
Uzone.id – Apple memperlebar bisnis AI mereka dengan melakukan akuisisi pada startup asal Israel bernama Q.ai pada Kamis, (29/01) lalu. Startup yang berfokus pada penggunaan AI untuk audio ini dicaplok Apple dengan mahar sebesar USD1.6 miliar atau Rp26 triliun.
Akuisisi ini sejalan dengan bisnis Apple yang kini mulai menambahkan fitur AI ke earbud AirPods-nya, termasuk teknologi yang memungkinkan earbud tersebut menerjemahkan ucapan antar bahasa."Q.ai adalah perusahaan luar biasa dalam mengembangkan cara-cara baru dan kreatif untuk menggunakan pemrosesan gambar dan pembelajaran mesin," kata Johny Srouji, Wakil Presiden Senior Teknologi Hardware Apple, dalam sebuah pernyataan, dikutip dari Reuters, Senin, (02/02).
Ia melanjutkan, "Kami sangat senang mengakuisisi perusahaan ini, dengan Aviad sebagai pemimpinnya, kami semakin antusias dengan apa yang akan datang."
Q.ai sendiri sudah berdiri semenjak 2022 lalu dan sudah memiliki beberapa inovasi.
Salah satunya adalah aplikasi baru dalam bidang machine learning untuk membantu perangkat memahami ucapan yang diucapkan dengan suara pelan dan meningkatkan kualitas audio dalam lingkungan yang tak kondusif.
Q.ai juga telah mengajukan permohonan paten untuk "gerakan mikro kulit wajah" guna mendeteksi kata-kata yang diucapkan atau dibisikkan, mengidentifikasi seseorang, dan menilai emosi, detak jantung, laju pernapasan, serta indikator lainnya.
Apple tidak mengungkap lebih detail soal kesepakatan tersebut, tapi Reuters melaporkan kalau akuisisi ini didukung oleh firma modal ventura Matter Venture Partners, Kleiner Perkins, Spark Capital, Exor, dan GV (sebelumnya dikenal sebagai Google Ventures).
Saat ini, Q.ai memiliki sekitar 100 karyawan, termasuk CEO Aviad Maizels dan co-founder Yonatan Wexler dan Avi Barliya.
"Bergabung dengan Apple membuka peluang luar biasa untuk mendorong batas-batas dan mewujudkan potensi penuh dari apa yang telah kami ciptakan, dan kami sangat antusias untuk membawa pengalaman ini kepada orang-orang di seluruh dunia,” kata sang CEO, Aviad Maizels.
Akuisisi startup asal Israel ini bukan yang pertama kali dilakukan Apple, sebelumnya mereka juga telah mengakuisisi startup fotorgrafi yaitu Camerai dan PrimeSense. Adanya kabar ini muncul di tengah banyaknya protes mengenai keterlibatan Apple pada kejahatan kemanusiaan yang dilakukan Israel pada penduduk Palestina di Gaza.