icon-category Health

Bahaya Tidur Pakai Lensa Kontak

Lensa kontak kini tidak hanya dipakai oleh orang-orang yang memiliki mata minus sebagai pengganti kacamata, tetapi juga mereka yang peduli fesyen. Selain membuat mata tampak berbinar, lensa kontak juga tersedia dalam berbagai warna hingga bisa disesuaikan dengan warna pakaiannya.

Berhubung lensa kontak dipakai di mata, maka kebersihannya, termasuk cairan dan tempat penyimpanannya, harus senantiasa dijaga. Hal ini untuk mencegah terjadinya infeksi pada mata pengguna.

Salah satu hal yang harus dihindari bagi pengguna lensa kontak adalah tidur sambil memakai alat bantu penglihatan itu.

Ada bahaya yang mengancam kesehatan mata bagi mereka yang melakukan kebiasaan tidur dengan lensa kontak. Bahaya itu dijelaskan dalam studi di jurnal Annals of Emergency Medicine.

"Tidur sambil memakai lensa kontak adalah tindakan berisiko dan dapat menyebabkan infeksi, atau dalam beberapa kasus, kerusakan mata permanen," kata Jon Femling, MD, PhD, Assistant Profesor Department of Emergency Medicine di University of New Mexico School of Medicine dan penulis utama studi ini.

"Tertidur, atau bahkan sekadar beristirahat, tanpa melepas lensa kontak Anda dapat secara signifikan meningkatkan kemungkinan masalah kesehatan yang serius."

Tidak tanggung-tanggung, Femling dan rekan peneliti riset yang lain memberikan enam contoh kasus infeksi dan penyakit mata yang muncul akibat tidak melepas lensa kontak sebelum tidur.

Kasus pertama menimpa pria berusia 34 tahun yang telah memakai lensa kontak selama 17 tahun. Ia punya kebiasaan tidur dengan lensa kontak masih menempel di mata selama tiga sampai empat malam dalam seminggu, termasuk saat berenang.

Pria yang identitasnya dirahasiakan ini menderita mata merah dan mata kabur yang disebabkan oleh Acanthamoeba keratitis, peradangan kornea yang disebabkan oleh ameba bernama Acanthamoeba. Akibatnya, ia harus menjalani pengobatan selama enam bulan dan memakai kacamata.

Kasus kedua terjadi pada seorang pria berusia 59 tahun. Ia memakai lensa kontak selama tiga hari berturut-turut karena sedang bepergian, dengan di hari ketiga mulai merasakan sakit di mata.

Pria ini didiagnosis menderita abrasi kornea atau ada goresan di korneanya. Pada akhirnya ia mendengar ada bunyi letupan saat sedang mandi dan harus menjalani transplantasi kornea.

Kasus lainnya menimpa seorang remaja 18 tahun yang menderita mata merah dan sensitif terhadap cahaya setelah satu tahun memakai lensa kontak dan sering kali tidur sambil memakainya. Pemeriksaan lebih lanjut menunjukkan bahwa ada bakteri Klebsiella pneumoniae dan Pseudomonas aeruginosa di lensa kontak dan tempatnya.

"Jika Anda ingin menghindari infeksi, dan tidak ingin berkunjung ke UGD, melakukan perawatan yang tepat pada mata adalah keharusan," pesan Felming.

Bantu kami agar dapat mengenal kalian lebih baik dengan mengisi survei di sini