
-
“Saya duduk di lantai bersama Beyoncé dan menggunting bahan pakaian. Blue (anak sulung Beyoncé) masuk ke dalam ruangan dan berlari menghampiri B. B memeluknya sembari berbincang tentang potongan dan siluet busana. Buat saya, momen tersebut sangat indah karena di sini kita tidak hanya sedang bersama seorang bintang ternama tetapi juga seorang wanita dan ibu yang mencintai sang anak,” kata Olivier Rousteing, direktur kreatif Balmain --rumah fesyen mewah asal Prancis-- kepada Vogue.
Bagi Rousteing yang tidak pernah mengenal ibu kandung, momen tersebut terasa emosional. Hal itu pun jadi sesuatu yang paling berkesan dari kerjasama dengan Beyoncé untuk festival musik Coachella 2018. Kolaborasi dengan Beyoncé membuat Rousteing harus bergadang berhari-hari dan terbang ke Los Angeles untuk mengikuti gladi bersih penampilan Beyoncé. Ia harus memastikan cahaya lampu panggung menyinari bagian baju yang tepat. Menurut Rousteing, Beyoncé sangat perfeksionis.
“Ia memberitahu saya musik yang harus ditekankan dalam setiap busana.”
Rousteing mendesain lima baju untuk panggung B --panggilan akrab Rousteing untuk Beyonce-- di Coachella. Salah satunya terinspirasi dari busana tradisional Yunani. Ia ingin Beyoncé tampil bagai seorang dewi yang berani. Terciptalah jubah dan hiasan kepala yang penuh dengan manik-manik. Selain itu, Rousteing menciptakan terusan mini, dua stelan kaus dan celana pendek, serta jaket hologram. Ia turut merancang busana bagi 200 penari latar Beyoncé. Billboard menyebut keseluruhan penampilan Beyoncé hari itu merepresentasikan budaya kulit hitam.
Representasi budaya kulit hitam jadi salah satu hal yang diinginkan Rousteing dalam berkarya. Ketika memilih untuk jadi desainer, ia ingin menciptakan keragaman dan hendak mengubah kesan mode yang elitis menjadi hal yang bisa dinikmati oleh berbagai kalangan.

Dengan menampilkan sosok Kim Kardashian, Kendall Jenner, Kylie Jenner, dan Justin Bieber dalam busana Balmain, Rousteing menyiratkan keinginan Balmain untuk meraih kaum muda. “Hari ini, orang yang bisa membeli busana premium ingin tampil lebih muda. Balmain itu pop sekaligus premium. Estetikanya mudah diterima tetapi harganya sangat tinggi,” tuturnya pada The Guardian.
Kritik itu tak jadi hal yang begitu mengganggu. Emmanuel Diemoz, mantan Chief Exevutive Balmain pernah menyatakan Olivier berhasil mencapai pasar pembeli baru. Ia mengubah citra Balmain sebagai lini mode Paris yang sangat eksklusif menjadi label mode yang terkesan demokratis, internasional, dan populer di Instagram.
Karya Rousteing membuat penghasilan Balmain meningkat. Peningkatan penghasilan tersebut membuat Balmain membuka toko di New York dan Los Angeles pada tahun 2017. “Ada ikatan kuat antara Rousteing dan Amerika Serikat sehingga Amerika adalah pasar di mana kami harus terlihat dan relevan baik di sektor retail maupun grosir,” kata Massimo Piombini, Chief Executive Officer Balmain.
Baca juga artikel terkait MODE atau tulisan menarik lainnya Joan Aurelia