
Ilustrasi Apple (Foto: Jimmy Jin/Unsplash)
Uzone.id - Apple dan Broadcom sepakat menjalin kerja sama selama multi-tahun untuk merancang dan memproduksi komponen silicon khusus, termasuk teknologi konektivitas nirkabel di berbagai produk baru Apple.
Nilai kerja sama ini disebut-sebut mencapai lebih dari USD30 miliar atau sekitar Rp540 triliun, dan akan menghasilkan lebih dari 15 miliar chip ‘made in America’. Kerja sama ini pun diharapkan dapat membangun rantai pasok silicon secara end-to-end di Amerika Serikat (AS), sekaligus mendukung ratusan lapangan kerja di sana.Broadcom sendiri menjadi salah satu perusahaan yang masuk American Manufacturing Program (AMP) yang diinisiasi Apple sejak tahun lalu. Dan dalam beberapa waktu terakhir, Apple memang aktif bekerja sama dengan pemerintah dan berbagai perusahaan AS untuk memperkuat ekosistem manufaktur chip lokal.
Dari kerja sama baru ini, Apple menyebut Broadcom akan memperluas dan memperbarui fasilitas manufakturnya di Fort Collins, Colorado dengan investasi belanja modal yang mencapai USD1,5 miliar atau Rp27 triliun.
CEO Apple, Tim Cook mengatakan, kerja sama antara Apple dan Broadcom bukan hal baru. Keduanya sudah menjalin kemitraan dalam waktu yang panjang, dan kesepakatan terbaru ini akan memperkuat komitmen Apple terhadap manufaktur serta inovasi di AS.
“Apple dan Broadcom memiliki sejarah panjang bersama, dan fase baru dari kemitraan kami ini semakin mempercepat komitmen kami terhadap manufaktur dan inovasi Amerika,” ujar Cook, dikutip dari Apple Newsroom.
Ia menambahkan, komponen canggih yang diproduksi di Fort Collins menjadi bagian penting untuk menghadirkan performa dan konektivitas yang diharapkan pengguna Apple.
“Kami bangga dapat memperdalam investasi kami kepada pemasok berbasis di AS yang memiliki komitmen yang sama terhadap keunggulan dan inovasi. Kami juga berterima kasih kepada Presiden dan pemerintahannya karena telah mendukung proyek penting seperti ini,” lanjutnya.
Sementara itu, Presiden sekaligus CEO Broadcom, Hock Tan mengatakan pihaknya bangga dapat melanjutkan kerja sama dengan Apple setelah puluhan tahun menjalin kemitraan.
“Broadcom bangga dapat terus bekerja sama dengan Apple setelah puluhan tahun sukses bersama, dan kami memiliki komitmen yang kuat terhadap inovasi Amerika,” katanya.
Menurutnya, komitmen baru dari Apple akan membantu Broadcom memperluas jejak manufaktur mereka di Fort Collins. Dari fasilitas tersebut, Broadcom akan memproduksi teknologi yang berperan dalam menghubungkan pengguna di seluruh dunia.
Apple menegaskan, investasi bersama Broadcom ini menjadi bagian dari komitmen besar perusahaan untuk menanamkan investasi sebesar USD600 miliar atau sekitar Rp10.800 triliun ke ekonomi AS dalam empat tahun ke depan.
Dana tersebut akan diarahkan untuk mendukung manufaktur, penciptaan lapangan kerja, dan pengembangan teknologi di berbagai wilayah AS.