Uzone.id - Detail penting dari peluncuran MacBook Pro maupun iPad Pro terbaru adalah prosesor M5. Chip ini, disebut Apple, menghadirkan lompatan besar berikutnya dalam performa AI dan kecanggihan ke hampir setiap aspeknya, dari multitasking hingga urusan grafis.
Apple M5 dibangun menggunakan arsitektur 3nm generasi ketiga, yang dirancang secara spesifik untuk menyokong tak cuma MacBook Pro 14 inci dan iPad Pro generasi terbaru saja, tapi juga Apple Vision Pro yang baru.“M5 mengawali lompatan besar berikutnya dalam performa AI untuk Apple silicon,” ungkap Johny Srouji, Senior Vice President of Hardware Technologies Apple.
Pembaruan paling signifikan pada M5 terletak pada arsitektur GPU 10-core yang kini disematkan Neural Accelerator khusus di setiap core-nya. Johny menjelaskan, Neural Accelerator ini dirancang untuk mengakselerasi tugas-tugas AI yang berat.
Dengannya, performa puncak komputasi GPU untuk AI bisa naik hingga lebih dari 4 kali lipat dibanding Apple M4, bahkan 6 kali lipat kalau di-compare dengan Apple M1. Sudah pasti, MacBook Pro dan iPad Pro yang baru, akan jauh lebih gegas dalam menjalankan model AI, misalnya saat menggunakan aplikasi Draw Things atau menjalankan large language model (LLM) secara lokal.
Di luar AI, kemampuan grafis M5 juga di-upgrade signifikan. Chip ini menghadirkan performa grafis hingga 30 persen lebih kencang dari M4.
Apple juga menyematkan mesin ray tracing generasi ketiga yang memberikan peningkatan performa hingga 45 persen. Itu berarti, main game dengan visual yang tinggi sekalipun, gameplay-nya bakal tersaji secara mulus. Sementara buat profesional, waktu render untuk proyek 3D bisa lebih singkat.
Sementara itu, di sisi CPU, M5 hadir dengan konfigurasi hingga 10-core, yang terdiri dari 4x performance-core dan 6x efficiency-core. Kombinasi ini menghasilkan performa multi-thread hingga 15 persen lebih cepat dibandingkan M4.
Neural Engine 16-core di dalamnya juga dipercepat untuk mendukung fitur-fitur cerdas. Contohnya, fitur bertenaga AI di Apple Vision Pro seperti mengubah foto 2D menjadi adegan spasial atau membuat Persona, dapat bekerja jauh lebih cepat dan efisien.
Peningkatan ini juga berdampak langsung pada fitur Apple Intelligence, membuat alat seperti Image Playground menjadi lebih responsif. Selain itu, pengembang yang menggunakan kerangka Foundation Models Apple akan merasakan performa yang lebih cepat.
Dikombinasikan dengan memori lebih kencang
Tak cukup dengan peningkatan CPU, GPU, dan juga Neural Engine, M5 pun menawarkan bandwidth memori terintegrasi yang lebih tinggi untuk mendukung semua peningkatan tersebut. Kini, bandwidth memori terintegrasi menjadi sebesar 153 GB/s, naik hampir 30 persen dari M4 dan dua kali lipat lebih dari M1.
Peningkatan ini memungkinkan seluruh komponen chip mengakses satu kumpulan memori besar secara efisien. Hal ini penting agar perangkat dapat menjalankan model AI yang lebih besar langsung secara on-device.
Dengan kapasitas hingga 32 GB, pengguna dapat dengan lancar menjalankan aplikasi kreatif berat seperti Adobe Photoshop dan Final Cut Pro secara bersamaan, bahkan saat sedang mengunggah file besar.
“Dengan diperkenalkannya Neural Accelerators di GPU, M5 menghadirkan dorongan besar untuk beban kerja AI. Dikombinasikan dengan peningkatan besar dalam performa grafis, core CPU tercepat di dunia, Neural Engine yang lebih cepat, dan bahkan bandwith memori terintegrasi yang semakin besar, M5 membawa performa serta kapabilitas luar biasa ke MacBook Pro, iPad Pro, dan Apple Vision Pro,” pungkas Johny.