
-
Persalinan normal adalah metode melahirkan yang paling diidam-idamkan oleh para ibu hamil. Pasalnya, persalinan melalui vagina ini dinilai lebih cepat proses pemulihannya dibandingkan persalinan caesar. Jadi, Anda bisa lebih cepat meninggalkan rumah sakit dan segera menjalani masa-masa indah dengan bayi Anda.
Namun, persalinan normal sering kali disamakan dengan persalinan spontan. Meski sama-sama merupakan persalinan lewat vagina, ternyata keduanya berbeda, lho! Lantas, apa itu persalinan spontan? Baca terus ulasan berikut.Persalinan spontan adalah proses persalinan lewat vagina yang berlangsung tanpa menggunakan alat maupun obat tertentu, baik itu induksi, vakum, atau metode lainnya. Jadi, persalinan ini benar-benar hanya mengandalkan tenaga dan usaha ibu untuk mendorong keluarnya bayi. Persalinan ini dapat dilakukan dengan persentasi belakang kepala (kepala janin lahir terlebih dahulu) maupun persentasi bokong (sungsang).
Persalinan spontan memang mirip dengan persalinan normal, namun keduanya tidaklah sama. Perbedaannya terletak pada penggunaan bantuan alat dan juga posisi bayi lahir.
Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya, persalinan spontan lebih mengandalkan tenaga dan usaha ibu. Jadi, persalinan ini tidak membutuhkan induksi, vakum, atau metode lain untuk mendorong persalinan sehingga bayi bisa dilahirkan secara normal. Sementara itu, jika persalinan terjadi dengan bantuan induksi maupun vakum, maka persalinan ini termasuk dengan persalinan normal.
Kedua tipe persalinan ini juga memiliki perbedaan dalam hal persentasi atau posisi bayi saat lahir. Pada persalinan spontan, persalinan dapat terjadi pada persentasi belakang kepala (kepala janin lahir terlebih dahulu) maupun persentasi bokong (sungsang). Sementara dengan persalinan normal, persalinan biasanya lebih kepada persentasi belakang kepala.
Lamanya proses persalinan tidak selalu sama pada setiap ibu hamil. Bila Anda melahirkan untuk yang pertama kalinya, proses ini cenderung berlangsung selama 12 hingga 24 jam dimulai dari awal pembukaan. Sementara itu, bila Anda sudah pernah melahirkan, proses melahirkan selanjutnya biasanya terjadi lebih cepat, sekitar 6 sampai 8 jam.
Menjelang menghadapi persalinan spontan, Anda akan mengalami tiga fase yang menjadi sinyal bahwa Anda siap untuk bersalin, di antaranya:
Namun, tidak semua ibu hamil bisa langsung menjalani proses persalinan spontan. Terdapat beberapa kondisi yang memungkinkan Anda untuk beralih ke proses persalinan caesar bila Anda mengalami beberapa hal berikut:
Belakangan ini sudah banyak tersedia kelas ibu hamil yang bisa Anda manfaatkan untuk menggali informasi seputar persalinan yang Anda idam-idamkan. Anda bisa menanyakan berbagai macam hal yang mungkin menjadi kebingungan dan ketakutan Anda selama ini, di antaranya:
Menjelang persalinan, tetap posisikan diri Anda dalam keadaan rileks, cukup asupan makanan dan cairan, serta berpikir positif. Pasalnya, perasaan takut, gugup, dan tegang akan melepaskan hormon adrenalin yang bisa memperlambat proses persalinan.
Yakinkan diri Anda bahwa Anda bisa melewati setiap proses persalinan normal seperti wanita pada umumnya. Fokuskan bahwa sebentar lagi Anda akan bertemu dengan buah hati yang selama ini Anda nantikan guna mempercepat proses persalinan.
The post Apa Bedanya Persalinan Spontan Dengan Persalinan Normal? appeared first on Hello Sehat.