
Kobaran api mengepul di berbagai lokasi aksi 22 Mei yang pecah sejak Rabu (22/5) dini hari. Asap hitam yang mengepul diakibatkan oleh pembakaran material yang terjadi selama aksi.
Tanpa disadari, asap yang berasal dari api itu terhirup oleh hidung siapa pun yang berada di sekitar lokasi aksi. Asap akibat pembakaran telah lama diketahui berbahaya bagi tubuh.
Mengutip situs Air Now, asap terdiri dari campuran kompleks antara gas dan partikel halus. Partikel-partikel halus ini dapat menembus jauh ke dalam paru-paru.
|
Suasana kericuhan antara demonstran yang menggelar aksi unjuk rasa dengan aparat kepolisian yang berjaga di sekitar kawasan gedung Bawaslu, Jakarta, Rabu (22/5/2019). (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono)
|
Pada level yang lebih tinggi, paparan asap bisa berdampak terhadap peningkatan risiko diabetes, penyakit ginjal, masalah kesuburan, dan lonjakan tekanan darah. Beberapa penelitian bahkan mencatat hubungan paparan asap dengan penyakit neurodegeneratif seperti Alzheimer.
Asap yang berasal dari api sangat berbahaya bagi orang tua, wanita hamil, anak-anak, dan mereka yang mengidap penyakit jantung dan paru-paru kronis. Anak-anak yang masih dalam tahap perkembangan akan mengalami gejala yang lebih parah.
Tetap Sehat saat Berasap
Paparan asap dapat dihindari dengan beragam cara. Mengutip CNN, Centers for Disease Control and Prevention menganjurkan Anda untuk tetap berada di dalam rumah serta menutup jendela dan pintu.
Penting juga untuk menjaga udara dalam ruangan tetap bersih dengan tidak membakar lilin, menggunakan kompor gas, atau merokok.
Lihat juga:Yang Harus Dilakukan saat Terkena Gas Air Mata |
Bagi yang harus beraktivitas di luar ruangan, Anda disarankan untuk mengenakan masker. Anda disarankan untuk menggunakan masker dengan respirator penyaringan yang ampuh melindungi tubuh dari paparan asap.
Selain itu, beberapa ahli paru-paru juga merekomendasikan Anda untuk mengganti pakaian saat kembali ke dalam rumah atau ruangan. Anda juga disarankan membilas mata yang memerah, teriritasi, dan mengonsumsi air putih untuk mencegah dehidrasi.