icon-category Technology

Belajar (seharusnya) Lebih Menyenangkan di Era Digital

  • 27 May 2018 WIB
  • Bagikan :

    Uzone.id - Banyak hal yang seharusnya bisa lebih mudah dan menyenangkan dilakukan di era digital. Tak melulu soal hiburan, tapi juga pembelajaran.

    Teknologi kini sudah berhasil menghilangkan sejumlah kesenjangan. Komunikasi, informasi, logistik, dan bisa saja pendidikan.

    Berdasarkan Hasil uji Programme for International Student Assessment (PISA) 2015, kemampuan siswa Indonesia dalam memahami sains ada di peringkat 65, membaca pada peringkat 67, dan matematika pada peringkat 66 dari 73 negara partisipan Organisation for Economic Cooperation and Development (OECD).

    Hasil tersebut menempatkan Indonesia di bawah negara tetangga yaitu Singapura, Malaysia, Vietnam, dan Thailand. "Ini membuktikan adanya gap pendidikan di Indonesia," kata Fernando Uffie, Country Manager Extramarks Indonesia, saat ditemui uzone.id pada Jumat malam (25/5).

    Fernando berbicara atas nama Extramarks. Sebuah perusahaan asal India yang fokus pada pengembangan pendidikan melalui teknologi, atau istilah bekennya Edutech. Extramarks mengklaim punya platform yang terbukti bisa membuat pembelajaran lebih efektif sekaligus menyenangkan bagi siswa.

    "Metode pembelajaran ini telah banyak digunakan di Uni Emirat Arab, Singapura dan India," kata Fernando.

    Metode yang dimaksud adalah sebuah sistem yang menyangkut paket lengkap pembelajaran siswa. Kurikulum yang disesuaikan dengan tingkat pendidikan, sistem pengawasan untuk guru dan orang tua, dan catatan perkembangan siswa yang semua dikemas dalam sebuah aplikasi.

    Fernando Uffie, Country Manager Extramarks Indonesia (Trisno Heriyanto/uzone.id)

    Aplikasi tersebut telah digunakan di 4 negara, Singapura, Afrika Selatan dan UES. Rencanyanya Extramarks juga bakal meluncur di Indonesia.

    Salah satu hal menarik dari aplikasi tersebut adalah metode belajar yang interaktif. Sejumlah pelajaran yang biasanya dihindari siswa, seperti Matematika atau Sains, dikemas dalam animasi yang lebih mudah dimengerti.

    Misalnya penjelasan bagaiman hujan bisa terjadi. Dari pada disampaikan dalam bahasa teknis yang membosankan, Extramarks bisa mengemaskan dalam bentuk yang lebih sederhana, menyenangkan. Seperti dalam video di bawah ini.

    Dengan metode seperti itu Fernando yakin siswa di Indonesia bisa lebih giat belajar. "Metode seperti ini sudah kami buktikan di berbagai negara, dan berhasil," yakin Fernando.

    Pum begitu, sayangnya Fernando belum bisa mengatakan kapan Extramarks mulai dirilis di Indonesia. Termasuk soal skema bisnisnya, dan berapa paket berlangganan untuk tiap-tiap siswa.

    "Tunggu saja," tandasnya pria lulusan STT Telkom tersebut.

     

     

    Bantu kami agar dapat mengenal kalian lebih baik dengan mengisi survei di sini