
-
Sekitar 500 kepala keluarga di kawasan Pejaten Timur, Jakarta Selatan terdampak banjir. Sebagian besar mengungsi ke daerah yang lebih aman. Mereka kekurangan makanan dan selimut di tempat pengungsian.
Kawasan tersebut terendam banjir setelah air dari Bendung Katulampa, Bogor, datang pukul 16.00 WIB. Setidaknya, tiga rukun tetangga saat ini mengungsi dari kediaman masing-masing.
Berdasarkan pantauan CNNIndonesia.com, kini ketinggian air sudah mencapai 1,5 meter. Ratusan warga mengungsi dengan membawa beberapa barang berharga seperti dokumen/surat penting, alat elektronik, kulkas, televisi, dan sepeda motor.
Ida menyebut, warga yang terdampak berasal dari RT 16 dan 17 RW 07 serta RT 05 RW 18. Mereka kini diungsikan sementara di beberapa rumah warga yang tidak terendam, seperti rumah Ida di RT 05 RW 18.
Dia menyebut warga kini kekurangan makanan dan selimut. Pasalnya, sejak siang listrik di kawasan ini sudah dipadamkan untuk mengantisipasi banjir.
"Kekurangan makanan, dari siang belum pada makan. Mau masak, listrik mati sama belum bisa karena sedang sibuk," ujar Ida.
Warga lainnya, Wahyudin (45) mengatakan, warga sudah siaga sejak siang. Pihak kelurahan dan kecamatan sudah meminta masyarakat agar siap menghadapi air kiriman dari Katulampa.
Semenjak mendapat informasi mengenai kondisi Katulampa, warga sudah membereskan barang berharga masing-masing.
Wahyudin menyebut petugas dari Satpol PP, Pemadam Kebakaran, kepolisian, dan TNI juga bersiaga sejak siang. Mereka menyiapkan perahu karet bahkan sebelum air naik ke permukaan.
"Sekarang warga yang rumahnya jauh sedang dijemput pakai perahu, kalau yg dekat jalan sendiri. Mereka (petugas) sudah standby dari jam dua belas," kata Wahyudin saat ditemui di lokasi banjir.
Rencananya warga akan diungsikan ke Masjid Al-Makmur. Namun belum ada tikar dan selimut untuk para pengungsi.
"Kita enggak ada tikar, selimut, sama makanan. Kalau bisa dapat bantuan," kata Ida.