Jangan Berikan Madu pada Bayi, Ini Alasannya

14 March 2018 by
Jangan Berikan Madu pada Bayi, Ini Alasannya

Madu adalah cairan manis yang mengandung karbohidrat, asam amino bebas, dan vitamin. Madu memiliki segudang manfaat bagi kesehatan, yaitu sebagai antioksidan, meningkatkan stamina, dan metabolisme tubuh. 

Bagi anak, madu juga bermanfaat sebagai obat herbal tradisional untuk meredakan gejala batuk dan sulit tidur pada anak. Namun, sebelum memberikan madu, perhatikan dulu usia anak Anda, Moms. Meski kaya manfaat, pemberian madu pada anak di bawah satu tahun ternyata berisiko. 

Seperti dijelaskan dalam laman resmi Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), konsumsi madu untuk bayi berusia kurang dari satu tahun dapat meningkatkan risiko infant botulism atau penyakit botulisme pada bayi. 

Infant botulism terjadi akibat toksin yang diproduksi oleh kuman Clostridium Botulinum. Clostridium Botulinum adalah bakteri gram positif bersifat anaerob yang dapat ditemukan di dalam tanah yang dapat terbawa oleh udara. Nah, spora Clostridium Botulinum ini ternyata juga dapat ditemukan pada madu. 

Tapi kalau kuman ini ada pada madu, kenapa hanya anak di bawah 1 tahun yang tidak boleh mengonsumsinya? Bayi yang menelan spora Clostridium Botulinum berisiko mengalami infant botulism karena masih belum lengkapnya flora normal pada usus bayi, sehingga belum dapat berkompetisi dengan spora yang masuk ke saluran cerna. Perbedaan pH pada saluran cerna memungkinkan pertumbuhan spora Clostridium Botulinum yang masuk ke usus bayi.     

Clostridium Botulinum yang masuk ke dalam saluran cerna bayi akan menyerang sistem saraf bayi dan menyebabkan kelemahan otot. Gejala yang tampak pada bayi yang mengalami infant botulism antara lain: lesu, lemas, sesak napas, malas menyusu, sulit menelan, sembelit, sulit membuka mata, dan mulut kering. 

Jika tidak ditangani serius, infant botulism bahkan bisa menyebabkan kematian karena kelemahan otot napas. Jadi untuk menghindari penyakit ini, jangan berikan madu pada bayi Anda ya, Moms. Anda dapat memberikan sari buah, sebagai alternatif pemanis alamiah bagi bayi yang sudah mendapat makanan pendamping ASI (MPASI).

Apa Reaksi Anda ?

Love
0%

Suka

Laugh
0%

Lucu

Surprised
0%

Kaget

Sad
0%

Sedih

Angry
0%

Marah

loading...
4 Comments in this article

Tunggu Sebentar Ya...

Submit
Yongki Ardiancok 25 March 2018 | 08:11:53

untung adik ku gk pernah dikasih madu

adhi bagus 14 March 2018 | 13:08:03

oalah

suyanto suyanto 14 March 2018 | 12:25:07

informatif

wisma nugraha 14 March 2018 | 11:40:27

infonya bagusdan semoga bermanfaat untuk kita semua😋😊

Contact Us:
Redaksi: redaksi@uzone.id
Sales: sales@uzone.id
Marketing: marketing@uzone.id
Partnership: partnership@uzone.id

Recommended For You

To Top