icon-category Technology

Baru Cicipi Untung, Spotify Mau Jadi Netflix Versi Audio

  • 07 Feb 2019 WIB
  • Bagikan :

    (Photo by Heidi Sandstrom/Unsplash)

    Uzone.id -- Rasanya agak mencengangkan ketika Spotify sebagai perusahaan teknologi yang memiliki ratusan juta user baru mengungkap akhirnya berhasil mencapai profit alias untung. Perusahaan asal Swedia ini juga punya rencana baru yang cukup ambisius.

    Spotify didirikan pada 23 April 2006 dan dirilis sejak 7 Oktober 2008. Setelah orang-orang bermigrasi dari musik fisik ke serba digital dan streaming, Spotify menjadi salah satu pemain kuat di dunia berdampingan dengan Apple Music, Deezer, Pandora, SoundCloud, hingga Joox.

    Meski baru masuk Indonesia per 2016, Spotify secara keseluruhan telah beroperasi selama 10 tahun. Selama satu dekade ini, perusahaan mengumumkan akhirnya mencapai profit untuk pertama kalinya.

    “Untuk pertama kalinya dalam sejarah perusahaan, Operating Income, Net Income, dan Free Cash Flow semuanya positif,”  ungkap pihak Spotify saat laporan keuangan diumumkan pada Rabu (6/2).

    Baca juga: Musisi Indie Sudah Bisa Unggah Lagu ke Spotify

    Spotify mencatat berhasil mendulang keuntungan operasional sebesar 94 juta euro atau setara Rp1,4 triliun. Selain itu, Spotify juga mengatakan layanannya memiliki 96 juta subscriber berbayar dan total sebanyak 207 juta pengguna aktif bulanan per kuartal ke-empat 2018.

    Mau jadi Netflix versi audio

    Terlepas kabar baik mengenai profit yang berhasil diraup, Spotify mengatakan uang tersebut nggak akan bertahan lama karena rencana agresif perusahaan yang pelan-pelan ingin menjadi “Netflix versi audio”.

    Maksudnya gimana? Wajar kalau bertanya-tanya seperti ini.

    Jadi, Spotify ingin membuat konten orisinal sendiri juga. Caranya, Spotify akan mengakuisisi dua produsen podcast, yakni Gimlet Media dan Anchor.

    Rencana ambisius inilah yang mendorong Spotify untuk meningkatkan konten orisinal sendiri layaknya Netflix aja. Bedanya, yaaa namanya juga podcast, sudah pasti basisnya audio alias suara.

    via GIPHY

    Mengutip CNBC, Spotify berencana menggelontorkan dana US$500 juta di tahun ini untuk proses akuisisi tersebut.

    CEO Spotify Daniel Ek mengatakan, tentu biaya yang dikeluarkan untuk memproduksi konten orisinal tidak akan sama seperti Netflix.

    “Rencana ini fokusnya memperluas misi kami yang tadinya hanya tentang musik saja, menjadi segala macam konten berbentuk audio, serta menjadi platform audio paling terdepan di dunia,” ucap Ek.

    Baca juga: Lagu Drake Laris Manis Digandrungi Pengguna Global Spotify

    Kesepakatan Spotify dengan Gimlet dan Anchor tidak diungkap oleh perusahaan.

    Ek berharap, akuisisi ini akan meningkatkan daya tarik Spotify kepada para pengguna. Dia juga menambahkan, pendengar podcast Spotify jumlahnya hampir dua kali lipat dibandingkan dengan pengguna layanan lain. Dia juga percaya lebih dari 20 persen aktivitas di Spotify pada akhirnya akan “konten non-musik”.

    Selama ini Spotify sebetulnya sudah mempunyai channel khusus Podcast yang telah diisi oleh berbagai konten, mulai dari influencer lokal maupun mancanegara, obrolan tentang film, dan lain sebagainya.

    Rencana ini tentu memperlihatkan bahwa Podcast akan semakin digenjot lagi hingga menjadi daya tarik yang setara dengan konten musiknya. Kita tunggu aja, gaes.

    Cek informasi menarik lainnya di Google News

    Bantu kami agar dapat mengenal kalian lebih baik dengan mengisi survei di sini