icon-category Auto

Belajar dari Kecelakaan Maut Cipali, Ini Tips Aman Mengemudi di Sekitar Truk

  • 03 Dec 2020 WIB
  • Bagikan :

    Foto: dok.Uzone.id

    Uzone.id - Kecelakaan lalu lintas yang melibatkan truk masih sering terdengar. Trakir bagaimana mautnya kecelakaan di tol Cipali yang menewaskan 10 orang.

    Nah, belajar dari insiden tersebut, kejadian seperti ini harusnya dapat dihindari jika kita memahami karakter dari truk yang membuatnya memiliki banyak keterbatasan.

    Dengan memahaminya, kita bisa melakukan upaya pencegahan supaya tidak terlibat kecelakaan.

    BACA JUGA: Penjualan Hong Guang Mini EV Kalahkan Tesla Model 3

    Keterbatasan Truk

    Dimensi truk yang besar membuatnya tidak bisa tergesa-gesa dan butuh ruang gerak yang luas ketika bergerak.

    Selain itu, posisi duduk pengemudi yang tinggi dan pandangan ke belakang yang terhalang bodi membuat sopir truk memiliki blind spot atau area di sekitar kendaraan yang tidak terpantau oleh mata pengemudi.

    Bobot truk, apalagi bila dipenuhi muatan, sangat besar sehingga tidak mudah baginya untuk melakukan pengereman darurat.

    Lantas bagaimana caranya jika mesti berhadapan atau bekendara bersama truk di jalan?

    1. Jaga Jarak Aman

    Jangan mengikuti truk terlalu dekat karena mobil AutoFamily tidak terlihat oleh sopirnya. Selain itu, karena terlalu dekat membuat tidak memiliki ruang cukup untuk mengintip jalur dari arah berlawanan akibat tertutup bodi truk.

    Jaga jarak aman membuat kita bisa mengantisipasi pergerakan truk, seperti bila tetiba truk tersebut mengerem mendadak atau tidak kuat menanjak.

    Menjaga jarak aman bukan sekadar memberi ruang gerak bagi truk, namun juga membuat mobil mudah terlihat oleh sopir truk.

    Semakin dekat jarak mobil dengan truk, semakin sulit sopir truk mengawasi mobil. Makanya, jaga jarak aman dan pastikan tidak melakukan manuver yang membuat kendaraan AutoFamily tidak terlihat oleh pengemudi truk.

    2. Berikan Tanda atau Isyarat

    Berikan tanda saat kita ingin mendahului truk, bisa dengan lampu dim atau klakson. Dengan begitu, pengemudi truk dapat menyadari keberadaan mobil dan menjaga kewaspadaannya.

    3. Berikan Ruang yang Cukup

    Saat menyalip, pastikan ada ruang yang cukup antara truk tersebut dengan mobil di depannya. Kalau jaraknya terlalu dekat, bakal memaksakan diri untuk masuk antara keduanya.

    Situasi ini akan membuat mobil berada di blind spot truk dan sangat berbahaya jika mobil di depan melakukan pengereman.

    4. Perhatikan Manuver Truk

    Jangan segan-segan memberikan ruang bila truk di depan memberi isyarat untuk melakukan manuver, seperti berbelok, putar arah, atau parkir. Hentikan kendaraan dan tunggu sampai posisi truk benar-benar aman. Apalagi kalau mobil berada di sisi dalam radius manuver truk tersebut.

    Perpaduan antara bodi besar dan blind spot akan membuat mobil terancam bahaya jika tidak sabar menunggu.

    5. Truk Punya Keterbatasan

    Halangan lain yang harus dipahami dari truk adalah daya pengereman yang terbatas. Kian dipersulit saat truk dijejali beban penuh sehingga butuh jarak lebih jauh untuk berhenti.

    Oleh karena itu, jangan paksakan mobil berada terlalu dekat dengan truk dan berikan ruang yang cukup untuk manuver.

    “Hati-hati bila berkendara terutama bila berdekatan dengan truk dan pastikan kendaraan kita kondisinya prima guna menjaga segala kemungkinan,” jelas Ricky Martawijaya, Aftersales Division Head Auto2000, dalam siaran persnya.

    VIDEO Komparasi Dua Generasi Terbaik Honda CRV:

     

    Bantu kami agar dapat mengenal kalian lebih baik dengan mengisi survei di sini