Home
/
Automotive

Bali Krisis BBM: Warga Rela Antre Panjang Sampai Nginap di SPBU

Antrean panjang di SPBU Pertamina Bali akibat kelangkaan Pertalite dan Pertamax memicu narasi krisis BBM, bahkan membuat warga rela menginap demi bahan bakar.

Bali Krisis BBM: Warga Rela Antre Panjang Sampai Nginap di SPBU

Bagikan :

Highlight Artikel

  • Media sosial ramai membicarakan antrean panjang di SPBU Pertamina Bali, memicu narasi krisis BBM.
  • Warga rela menginap dan menunggu truk tangki BBM, bahkan mendorong motor yang mogok demi bisa mengisi bensin.
  • Kelangkaan ini melanda BBM subsidi seperti Pertalite dan juga BBM non-subsidi seperti Pertamax.
  • Penyebab pasti kelangkaan BBM di Bali hingga kini belum diketahui.

Uzone.id - Media sosial sedang ramai membicarakan antrean panjang di sejumlah stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) Pertamina di Bali. Bahkan, muncul narasi bahwa Pulau Dewata sedang mengalami krisis BBM hingga membuat warga rela menginap di SPBU demi bisa mengisi bensin.

Berdasarkan unggahan video di akun Instagram @infodenpasar, terlihat antrean kendaraan di beberapa SPBU Bali yang mengular panjang dan hampir tidak bergerak.

Meskipun beberapa video menyebutkan stok pasokan BBM sedang kosong, banyak pengendara tetap memilih bertahan dan menunggu kedatangan truk tangki BBM agar tidak kehabisan bensin di tengah jalan.



“Pagi jam 7 di jalan lihat orang udah pada ngantri isi bensin, nungguin mobil tangki datang, dorong motor mogok, bahkan pertamini juga ngantri,” tulis salah satu video yang menunjukkan antrean BBM di Instagram @infodenpasar.

Kekosongan ini ternyata tidak hanya terjadi pada jenis BBM subsidi seperti Pertalite, melainkan juga BBM non-subsidi seperti Pertamax.



Hal tersebut tampak dari sepinya antrean di jalur merah yang diperuntukkan bagi BBM non-subsidi, lengkap dengan papan pengumuman bahwa BBM sedang habis yang dipasang oleh petugas SPBU.

Dalam rekaman video yang beredar, tampak sejumlah petugas SPBU bersiaga di area pintu masuk untuk memberi tahu warga yang baru tiba.

Akibatnya, beberapa pengendara sepeda motor terpaksa memutar balik kendaraan mereka dan batal ikut mengantre di barisan yang sudah mengular sampai ke luar area SPBU.



Hingga saat ini, penyebab pasti kelangkaan BBM di Bali masih belum diketahui. Kabar yang beredar menyebutkan bahwa fenomena ini melanda wilayah Badung, namun belum ada kepastian mengenai dampaknya di kabupaten atau kota lainnya.

Padahal, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengatakan bahwa stok BBM di Indonesia untuk kebutuhan nasional bertahan selama 20 hari. Bahkan, cadangan tersebut selalu diisi kembali agar pasokan BBM ke seluruh wilayah Indonesia tetap terjaga.

Terlebih, Indonesia telah membuat kesepakatan dengan Rusia untuk mengimpor 150 juta barel minyak mentah. Sebanyak 770.000 barel sudah dikirim ke Indonesia dan sisanya menyusul sesuai kebijakan pemerintah dengan melihat kondisi secara keseluruhan.

FAQ Artikel

Apa yang sedang ramai dibicarakan di media sosial terkait kondisi BBM di Bali?

Media sosial sedang ramai membicarakan antrean panjang di sejumlah SPBU Pertamina di Bali dan narasi bahwa Pulau Dewata sedang mengalami krisis BBM.

Jenis BBM apa saja yang mengalami kelangkaan di Bali?

Kelangkaan tidak hanya terjadi pada jenis BBM subsidi seperti Pertalite, tetapi juga melanda BBM non-subsidi seperti Pertamax.

Bagaimana reaksi warga Bali menghadapi kelangkaan BBM?

Banyak warga rela mengantre panjang, memilih bertahan dan menunggu kedatangan truk tangki BBM, bahkan ada yang sampai menginap di SPBU dan mendorong motor yang mogok.

Apa penyebab pasti kelangkaan BBM di Bali?

Hingga saat ini, penyebab pasti kelangkaan BBM di Bali masih belum diketahui, meskipun kabarnya melanda wilayah Badung.

Bagaimana pernyataan Menteri ESDM mengenai stok BBM nasional?

Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menyatakan bahwa stok BBM untuk kebutuhan nasional bertahan selama 20 hari dan selalu diisi kembali untuk menjaga pasokan ke seluruh wilayah Indonesia.

Brian Priambudi

Brian Priambudi

Jurnalis

Berpengalaman dalam review mobil dan motor.  Pengalaman menjadi jurnalis otomotif sejak 2018.
Lihat semua artikel →
populerRelated Article