
Uzone.id - Malaysia punya cara yang unik dalam menggelontorkan BBM subsidi bagi warganya. Gak ribet namun diklaim tepat sasaran, hanya perlu kartu sakti 'KTP' yang dinamakan MyKad untuk mendapat BBM subsidi.
Kerajaan Malaysia saat ini sedang mengkaji kemungkinan untuk memperluas penggunaan MyKad (Kartu Identitas Malaysia) dalam pelaksanaan subsidi untuk bahan bakar RON 95 dan diesel.Langkah ini merupakan kelanjutan dari skema Budi Madani RON 95 (Budi95) yang sebelumnya telah diperkenalkan untuk subsidi petrol RON 95.
MyKad sendiri adalah kartu identitas pintar multifungsi bagi warga negara Malaysia yang menggunakan teknologi mikrochip untuk menyimpan data biometrik, identitas, dan berbagai aplikasi.
Mirip e-KTP di Indonesia, tapi punya fitur dan fungsi yang lebih luas. Fungsi utamanya meliputi identitas resmi, SIM digital, paspor, dompet elektronik/tol (Touch 'n Go), dan akses layanan pemerintah.
Melansir Paultan, menurut Menteri Kewangan II, Amir Hamzah Azizan, penggunaan MyKad pada skema Budi95 terbukti lebih teratur dan efektif dalam mengurangi risiko kebocoran subsidi.
Serta memungkinkan penghematan tanpa mempengaruhi pola pembelian pengguna secara signifikan.
Beliau juga menjelaskan bahwa keberhasilan distribusi bantuan melalui program Sumbangan Asas Rahmah di wilayah perkotaan dan pedesaan memberikan indikasi positif bahwa sistem berbasis MyKad untuk subsidi BBM sangat mungkin untuk dilaksanakan.
Namun, studi mendalam masih diperlukan karena pola konsumsi diesel yang berbeda di setiap wilayah, terutama di Sabah dan Sarawak.
Selain itu, ada tantangan infrastruktur, khususnya di daerah yang tidak memiliki akses ke stasiun minyak konvensional dan bergantung pada metode distribusi alternatif.
Oleh karena itu, pemerintah harus memastikan bahwa implementasi baru tidak mengganggu pasokan bahan bakar. Kajian ini sedang dilakukan bersama oleh Kementerian Kewangan dan Kementerian Perdagangan Dalam Negeri dan Kos Sara Hidup.
Per Mei 2026, harga BBM subsidi RON 95 di Malaysia dipertahankan pada angka RM1,99 per liter atau setara sekitar Rp8.836 per liter dan dibatasi pembeliannya dari 300 liter menjadi maksimal 200 liter.
Sementara subsidi di bawah Budi Madani Diesel akan dipertahankan pada tingkat RM300 atau sekitar Rp13.321 per liter per April 2026, setelah dinaikkan dari RM200 pada bulan Maret lalu.