
Melakukan seks saat hamil mungkin merupakan hal terakhir yang ada di pikiran wanita, terutama ketika berhadapan dengan mual, muntah, dan kelelahan yang luar biasa. Namun, beberapa perempuan juga mendambakan seks di masa kehamilan.
Di lain sisi, beberapa pria mungkin berpikir bahwa wanita hamil lebih seksi dibandingkan dengan yang tidak hamil, tetapi beberapa pria ada juga yang terlalu takut menyakiti bayi atau pasangannya yang sedang hamil jika melakukan seks. Untuk mengetahui lebih lengkap mengenai seks selama kehamilan, mari kita lihat selengkapnya di bawah ini!Hal ini bisa jadi kabar baik, bisa juga kabar buruk. “Seks selama kehamilan ini sangat aman bagi kebanyakan wanita yang memiliki kehamilan berisiko rendah,” sahut Dayna Salasche, MD, seorang dosen kebidanan/ginekologi di Northwestern Specialist for Women.
Namun, emosi Anda juga dapat mempengaruhi gairah seks Anda. Contohnya, kekhawatiran mengenai bagaimana kehamilan atau bayi Anda akan terpengaruh oleh kegiatan seks, mungkin akan membebani pikiran Anda.
Meskipun banyak pasangan yang khawatir bahwa seks selama kehamilan akan menyebabkan keguguran, namun hal itu sebenarnya tidak perlu dikhawatirkan. Kebanyakan keguguran terjadi karena janin tidak berkembang secara normal.
Bayi yang sedang berkembang dilindungi oleh cairan ketuban di dalam rahim Anda, serta otot-otot yang kuat dari rahim Anda sendiri. Aktivitas seksual tidak akan mempengaruhi bayi Anda.
Selama Anda merasa nyaman, posisi yang paling seksual boleh dilakukan selama hamil. Selama kehamilan, lakukanlah berbagai percobaan posisi untuk mengetahui mana yang paling baik untuk Anda. Misalnya, daripada berbaring telentang, Anda mungkin ingin berbaring ke samping, atau memposisikan diri di atas pasangan Anda. Biarkan kreativitas Anda mengambil alih, selama Anda menjaga perasaan senang dan nyaman dalam pikiran.
Seks oral aman selama kehamilan. Jika Anda menerima oral seks, pastikan pasangan Anda tidak meniupkan udara ke dalam vagina Anda. Meskipun jarang terjadi, namun tiupan udara mungkin akan memblokir pembuluh darah (emboli udara) yang bisa menjadi kondisi yang mengancam jiwa bagi bayi Anda.
Seks anal mungkin tidak nyaman jika Anda memiliki wasir yang berhubungan dengan kehamilan. Lebih memprihatinkan lagi, jika seks anal diikuti dengan seks vaginal, karena hal itu memungkinkan bakteri penyebab infeksi menyebar dari rektum ke vagina.
Paparan infeksi menular seksual alias penyakit kelamin selama kehamilan, akan meningkatkan risiko infeksi yang dapat mempengaruhi kehamilan dan kesehatan bayi Anda.
Hindari segala bentuk seks (vaginal, oral, maupun anal) jika pasangan Anda memiliki penyakit kelamin. Gunakan kondom jika Anda tidak berada dalam hubungan yang saling monogami, dan jika Anda memilih untuk berhubungan seks dengan pasangan baru selama kehamilan.
Orgasme, serta prostaglandin dalam air mani dapat menyebabkan kontraksi rahim. Kebanyakan penelitian tidak menunjukkan bahwa seks selama kehamilan dikaitkan dengan peningkatan risiko persalinan prematur atau kelahiran prematur.
Seks juga tidak memicu persalinan bahkan meskipun Anda berada dekat pada tanggal jatuh tempo. Namun, jika Anda berisiko untuk mengalami persalinan prematur, maka dokter Anda pasti akan segera memberi tahu Anda untuk menghindari seks.
Meskipun sebagian besar wanita dapat dengan aman melakukan hubungan seks selama kehamilan, terkadang juga ada baiknya untuk berhati-hati. Dokter mungkin akan merekomendasikan untuk menghindari seks jika:
Hal itu tidak masalah. Sampaikan keinginan dan keprihatinan Anda dengan pasangan secara terbuka dan penuh kasih. Jika seks sulit dilakukan, tidak menarik, atau membuat Anda tidak nyaman, cobalah jenis hubungan yang lain seperti pelukan, ciuman, atau pijatan.
Ini tergantung, apakah Anda melahirkan secara normal atau dengan operasi caesar. Pertimbangkanlah untuk menunggu hingga dokter mengizinkan, sering kali ini membutuhkan waktu 4-6 minggu setelah melahirkan. Tunggulah hingga serviks menutup, perdarahan nifas berhenti, dan luka bedah atau laser sembuh.
Jika Anda merasa sakit atau lelah untuk berpikir tentang seks, Anda dapat menjaga keintiman dengan cara lain. Tetaplah menjaga hubungan sehari-hari lewat telepon atau pesan teks. Luangkan waktu bersama sebelum pasangan Anda bekerja, atau sebelum tidur.
Ketika Anda telah siap untuk berhubungan seks kembali, lakukanlah secara perlahan, dan jangan lupa untuk menggunakan kontrasepsi hingga Anda siap untuk kehamilan berikutnya.
The post Apakah Aman Melakukan Hubungan Seks Saat Hamil? appeared first on Hello Sehat.