribuan item dan Alhamdulillah ada ribuan pasangan mata yang ternyata ikut memperhatikan, ikut mencari dimana hal-hal yang tidak tepat," lanjutnya.
Pada pertengahan November lalu, Pemprov Dan DPRD DKI menyetujui RAPBD 2018 sebesar Rp77.110.885.760.609 atau sekitar Rp 77 triliun. Setelah ditelusuri melalui situs apbd.jakarta.go.id, terdapat beberapa mata anggaran yang menuai kritik karena angkanya dinilai terlalu fantastis, salah satunya dana hibah yang mencapai Rp1,7 triliun.
Kesepakatan itu dicapai dalam Rapat Badan Anggaran (Banggar) yang juga turut dihadiri oleh Anies dan Wakil Gubernur Sandiaga Uno.
[Gambas:Video CNN]