Batam Blackout Massal 12 Jam, Jaringan Internet Ikut Terganggu
Sejak 12 Oktober 2026, Batam, Bintan, dan Tanjungpinang dilanda pemadaman listrik massal, mengganggu banyak aktivitas dan layanan. PLN berupaya memulihkan.

Ilustrasi foto: Claudio Schwarz/Unsplash
Highlight Artikel
- Pemadaman listrik massal terjadi di Batam, Bintan, dan Tanjungpinang sejak 12 Oktober 2026, memengaruhi hampir 90% wilayah Batam.
- Warga mengeluhkan gangguan aktivitas, termasuk akses air bersih, internet, dan sinyal telekomunikasi yang lumpuh tanpa peringatan.
- Aplikasi Pemerintah Kota Batam juga tidak bisa diakses akibat pemadaman listrik ini.
- PLN Batam terus berupaya memulihkan sistem secara bertahap, memprioritaskan objek vital, sambil menyelidiki penyebab utama gangguan.
Uzone.id—
Wilayah Batam, Bintan dan Tanjungpinang di Kepulauan Riau mengalami pemadaman
listrik massal (blackout) semenjak 06.30 WIB Senin, 12 Oktober 2026.
Dari laporan warga setempat, pemadaman listrik ini terjadi
tanpa adanya peringatan sebelumnya dari PLN maupun pemerintah daerah setempat.
Alhasil, beberapa kebutuhan seperti air bersih dan juga internet tidak bisa
diakses oleh masyarakat.
Warga setempat mengeluhkan pemadaman listrik yang juga
melumpulkan sinyal telekomunikasi, khususnya internet Wifi yang memang
membutuhkan listrik.
Menurut cuitan warga Batam di platform media sosial, jaringan internet dari operator seluler juga ikut mengalami gangguan, seperti sinyal yang tiba-tiba hilang-timbul.
“Warga Batam lagi survival mode, mati listrik, mati air,
susah sinyal, jalaman macet banyak pengalihan rute. Sekarang warga Batam bukan
bukan cari tempat nongkrong tapi cari tempat yang ada AC, Listrik,” tulis salah
satu warga Batam di media sosial.
Selain listrik dan internet, aplikasi-aplikasi Pemerintah
Kota Batam juga ikut terdampak pasokan ini. Hal ini disampaikan oleh Kepala
Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Batam, Rudi Panjaitan.
“Semua aplikasi kita tadi juga sudah belum bisa diakses dan
memang ya semua itu berkaitan dengan daya listrik,” kata
Saat ini, pemulihan listrik masih diusahakan oleh pemerintah
dan PLN setempat. Pihak PLN juga masih melakukan investigasi mengenai penyebab
pemadaman ini.
Dalam keterangan terbaru yang disampaikan oleh PLN Batam, pihaknya saat ini terus mengupayakan pemulihan sistem sekaligus menyelidiki penyebab utama terjadinya pemadaman.
“Pemulihan dilakukan secara bertahap dengan memberikan
perhatian khusus pada pasokan listrik untuk objek vital dan fasilitas pelayanan
publik, seperti bandara, rumah sakit, pelabuhan, serta fasilitas strategis
lainnya,” kata Manager Komunikasi PLN Batam Yoga Perdana Sulastama, dikutip
dari Antaranews.
Yogi melanjutkan, “Untuk penyebab gangguan kami belum tahu,
untuk saat ini kami prioritaskan recovery sistem dulu, dan penormalan listrik
seluruh jaringan, nanti akan kami update terus.”
FAQ Artikel
Pemadaman listrik massal (blackout) terjadi di wilayah Batam, Bintan, dan Tanjungpinang, Kepulauan Riau, sejak pukul 06.30 WIB pada Senin, 12 Oktober 2026.
Pemadaman listrik ini mengganggu aktivitas sehari-hari, menyebabkan sulitnya akses air bersih, internet, dan lumpuhnya sinyal telekomunikasi. Aplikasi Pemerintah Kota Batam juga terdampak.
Tidak ada peringatan sebelumnya dari PLN maupun pemerintah daerah setempat mengenai pemadaman listrik ini.
PLN Batam saat ini terus mengupayakan pemulihan sistem secara bertahap, dengan memprioritaskan pasokan listrik untuk objek vital dan fasilitas pelayanan publik. Pihak PLN juga masih melakukan investigasi untuk mengetahui penyebab utama gangguan.
Vina Insyani
Jurnalis

