Home
/
Digilife

Apa yang Harus Dilakukan Jika Akun WhatsApp Tiba-tiba Kena Blokir?

Akun WhatsApp pengguna di beberapa negara mendadak diblokir. Meta mengklaim ini kesalahan sistem, namun pakar keamanan menduga ada pengambilalihan akun untuk

Apa yang Harus Dilakukan Jika Akun WhatsApp Tiba-tiba Kena Blokir?

Bagikan :

Highlight Artikel

  • Pengguna WhatsApp di Indonesia, Malaysia, dan India mengeluhkan akun diblokir tiba-tiba sejak awal Agustus 2026.
  • Meta mengklaim pemblokiran adalah kesalahan sistem dalam menyisir penyalahgunaan, namun belum ada tindak lanjut.
  • Pakar keamanan siber menduga adanya pengambilalihan akun untuk aktivitas judi online, bukan sekadar kesalahan sistem.
  • Tiga modus utama penyusupan akun termasuk penyewaan akun untuk spam, penyadapan/kloning, dan pencurian sesi WhatsApp Web.

Uzone.id— Pengguna WhatsApp di Indonesia, Malaysia, bahkan India mengeluhkan akun mereka yang tiba-tiba diblokir tanpa sebab. Keluhan ini sudah disampaikan semenjak awal Agustus 2026 lalu dan masih terus berlangsung.

Induk WhatsApp, Meta, sudah menyampaikan kalau pemblokiran itu adalah bagian dari kesalahan platform yang sedang menyisir tindakan penyalahgunaan di platformnya, tapi hingga saat ini perusahaan belum melakukan tindakan lebih lanjut soal gangguan tersebut.

Dari keluhan para pengguna, kebanyakan dari akun yang diblokir adalah akun-akun yang sedang aktif digunakan. Ada yang tiba-tiba logout dan langsung diblokir, ada juga yang tiba-tiba mendapat notifikasi ‘akun sedang ditinjau’ sehingga tidak bisa lagi digunakan untuk sementara.




Menurut pengakuan para pengguna yang akunnya diblokir, mereka sama sekali tidak melakukan tindakan tersebut dan tidak pernah melanggar aturan dari platform. 

Indikasi Pengambilalihan Akun dan Modus Perjudian Online

Alfons Tanujaya selaku pakar keamanan siber dari Vaksincom mengungkap kalau ini bukan sekedar kesalahan sistem saja melainkan adanya indikasi pengambilalihan atau penyusupan pada akun-akun yang terblokir.

“WhatsApp secara resmi hanya menyebutkan dua penyebab pemblokiran: penggunaan aplikasi tidak resmi (seperti WA GB dan WA FM) dan scraping, yaitu pengambilan data pengguna lain secara otomatis,” kata Alfons dalam keterangan tertulisnya.

Hal ini pun kemudian mengarah ke aktivitas perjudian online. Setelah ditelusuri lebih lanjut, akun-akun yang bermasalah ternyata sempat disusupi oleh pelaku secara diam-diam sebelum akhirnya terblokir.

“Yang menarik disini bukan blokirnya semata, melainkan apa yang ditemukan sebagian pengguna setelah akun mereka pulih. Banyak akun yang mendadak memiliki riwayat pengiriman pesan broadcast tautan judi online ke nomor-nomor yang tidak mereka kenal, padahal mereka menyatakan tidak pernah mengirim pesan apapun,” kata Alfons.

Tiga Alasan Akun WhatsApp Diblokir

Berdasarkan penelusuran terhadap sejumlah laporan pengguna dan diskusi di berbagai forum, ada tiga modus yang membuat akun-akun pengguna banyak diblokir.

Modus pertama adalah penyewaan akun WA untuk aktivitas penipuan rekrutmen berkedok pekerjaan lepas. Pelaku biasanya ‘meminjam’ akun WA orang lain dengan imbalan harian untuk mengirim pesan spam judi online ke puluhan akun.

Alfons menyebut kalau kejahatan jenis ini pernah diungkap oleh Kepolisian di Palembang yang menjual sekitar 50 ribu nomor WhatsApp aktif.

Modus selanjutnya adalah dengan menyadap atau kloning WhatsApp untuk memantau percakapan orang lain dengan melalui mekanisme tidak resmi dengan akses fisik singkat ke ponsel korban untuk memindai kode QR.

“WhatsApp sendiri mengatakan aplikasi tidak resmi semacam ini dapat memicu pemblokiran akun,” jelas Alfons.




Kemudian, adanya pencurian sesi melalui perangkat lunak pihak ketiga (infostealer) dengan mencuri token sesi WhatsApp Web sekaligus menautkan perangkat pelaku ke akun korban tanpa memerlukan kode OTP.

Lakukan Ini Jika Akun WhatsApp Diblokir Berkali-kali

Berikut langkah yang bisa dilakukan jika akun WhatsApp berulang kali diblokir:

  1. Pastikan tidak menggunakan aplikasi WhatsApp modifikasi, seperti WA GB, WA FM dan aplikasi WhatsApp Mod sejenisnya yang tidak resmi.
  2. Periksa menu Perangkat Tertaut (Setelan > Perangkat Tertaut) dan pastikan tidak ada perangkat asing yang tercantum. 
  3. Hindari penggunaan WhatsApp Web dari sembarang perangkat.
  4. Pastikan tidak ada pihak lain yang pernah mengakses ponsel tanpa sepengetahuan pemiliknya.

Alfons menegaskan, apabila setelah akun pulih ditemukan riwayat iklan atau tautan judi online yang tidak pernah dikirim sendiri, maka ada indikasi bahwa akun sempat dikuasai pihak lain melalui salah satu dari tiga modus di atas dan bukan sebagai kegagalan sistem keamanan WhatsApp.

 

FAQ Artikel

Mengapa banyak akun WhatsApp diblokir tanpa sebab?

Awalnya, Meta menyebut pemblokiran ini sebagai bagian dari kesalahan sistem yang menyisir penyalahgunaan. Namun, pakar keamanan siber menduga adanya indikasi pengambilalihan atau penyusupan akun, kemungkinan terkait aktivitas perjudian online, bukan murni kegagalan sistem.

Apa saja penyebab resmi pemblokiran akun WhatsApp menurut platform?

WhatsApp secara resmi hanya menyebutkan dua penyebab: penggunaan aplikasi tidak resmi (seperti WA GB dan WA FM) dan scraping, yaitu pengambilan data pengguna lain secara otomatis.

Bagaimana modus pengambilalihan akun WhatsApp hingga terblokir?

Ada tiga modus utama: 1) Penyewaan akun untuk aktivitas penipuan rekrutmen berkedok pekerjaan lepas atau mengirim spam judi online. 2) Penyadapan atau kloning WhatsApp melalui akses fisik singkat dan scan kode QR. 3) Pencurian sesi melalui perangkat lunak pihak ketiga (infostealer) yang mencuri token sesi WhatsApp Web tanpa OTP.

Apa yang harus saya lakukan jika akun WhatsApp saya diblokir berulang kali?

Beberapa langkah yang bisa dilakukan: tidak menggunakan aplikasi WhatsApp modifikasi, memeriksa menu Perangkat Tertaut dari perangkat asing, menghindari penggunaan WhatsApp Web dari sembarang perangkat, dan memastikan ponsel Anda tidak pernah diakses pihak lain tanpa sepengetahuan Anda.

Apakah riwayat pesan judi online setelah akun pulih merupakan bukti penyusupan?

Ya, menurut pakar keamanan siber Alfons Tanujaya, jika setelah akun pulih ditemukan riwayat iklan atau tautan judi online yang tidak pernah Anda kirim sendiri, itu adalah indikasi kuat bahwa akun sempat dikuasai pihak lain melalui salah satu modus di atas, bukan kegagalan sistem keamanan WhatsApp.

populerRelated Article