
Uzone.id - Indonesia Game Rating System (IGRS) telah menjadi sorotan di kalangan gamer Indonesia setelah sistem rating usia muncul pada sejumlah game di platform Steam.
Sistem IGRS yang dikembangkan Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) ini membuat para gamer merasa terkejut karena melihat label batas usia di beberapa game yang tidak sesuai.Seperti halnya pelabelan usia yang bernuansa dewasa mendapatkan bebas akses pada rating 3+, sedangkan game yang ramah anak justru dikategorikan 18+.
Misalnya pada game Nukitashi yang sempat mendapat label 3+. Padahal secara konten, game ini memiliki unsur dewasa yang jelas tidak diperuntukkan bagi semua usia, apalagi anak-anak
Simak penjelasan yang akan mengulas secara lengkap mengenai definisi IGRS, pembagian kategori, daftar rating game, hingga jenis-jenis kategori game yang digunakan dalam sistem ini.
Definisi IGRS KomdigiIGRS merupakan singkatan dari Indonesia Game Rating System. Komdigi atau Kementerian Komunikasi dan Digital menjadi pihak yang mengelola sistem ini sebagai bagian dari regulasi konten digital di Indonesia.
IGRS Komdigi berfungsi sebagai sistem klasifikasi usia untuk game yang beredar di Indonesia. Tujuan utamanya memberikan informasi kepada publik mengenai konten dalam game sehingga pemain bisa mengetahui apakah game tersebut sesuai dengan usia mereka.
Sistem ini mirip dengan rating film, tetapi lebih spesifik untuk game digital. Penilaian dilakukan berdasarkan berbagai aspek seperti kekerasan, bahasa, konten seksual, hingga unsur perjudian. Peran penting IGRS Komdigi meliputi:
Pembagian Kategori Rating IGRS
IGRS Komdigi membagi rating game berdasarkan kelompok usia. Setiap kategori memiliki batasan tertentu yang disesuaikan dengan tingkat kedewasaan pemain. Berikut pembagian kategori dalam sistem IGRS:
1. Kategori Rating 3+
Kategori ini ditujukan untuk anak usia 3 tahun ke atas. Konten masih sangat aman, tetapi mulai memiliki interaksi sederhana. Karakteristiknya meliputi:
2. Kategori Rating 7+
Kategori ini mulai memperkenalkan unsur ringan seperti konflik sederhana atau tantangan ringan. Ciri utamanya antara lain:
3. Kategori Rating 13+
Kategori ini mulai memasukkan elemen yang lebih kompleks dan sedikit intens. Kategori ini biasanya banyak ditemukan pada game populer di kalangan remaja. Konten yang mungkin muncul:
4. Kategori Rating 15+
IGRS juga memperkenalkan kategori 15+ sebagai jembatan antara remaja dan dewasa. Kategori ini biasanya digunakan untuk game dengan kompleksitas tinggi tetapi belum sepenuhnya masuk ke kategori dewasa. Karakteristik meliputi:
5. Kategori Rating 18+
Kategori ini ditujukan untuk pemain dewasa. Konten dalam game bisa mengandung unsur yang tidak cocok untuk anak-anak. Kategori ini membutuhkan pengawasan ketat jika diakses oleh anak di bawah umur. Ciri-cirinya sebagai berikut.
Klasifikasi Game dalam IGRS Komdigi
IGRS Komdigi tidak hanya menentukan rating usia, tetapi juga mengklasifikasikan game berdasarkan unsur konten yang ada di dalamnya.
Sistem ini bertujuan memastikan setiap game dinilai secara objektif sesuai isi permainan, bukan sekadar genre atau popularitasnya.
Dalam sistem IGRS, penilaian dilakukan dengan melihat berbagai kategori konten utama berikut.
Kategori ini mencakup unsur seperti rokok, alkohol, narkotika, hingga zat adiktif lainnya. Jika sebuah game menampilkan atau mendorong penggunaan zat tersebut, maka rating usia akan meningkat.
Konten seperti ini biasanya langsung masuk ke kategori usia remaja atau dewasa karena dianggap tidak layak untuk anak-anak.
2. Kekerasan
Unsur kekerasan menjadi salah satu faktor utama dalam klasifikasi IGRS. Tingkat kekerasan dinilai berdasarkan intensitas, visualisasi, dan dampaknya.
Game dengan kekerasan ringan mungkin masih masuk kategori 7+ atau 13+, sementara kekerasan realistis atau brutal akan langsung mengarah ke rating 18+.
3. Darah, Mutilasi, dan Kanibalisme
Kategori ini merupakan lanjutan dari unsur kekerasan, tetapi lebih spesifik pada visual ekstrem.
Semakin eksplisit tampilan darah atau adegan mutilasi, maka semakin tinggi pula klasifikasi usia yang diberikan. Konten seperti ini umumnya hanya diperbolehkan untuk kategori dewasa.
4. Penggunaan Bahasa
Bahasa dalam game juga menjadi indikator penting. Penggunaan kata kasar, ujaran kebencian, atau dialog vulgar akan memengaruhi rating game.
Game dengan bahasa ringan masih bisa masuk kategori remaja, tetapi bahasa ekstrem akan mendorong klasifikasi ke usia 18+.
5. Penampilan Karakter
IGRS juga menilai bagaimana karakter dalam game ditampilkan, termasuk pakaian, perilaku, hingga gestur.
Jika terdapat unsur seksualisasi karakter atau penampilan yang tidak sesuai norma, maka rating usia akan disesuaikan menjadi lebih tinggi.
6. Konten Seksual atau Pornografi
Konten seksual menjadi salah satu faktor paling sensitif dalam klasifikasi IGRS.
Game yang mengandung unsur seksual eksplisit hampir pasti masuk kategori dewasa. Bahkan konten sugestif ringan pun bisa menaikkan rating ke 13+ atau 18+ tergantung intensitasnya.
7. Simulasi dan Aktivitas Perjudian
Game yang mengandung simulasi judi, loot box dengan mekanisme tertentu, atau aktivitas taruhan akan mendapatkan klasifikasi usia yang lebih tinggi karena berpotensi memengaruhi perilaku pemain.
Setiap game akan melalui proses penilaian sebelum mendapatkan rating resmi. Developer atau publisher wajib mendaftarkan game mereka ke sistem IGRS sebelum dipasarkan di Indonesia secara legal.
Cara Mengecek Rating Game IGRS
IGRS Komdigi menyediakan akses untuk mengecek rating game secara resmi melalui situs mereka. Kalian bisa mencari nama game dan melihat detail klasifikasinya. Berikut langkah-langkah untuk mengecek rating game IGRS.