Bahaya Tidur Terlalu Lama: Sakit Kepala hingga Kematian

19 February 2018 by
Bahaya Tidur Terlalu Lama: Sakit Kepala hingga Kematian

Setelah lelah beraktivitas, tidur menjadi kunci untuk memulihkan kondisi badan. Namun selain kurang tidur, tidur terlalu lama atau berlebihan juga menjadi masalah. Kantuk yang berlebihan ternyata merupakan tanda beberapa masalah kesehatan. Tidur terlalu lama juga bisa meningkatkan risiko banyak penyakit bahkan kematian.

Kebutuhan tidur setiap orang berbeda-beda karena dipengaruhi oleh usia dan penuaan, kurang tidur, kualitas tidur, hingga kehamilan. Rata-rata orang dewasa membutuhkan tidur 7-9 jam per hari. Lebih dari itu, dapat dikategorikan kelebihan tidur.

Tidur terlalu lama yang juga dikenal dengan istilah hipersomnia kemungkinan dapat disebabkan oleh beberapa mulai dari masalah tiroid, penyakit jantung, apnea, depresi, narkolepsi, dan pengaruh obat tertentu. Tidur terlalu lama juga dikaitkan dengan beberapa penyakit berikut ini.


1. Diabetes

Penelitian menunjukkan tidur terlalu lama atau kekurang tidur setiap hari dapat meningkatkan risiko terkena penyakit diabetes.

2. Obesitas

Studi terbaru menunjukkan orang yang tidur 9-10 jam atau lebih per hari, 21 persen lebih mungkin menjadi gendut dalam enam tahun ketimbang orang yang tidur 7-8 jam per hari. Hasil penelitian ini bahkan tetap sama jika perhitungan ditambahkan dengan makanan dan olahraga.

3. Sakit kepala

Tidur lebih lama dari biasanya dapat menyebabkan pusing dan sakit kepala. Para peneliti percaya ini terjadi karena efek yang terjadi pada neurotransmitter di otak termasuk serotonin. Orang yang tidur di siang hari dan kesulitan tidur di malam hari juga bakal merasakan efek yang sama.


4. Depresi

Sebuah penelitian menemukan sekitar 15 persen orang yang tidur lebih lama ternyata memiliki depresi. Kebalikannya, tidur yang cukup secara rutin justru ampuh menyembuhkan depresi.

5. Penyakit jantung

Penelitian dari The Nurses' Health Study, seperti dilansir dari Web MD, menunjukkan perempuan yang tidur 9-11 jam per hari, 28 persen lebih mungkin terkenan penyakit koroner ketimbang yang tidur 8 jam per hari.

6. Kematian

Studi juga mendapati orang yang tidur 9 jam atau lebih memiliki risiko kematian yang lebih tinggi dibanding yang tidur 7-8 jam per hari. Tidak ada alasan spesifik mengapa ini bisa terjadi. Namun, peneliti berpendapat hal ini berhubungan dengan depresi dan status sosial ekonomi rendah yang menyebabkan peningkatan angka kematian.

Tidur 

Apa Reaksi Anda ?

Love
0%

Suka

Laugh
0%

Lucu

Surprised
0%

Kaget

Sad
0%

Sedih

Angry
0%

Marah

loading...
19 Comments in this article

Tunggu Sebentar Ya...

Submit
aznizam7 az 30 August 2018 | 22:04:06

also I have a good idea 8 and I

U3lha 2712 30 August 2018 | 20:39:08

It Wasn’t Me to Choose Gate of Light But The King Chose Me

Anonym Ace 27 August 2018 | 17:45:46

Aplikasi Gmail untuk Androrid saat ini memungkinkan penggunanya untuk membatalkan email yang sudah dikirim.

tri sahdan 25 August 2018 | 19:30:47

Namun, kendati berhasil menang di laga pertamanya, megabintang asal Portugal itu gagal mencetak gol ke gawang Chievo

ryan jaung15 24 August 2018 | 17:34:58

ybs memiliki riwayat penyakit yang paling sering dikeluhkan kaum wanita karena kulit

Load More Comments
Contact Us:
Redaksi: redaksi@uzone.id
Sales: sales@uzone.id
Marketing: marketing@uzone.id
Partnership: partnership@uzone.id

Recommended For You

To Top