Apple PHK 60 Karyawan Tim Vision Pro, Fokus ke Kacamata Pintar
Apple PHK 60 karyawan tim VR Vision Pro karena tantangan pasar, mengalihkan fokus pengembangan ke Siri berbasis AI dan kacamata pintar.

Highlight Artikel
- Apple melakukan pemutusan hubungan kerja terhadap 60 karyawan di tim pengembangan perangkat VR, termasuk Apple Vision Group.
- PHK ini merupakan bagian dari restrukturisasi dan bukan berarti penghentian pengembangan Vision Pro atau visionOS.
- Apple Vision Pro menghadapi tantangan seperti harga yang mahal, desain yang berat, dan dukungan developer yang terbatas.
- Perusahaan menggeser prioritas pengembangan produknya ke Siri berbasis AI dan kacamata pintar yang lebih ringan dan praktis.
Uzone.id - 60 karyawan Apple yang terlibat dalam pengembangan perangkat virtual reality (VR), kabarnya telah di-PHK . Pemutusan hubungan kerja tersebut berdampak pada karyawan di Apple Vision Group, tim di balik pengembangan Apple Vision Pro.
Selain itu, ada beberapa posisi lain yang masih berkaitan dengan proyek VR perusahaan yang turut kena PHK.Kabar ini pertama kali dilaporkan AppleInsider, berdasarkan informasi dari sumber internal. Namun, seperti dikutip pada Minggu (23/8), PHK tersebut bukan berarti Apple berhenti menggarap Vision Pro maupun visionOS.
Tim yang menangani ranah tersebut masih ada, cuma jumlahnya sekarang lebih kecil. Apple juga disebut tetap mengembangkan Vision Pro generasi berikutnya, termasuk menyiapkan kacamata pintar berbasis visionOS.
Perkembangan Vision Pro memang tak semulus produk Apple lainnya di era yang sama. Selain harganya yang mahal dan desain yang masih berat, dukungan dari developer juga belum sebanyak ekosistem perangkat lainnya.
Padahal, Vision Pro sendiri diposisikan Apple sebagai ‘pintu masuk’ ke ranah spatial computing. Masalahnya tak cuma itu. Naiknya harga komponen turut memperburuk situasinya, memaksa Apple untuk menaikkan harga Vision Pro yang sudah mahal sejak pertama kali diluncurkan.
Dan di saat bersamaan, minat pasar mulai bergeser ke kacamata pintar yang lebih ringan dan praktis. Kondisi inilah yang membuat Apple mengubah prioritas pengembangan produknya.
Kabarnya, Apple sekarang lebih fokus pada pengembangan Siri berbasis AI dan kacamata pintar, daripada memaksakan headset VR baru yang lebih tipis dan murah dalam waktu dekat.
Restrukturisasi di Apple Vision Group pun dinilai menjadi bagian dari perubahan arah tersebut. Alih-alih membubarkan seluruh tim, Apple memperkecil kelompok yang khusus menangani VR dan memindahkan fokus ke perangkat yang dinilai lebih punya peluang di pasar.
John Ternus, yang September nanti resmi menjadi CEO Apple pun, juga dianggap tidak akan mematikan lini Vision sepenuhnya. Apple sudah menghabiskan banyak waktu dan biaya untuk membangun visionOS, teknologi pelacakan mata dan tangan, serta ekosistem konten spasial.
Terbukti, Apple masih melanjutkan pengembangan visionOS 27 yang diperkenalkan dalam WWDC 2026 pada Juni lalu.
Update tersebut membawa sejumlah teknologi baru untuk Apple Vision Pro, termasuk peningkatan RealityKit, dukungan game engine, sampai fitur foveated streaming.
FAQ Artikel
Berapa banyak karyawan Apple yang di-PHK dari tim pengembangan VR?
Sebanyak 60 karyawan yang terlibat dalam pengembangan perangkat virtual reality (VR), termasuk tim di Apple Vision Group, telah di-PHK oleh Apple.
Apakah PHK ini menandakan Apple menghentikan pengembangan Vision Pro?
Tidak, PHK tersebut bukan berarti Apple berhenti menggarap Vision Pro maupun visionOS. Apple masih melanjutkan pengembangan Vision Pro generasi berikutnya dan visionOS.
Apa saja tantangan yang dihadapi Apple Vision Pro di pasar?
Tantangan yang dihadapi Vision Pro antara lain harganya yang mahal, desain yang masih berat, dukungan dari developer yang belum sebanyak ekosistem perangkat lain, serta kenaikan harga komponen.
Apa prioritas pengembangan produk baru Apple saat ini?
Apple sekarang lebih fokus pada pengembangan Siri berbasis AI dan kacamata pintar yang lebih ringan dan praktis, daripada memaksakan headset VR baru yang lebih tipis dan murah dalam waktu dekat.

