icon-category Digilife

Bahkan Adab Islam Ajarkan agar Ingat Cek Fakta di Medsos

  • 06 May 2022 WIB
  • Bagikan :
    Ilustrasi/Unsplash

    Artikel ini melanjutkan artikel sebelumnya tentang tujuh adab bermedia sosial. Tujuan artikel berseri ini untuk melengkapi penjelasan tentang adab-adab bermedia sosial yang disarikan dari pandangan Habib Ali Al-Jifri.

    5. Menghormati ketika berdebat

    Seringkali kita temukan, di media sosial, orang ketika berdebat tentang sesuatu, mereka suka saling memaki, mencari aib, dan menjatuhkan satu sama lain. Padahal yang demikian itu tidaklah dibenarkan dalam Islam.

    Ketika memang harus terjadi perdebatan di media sosial, hendaklah setiap orang menaruh rasa hormat dan objektif pada lawan debatnya. Jangan melakukan penyerangan kepada fisik, privasi, dan kepercayaannya (ad hominem). Berdebatlah dengan cara yang baik dan penuh hikmah.

    Allah berfirman: 

    اُدْعُ اِلٰى سَبِيْلِ رَبِّكَ بِالْحِكْمَةِ وَالْمَوْعِظَةِ الْحَسَنَةِ وَجَادِلْهُمْ بِالَّتِيْ هِيَ اَحْسَنُۗ

    Serulah (manusia) kepada jalan Tuhanmu dengan hikmah dan pengajaran yang baik, dan berdebatlah dengan mereka dengan cara yang baik (QS. An-Nahl [16]:125). 

    Rasulullah ï·º bersabda:

    لَيْسَ الْمُؤْمِنُ بِالطَّعَّانِ وَلاَ اللَّعَّانِ وَلاَ الْفَاحِشِ وَلاَ الْبَذِيءِ 

    Mukmin itu bukanlah orang yang suka menghina, melaknat, berbuat keji (berakhlak buruk), dan berkata kotor (HR. Tirmidzi no. 1977; sahih menurut Imam As-Suyuthi).

    6. Cek fakta sebelum posting

    Seringkali orang memposting sesuatu di media sosial tanpa menelusuri terlebih dahulu kebenaran faktanya. Perbuatan seperti ini bisa menimbulkan kerugian, baik pihak yang terkait dengan postingan atau yang memposting sendiri. Jika informasi yang diposting salah, bisa jadi yang memposting dapat dikenakan pasal UU ITE, dan pada akhirnya menimbulkan permusuhan satu sama lain.

    Rasulullah ï·º bersabda:

    كَفَى بِالْمَرْءِ كَذِبًا أَنْ يُحَدِّثَ بِكُلِّ مَا سَمِعَ

    Cukuplah seseorang itu sebagai pembohong, ketika dia menceritakan semua (berita) yang dia dengar (tanpa verifikasi) (HR. Muslim no. 5).

    Dengan kata lain, saring sebelum sharing.

    7. Hormati ahlinya

    Lebih baik diam untuk tidak bicara atau menulis apa pun di media sosial jika tidak memiliki kapasitas (keilmuan) tentang hal apa pun. Dengan demikian, ini berarti kita telah menghormati orang-orang yang ahli di bidangnya untuk berkomentar. 

    Janganlah berbicara tentang sesuatu yang membutuhkan keilmuan khusus di dalamnya. Misalnya, tidak bicara tentang Covid-19 jika tidak memiliki kapasitas untuk itu. 

    Allah berfirman:

    فَاسْـَٔلُوْٓا اَهْلَ الذِّكْرِ اِنْ كُنْتُمْ لَا تَعْلَمُوْنَۙ

    Maka bertanyalah kepada orang yang mempunyai pengetahuan jika kamu tidak mengetahui (QS. An-Nahl [16]: 43).

    8. Sebarkan hal positif

    Tebarkanlah hal-hal positif di media sosial. Misalnya, menbagikan ceramah-ceramah ulama alim yang bermanfaat bagi semua orang dan tidak menimbulkan perpecahan. 

    Selain itu, jangan sediakan ruang untuk hal-hal negatif di media sosial kita. Jangan membuat putus asa seseorang dengan postingan-postingan negatif. Namun, berikanlah postingan-postingan positif dan konstruktif untuk menumbuhkan harapan mereka kepada Allah.

    Rasulullah ï·º pernah ditanya amalan-amalan yang menyebabkan seseorang masuk surga, beliau ï·º menjawab: 

    طِيبُ الْكَلَامِ، وَبَذْلُ السَّلَامِ، وَإِطْعَامُ الطَّعَامِ

    Ucapkanlah kata-kata yang baik, sebarkanlah salam (perdamaian), dan berilah makanan kepada orang-orang yang lapar (HR. Ibnu Hibban no. 509; sahih menurut Hafiz Al-Mundziri). 

    Dalam sebuah hadis Rasulullah ï·º juga bersabda:

    وَيُعْجِبُنِي الْفَأْلُ الصَّالِحُ، الْكَلِمَةُ الْحَسَنَةُ

    Aku tertarik dengan optimisme (berpikiran optimis dan positif) yang baik, dan optimisme yang baik adalah perkataan yang baik (HR. Bukhari no. 5756).

    (Artikel ini berlanjut).

    ###

    *Bagi Sahabat KESAN yang ingin membantu pesantren terbebas dari virus Covid-19, Sahabat bisa ikut berinfak melalui KESAN dengan klik link ini. Infak yang terkumpul akan digunakan untuk membeli alat rapid test dan disalurkan kepada pesantren-pesantren yang membutuhkan. Tidak ada infak yang terlalu kecil, berapa pun insyaAllah bermanfaat. 

    **Jika artikel di aplikasi KESAN dirasa bermanfaat, jangan lupa share ya. Semoga dapat menjadi amal jariyah bagi kita semua. Aamiin. Download atau update aplikasi KESAN di Android dan di iOS. Gratis, lengkap, dan bebas iklan. 

    Bantu kami agar dapat mengenal kalian lebih baik dengan mengisi survei di sini